Gizi Anak

Amankah Memberikan MPASI Kemasan Terus-Menerus pada Bayi?

October 17, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
no-image

MPASI alias makanan pendamping ASI biasanya diberikan ketika bayi berusia 6 bulan atau lebih. Pemberian MPASI ini bertujuan agar tumbuh kembang bayi menjadi lebih optimal, karena pemberian ASI saja tidak cukup.

Moms dapat memberikan MPASI dalam bentuk kemasan atau yang dibuat sendiri. Namun, Moms yang khawatir pemberian MPASI secara terus-menerus dapat menimbulkan bahaya pada si Kecil.

Lantas, apakah MPASI kemasan aman jika dikonsumsi terus-menerus? Yuk, ketahui lebih lanjut di sini.

Baca juga: Si Kecil Baru Belajar Makan? Yuk Moms, Penuhi Nutrisi dengan 6 Buah Ini

Kenali MPASI kemasan

Moms, perlu diketahui bahwa tujuan utama pemberian MPASI adalah untuk memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi pada bayi. Perkembangan otak, penambahan berat ataupun tinggi badan, serta daya tahan tubuh harus diperoleh dalam jumlah yang cukup dari MPASI.

Hingga saat ini, masih banyak yang menyalahartikan MPASI kemasan. MPASI kemasan dianggap tidak aman karena memiliki kandungan yang tidak organik, vitamin dan mineral yang bukan berasal dari bahan alami, ataupun adanya pengawet yang berbahaya bagi kesehatan si Kecil.

Dilansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), MPASI kemasan atau komersial dibuat berdasarkan ketentuan khusus dari World Health Organization (WHO). Ini meliputi standar keamanan, higienitas, maupun kandungan nutrisinya.

MPASI kemasan mengandung zat pengawet yang aman untuk bayi dan dibuat secara steril, serta mengandung zat gizi makro maupun mikronutrien sesuai dengan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi.

Bagaimana dengan pemberian bubur bayi sehat yang dijual di pasaran? Apakah aman?

Bubur bayi sehat buatan rumahan yang dijual di pasaran memang dibuat dari bahan organik, akan tetapi tidak ada yang bisa menjamin apakah proses pembuatannya bersih dan higienis.

Selain itu, kandungan makro ataupun mikronutriennya pun tidak terstandar sehingga IDAI tidak bisa menentukan apakah kandungan yang dimilikinya cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan bayi atau tidak.

Oleh karenanya, Moms harus cermat dalam memilih bubur bayi sehat agar kebutuhan nutrisi si Kecil dapat terpenuhi dengan baik.

Jangan selalu bergantung pada MPASI kemasan

Moms, meskipun MPASI kemasan mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh bayi, akan tetapi sebaiknya janganlah menggunakan MPASI kemasan secara terus-menerus.

Diana Schnee yang merupakan ahli diet pediatrik merekomendasikan pemberian MPASI kombinasi, yakni membuat MPASI sendiri ketika berada di rumah dan ketika Moms tidak memiliki waktu untuk membuat MPASI sendiri saat ingin berpergian, Moms bisa memberikan MPASI kemasan.

Setiap kali memberi makan si Kecil, Moms juga tidak boleh bergantung pada MPASI kemasan. Dilansir dari Parents, ketergantungan dalam pemberian MPASI kemasan dapat membuat bayi menjadi pemilih terhadap makanan.

Hal ini karena, kebanyakan MPASI memiliki rasa yang manis, termasuk yang memiliki kandungan kangkung, bayam, biji-bijian, atau bahan makanan lain yang pada umumnya terasa tidak manis.

Bayi cenderung menyukai rasa manis, oleh karena itu, Moms harus membantu si Kecil untuk lebih mengembangkan rasa pada makanan yang belum mereka sukai, seperti biji-bijian, sayuran, atau bahkan daging.

Baca juga: Tumbuh Gigi Dapat Membuat si Kecil Tidak Nyaman, Apa Saja Ciri-cirinya?

Tips pemberian MPASI kemasan

MPASI kemasan bisa menjadi makanan tambahan yang bergizi untuk si Kecil sekaligus solusi bagi orangtua yang tidak sempat membuat MPASI karena beberapa kesibukan.

Meskipun demikian, Moms harus memberikan MPASI dengan teliti agar tidak menganggu keterampilan makan serta preferensi rasa. Berikut adalah beberapa tips pemberian MPASI  kemasan secara sehat dan efektif.

  • Jangan memberikan MPASI kemasan ketika bayi menangis atau merengek untuk menenangkannya, kecuali ia benar-benar lapar
  • Jangan bergantung pada MPASI setiap kali makan, selalu pastikanlah ada berbagai tekstur dalam makanan bayi. Misalnya, makanan bertekstur berbeda yang cocok bagi bayi berusia 6-8 bulan adalah sayuran, potongan mangga atau alpukat yang telah dihaluskan
  • Jangan memberikan MPASI kemasan saat balita berjalan-jalan. Sebaiknya berikanlah makanan saat ia duduk, ini bertujuan untuk mengurangi risiko tersedak serta mengajari si Kecil kesadaran sejak dini agar ia memerhatikan makanan serta berhenti ketika sudah kenyang
  • Perkenalkanlah si kecil pada makanan yang lebih bervariasi, seperti sayuran berdaun hijau atau brokoli sebagai bahan bubur tunggal atau camilan dibandingkan dengan mencampurnya dengan bubur yang manis. Hal ini berguna agar si Kecil menyukai rasanya.

Moms, memberikan MPASI kemasan pada si Kecil memang sah-sah saja, akan tetapi, MPASI buatan sendiri di rumah merupakan pilihan utama, karena kandungan gizinya yang lebih terjamin.   

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Cleveland Clinic (2013). Diakses pada 16 Oktober 2020. Homemade or From the Jar: Which Baby Food Is Best? 

Ikatan Dokter Anak Indonesia (2017). Diakses pada 16 Oktober 2020. Apakah Makanan Pendamping ASI (MPASI) Komersial Berbahaya Buat Bayi? 

Parents (2020). Diakses pada 16 Oktober 2020. The Pros and Cons of Food Pouches 

    Berita Terkait
    register-docotr