Kesehatan Wanita

Tanda Mau Menstruasi yang Paling Umum, Mulai Kram Perut hingga Perubahan Mood

January 23, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Tanda mau menstruasi mungkin akan dirasakan antara lima hari atau bahkan dua minggu sebelum datang bulan. Tanda atau gejala ini dikenal juga sebagai sindrom pramenstruasi atau PMS.

Sebagian besar wanita hanya akan mengalami gejala PMS ringan, namun ada pula yang cukup parah sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Nah, untuk mengetahui tanda mau menstruasi yang paling umum yuk simak penjelasan berikut. 

Baca juga: Apa Darah Haid Hitam Normal? Yuk Ketahui Beberapa Penyebabnya!

Bagaimana tanda mau menstruasi yang paling umum?

Dilansir dari Webmd, wanita biasanya mulai memperlihatkan perubahan fisik dan suasana hati sekitar 1 sampai 2 minggu sebelum menstruasi. Perubahan hormon merupakan penyebab dari kemunculan tanda dan gejala menstruasi yang tidak nyaman.

Menurut penelitian, gejala PMS muncul pada 95 persen wanita pada usia subur. PMS terjadi setelah ovulasi, yakni saat ovarium melepaskan sel telur ke dalam tuba falopi. Gejala PMS bisa bervariasi pada beberapa orang, namun berikut yang paling umum.

Kram perut

Tanda mau menstruasi yang dialami oleh hampir seluruh wanita adalah kram pada perut. Kram perut atau disebut juga dismenore primer dimulai pada hari-hari menjelang menstruasi dan berlangsung selama beberapa hari. 

Kram ini dapat berkisar dalam tingkat keparahan yang ringan hingga ekstrem sehingga terkadang membuat wanita menghentikan aktivitas. Rasa nyeri dan sakit biasanya dirasakan pada perut bagian bawah di mana bisa menyebar ke punggung bawah hingga paha atas.

Beberapa orang mengalami kram yang paling intens saat aliran menstruasi paling berat terjadi. Kondisi kesehatan tertentu juga bisa membuat kram semakin parah, termasuk endometriosis, stenosis serviks, adenomiosis, penyakit radang panggul, dan fibroid. 

Tanda mau menstruasi yakni munculnya jerawat

Sekitar setengah dari penelitian menyatakan bahwa semua wanita mengalami peningkatan kemunculan jerawat sekitar seminggu sebelum menstruasi dimulai.

Jerawat yang berhubungan dengan menstruasi seringkali muncul di dagu dan rahang, namun bisa pula muncul di wajah, punggung, atau area tubuh lainnya.

Kemunculan jerawat terjadi karena perubahan hormonal alami yang terkait dengan siklus reproduksi wanita. Jika tidak ada kehamilan yang terjadi saat berovulasi, kadar estrogen dan progesteron menurun dan androgen seperti testosteron sedikit meningkat.

Androgen dalam sistem menstimulasi produksi sebum, yakni minyak yang diproduksi oleh kelenjar sebaceous kulit. Ketika terlalu banyak sebum yang diproduksi, maka jerawat akan timbul di beberapa area tubuh.

Rasa tidak nyaman pada payudara

Selama paruh pertama siklus menstruasi, kadar estrogen pada tubuh mulai meningkat. Hal ini akan merangsang pertumbuhan saluran susu di payudara. Selain itu, kadar progesteron mulai meningkat di tengah siklus ovulasi. 

Kelenjar susu di payudara akan membesar atau membengkak sehingga beberapa wanita mulai merasakan sakit sebelum atau selama menstruasi.

Gejala ini mungkin ringan bagi sebagian orang, namun mungkin juga bisa menyebabkan ketidaknyamanan luar biasa karena terasa sangat berat atau menggumpal.

Masalah pada usus

Pada umumnya, usus sensitif terhadap perubahan hormonal sehingga kamu mungkin mengalami perubahan pada kebiasaan ke kamar mandi sebelum dan selama menstruasi. Prostaglandin atau zat dengan struktur kimia yang menyerupai hormon akan menyebabkan kontraksi usus.

Karena itu, selama menstruasi kamu mungkin akan lebih sering buang air besar. Selain masalah pada usus, terdapat pula beberapa gejala yang menyertai, antara lain diare, mual dan sembelit.

Nyeri punggung bawah

Tanda mau menstruasi lainnya yang mungkin sering dirasakan oleh wanita adalah nyeri pada punggung bagian bawah. Kontraksi rahim dan perut yang dipicu oleh pelepasan prostaglandin juga dapat menyebabkan kontraksi otot terjadi di punggung bawah.

Perasaan sakit bisa terjadi dan mungkin juga akan mengalami nyeri punggung bahwa yang signifikan selama menstruasi. Sementara itu, beberapa orang mungkin mengalami ketidaknyamanan ringan atau perasaan mengganggu di bagian punggung.

Tanda mau menstruasi meliputi perubahan suasana hati

Gejala emosional PMS bisa lebih parah daripada gejala fisik pada beberapa orang. Karena itu, tanda mau menstruasi yang seringkali muncul adalah perubahan suasana hati, depresi, sifat lekas marah, dan kegelisahan.

Jika kamu merasa berada di tingkat emosional yang tidak stabil, seperti mudah sedih dan marah maka mungkin disebabkan oleh fluktuasi kadar estrogen serta progesteron dalam tubuh.

Estrogen dapat memengaruhi produksi serotonin dan endorfin perasaan nyaman di otak, menurunkan perasaan nyaman, serta meningkatkan depresi.

Bagi beberapa orang, progesteron mungkin memiliki efek menenangkan. Namun, jika kadar progesteron rendah, maka efek ini mungkin akan berkurang. Karena itu, periode menangis tanpa alasan dapat terjadi dan meningkatkan hipersensitivitas emosional.

Baca juga: Gejala-gejala Awal Kanker Serviks: Perdarahan Tidak Normal hingga Nyeri Panggul

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Medical News Today (2020), diakses 13 Januari 2021. How to tell that a period is coming
  2. Webmd (2020), diakses 13 Januari 2021. Signs Your Period Is Coming
  3. Healthline (2019), diakses 13 Januari 2021. 10 Signs Your Period Is About to Start
    Berita Terkait
    register-docotr