Covid-19

Vaksin AstraZeneca Dinilai Berisiko bagi Penerima di Bawah 30 Tahun, Apa Alasannya?

May 27, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Vaksin COVID-19 AstraZeneca kembali mendapat sorotan. Setelah beberapa kali sempat dihentikan pemakaiannya di beberapa negara, kali ini Inggris pun menyarankan agar vaksin ini tidak dipakai untuk orang dengan usia kurang dari 30 tahun.

Di Indonesia, Ketua Satuan Tugas COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban menyuarakan hal yang sama. Dirinya memakai data di Inggris yang mencatat 79 kasus pembekuan darah dari 20 juta dosis vaksin. 

“Tidak ada pengobatan atau vaksin yang bebas dari risiko. Bagi saya, AstraZeneca memberi lebih banyak manfaat daripada risiko. Namun, untuk di bawah usia 30, vaksin lain mungkin pilihan yang lebih baik,” tulis dia di akun Twitter pribadinya. 

Baca juga: Vaksin AstraZeneca Ditangguhkan di Beberapa Negara, Bagaimana dengan Indonesia?

Sekilas tentang vaksin AstraZeneca

Vaksin AstraZeneca diproduksi oleh perusahaan farmasi asal Inggris. Satuan penasihat strategis pakar imunisasi (SAGE) organisasi kesehatan dunia (WHO) secara khusus sudah mengeluarkan rekomendasi sementara penggunaan vaksin ini.

Dalam laman resmi WHO tersebut dikatakan kalau efikasi dari vaksin AZD1222 AstraZeneca ini memiliki efikasi sebesar 63,09 persen dalam melawan infeksi COVID-19 dengan gejala.

Meskipun vaksin ini belum direkomendasikan untuk penggunaan darurat oleh WHO, tapi vaksin ini sudah ditinjau oleh European Medicines Agency (EMA).

Kasus di Inggris

Pemerintah Britania Raya pada 7 April resmi melarang penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca pada mereka yang berusia kurang dari 30 tahun. Alasan utamanya adalah karena ada sindrom pembekuan darah yang langka yang disebabkan vaksin ini.

Regulator obat-obatan di Eropa dan Britania sudah mengkaji kasus pembekuan darah yang berhubungan dengan level trombosit yang rendah pada mereka yang baru saja disuntik vaksin ini.

Kedua regulator tersebut berkesimpulan jika vaksin AstraZeneca memungkinkan terjadinya pembekuan darah. Meskipun demikian, manfaat vaksin ini pada kebanyakan orang tetap saja mengalahkan segala risikonya yang ada.

Baca juga: Vaksin AstraZeneca Non batch CTMAV547 Tetap Digunakan, Bagaimana Faktanya?

Ada apa dengan orang yang berusia kurang dari 30 tahun?

Pada orang muda, khususnya yang berusia di bawah 30 tahun, risiko kesehatan yang dihasilkan dari infeksi COVID-19 tergolong rendah. Meskipun demikian, ada risiko pembekuan darah yang tinggi pada orang-orang yang lebih muda.

Oleh karena itu, UK Joint Committee on Vaccination and Immunisation (JCVI) menyatakan risiko dan manfaat pada kelompok usia ini sedikit seimbang. 

Artinya, pada orang di bawah 30 tahun, peluang vaksin menyebabkan reaksi pembekuan darah sedikit lebih tinggi ketimbang risiko sakit yang parah karena COVID-19.

AstraZeneca dan pembekuan darah

Berdasarkan data dari British Heart Foundation (BHF), hingga 12 Mei terdapat 309 kasus pembekuan darah yang dilaporkan terjadi setelah pemberian dosis pertama AstraZeneca di Britania Raya.

Pembekuan darah karena vaksin COVID-19 ini sendiri sebenarnya merupakan kasus yang langka. Jika dibandingkan dengan 32 juta orang yang sudah menerima dosis vaksin, 309 kasus ini termasuk angka yang kecil. Dari kasus tersebut terdapat 56 orang yang meninggal dunia.

Dari kasus pembekuan darah yang disebabkan oleh dosis vaksin AstraZeneca ini ditunjukkan dengan rendahnya trombosit di dalam darah. 

Trombosit sendiri merupakan bagian darah yang yang berperan dalam pembekuan darah. Level trombosit yang tidak normal atau rendah seperti temuan ini menunjukkan mekanisme pembekuan darah normal tidak bekerja dengan baik.

Reaksi imun yang tidak normal

Ada kemungkinan pembekuan darah ini disebabkan oleh reaksi imun yang tidak biasa yang dipicu oleh vaksin. Respons imun itu bisa jadi dipicu oleh protein spike, vektor atau kontaminan yang terdapat dalam vektor vaksin.

Vaksin AstraZeneca sendiri memang menggunakan adenovirus yang mengandung sandi DNA protein spike dari virus corona. Kemudian tubuh merespons spike protein ini ketika masuk vaksin disuntikkan. 

Meskipun demikian, segala kemungkinan di atas masih dikaji lebih lanjut oleh para peneliti. 

Demikianlah berbagai penjelasan tentang vaksin AstraZeneca yang memiliki risiko terhadap orang yang berusia kurang dari 30 tahun. Tapi, jangan takut untuk divaksin, ya!

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

register-docotr