Kesehatan Wanita

Sering Mengalami Gatal pada Klitoris? Ini Penyebabnya!

March 30, 2021 | Arianti Khairina | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Gatal ringan pada klitoris dapat terjadi karena peningkatan sensitivitas dari rangsangan seksual. Tapi gatal yang terus-menerus muncul di luar aktivitas seksual atau tidak kunjung sembuh mungkin menandakan infeksi.

Agar kamu lebih paham cara mengatasi gatal pada klitoris, simak ulasan berikut ini.

Apa itu klitoris? 

Melansir penjelasan laman Medical News Today, klitoris adalah bagian kecil dari organ kelamin wanita yang berada di atas bukaan vagina. Bagian klitoris ini sangat sensitif dan memiliki banyak ujung saraf, jadi ketika kamu merasakan gatal pada bagian klitoris, ini bisa sangat mengganggu.

Jika kamu merasakan gatal pada bagian ini, usahakan jangan digaruk dengan tangan kosong, apalagi yang masih kotor. Kondisi tersebut justru akan membuat kondisinya semakin parah. 

Baca juga: Wajib Tahu, Ini Faktor Penyebab dan Cara Mengatasi Ejakulasi Dini

Penyebab klitoris gatal 

Apa saja penyebab klitoris gatal? Berikut daftarnya:

Iritasi 

Klitoris sangat sensitif dan mengandung banyak ujung saraf. Jika ada sesuatu yang mengiritasi area tubuh ini, mungkin akan terasa gatal. Iritasi dapat terjadi akibat bahan tertentu yang terkandung dalam pakaian dalam, misalnya kain yang menimbulkan rasa gatal.

Selain itu, bisa juga dengan sabun cuci atau detergen baru. Seseorang dapat mencoba mengganti produk ini untuk melihat apakah iritasi atau rasa gatal pada klitoris akan hilang. 

Gairah seksual

Selama ada peningkatan gairah seksual, aliran darah ke klitoris akan meningkat. Efeknya, organ ini tampak membengkak dan membuatnya lebih rentan terhadap iritasi.

Terkadang, seseorang mungkin merasa gatal sementara sebelum, selama, atau setelah muncul gairah seksual. Gatal ini biasanya hilang dengan sendirinya dan tidak perlu dikhawatirkan.

Namun, kamu harus memperhatikan tanda dan gejala lain untuk memastikan bahwa rasa gatal tersebut bukan karena infeksi.

Vaginosis bakterialis

Jika kadar bakteri di vagina menjadi tidak seimbang, kondisi tersebut bisa menyebabkan infeksi yang disebut vaginosis bakterialis. Dokter tidak mengetahui penyebab pasti dari vaginosis bakterialis, tetapi faktor-faktor berikut dapat meningkatkan risiko seseorang terkena infeksi:

  • Berhubungan seks, terutama dengan pasangan baru
  • Memiliki banyak pasangan seksual
  • Douching

Bakteri vaginosis dapat menyebabkan gatal-gatal pada klitoris dan area sekitar vagina. Gejala umum lainnya termasuk:

  • Sensasi terbakar saat buang air kecil
  • Nyeri atau sensasi terbakar di vagina
  • Keputihan berwarna abu-abu atau putih
  • Muncul bau tak sedap, terutama setelah berhubungan seks

Apabila kamu curiga mengalami vaginosis bakterialis, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Infeksi jamur

Infeksi jamur vagina dapat membuat klitoris dan bagian lain dari vulva sangat gatal. Gejala lain dari infeksi jamur vagina yang memengaruhi vagina dan vulva yaitu:

  • Sensasi terbakar
  • Kemerahan dan bengkak
  • Nyeri saat buang air kecil dan berhubungan seks
  • Keputihan kental berwarna putih tetapi tidak berbau

Pertumbuhan berlebih jamur yang disebut Candida dapat menyebabkan infeksi ini. Mereka yang lebih berisiko terkena infeksi jamur vagina adalah: 

  • Memiliki riwayat diabetes
  • Sedang hamil
  • Menggunakan alat kontrasepsi yang meningkatkan kadar estrogen
  • Douche atau menggunakan bahan kimiawi untuk membersihkan vagina
  • Minum antibiotik tertentu baru-baru ini
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah

Lichen sclerosus

Lichen sclerosus adalah kelainan kulit tidak menular yang menyerang alat kelamin. Penyakit ini juga bisa melibatkan kulit di sekitar payudara, tubuh bagian atas, dan bagian atas lengan.

Meskipun penyebab lichen sclerosus tidak diketahui, para ahli percaya bahwa hal itu mungkin terjadi karena beberapa hal berikut ini:

  • Perubahan hormon
  • Genetika
  • Kerusakan kulit karena cedera
  • Memiliki sistem kekebalan yang terlalu aktif

Perlu kamu ketahui bahwa lichen sclerosus lebih sering menyerang wanita daripada pria. Kasus ini juga lebih jarang terjadi pada anak-anak. Biasanya terjadi setelah menopause.

Gangguan gairah genital yang persisten

Gangguan gairah genital persisten adalah sensasi gairah seksual yang berlangsung lama tanpa rangsangan seksual. Ini jauh lebih umum di antara wanita daripada pria.

Berikut ini beberapa gejala yang dialami apabila kamu merasa adanya gangguan gairah genital yang persisten: 

  • Gatal
  • Sensasi terbakar
  • Denyutan
  • Perasaan geli
  • Peningkatan tekanan di alat kelamin
  • Kontraksi di vagina

Eksim kulit kelamin

Gejala eksim genital dapat memengaruhi vulva, serta kulit di sekitar anus dan bokong. Gejala yang mungkin muncul di antaranya:

  • Gatal
  • Ruam merah atau bercak nyeri di kulit
  • Retakan tipis di kulit
  • Kulit menangis, berkerak, atau kering
  • Sensasi menyengat atau terbakar

Infeksi menular seksual

Gatal pada klitoris dan area genital dapat menandakan infeksi menular seksual. Gejala umum infeksi menular seksual lainnya dapat meliputi:

  • Nyeri saat buang air kecil
  • Frekuensi buang air kecil lebih banyak dari kebanyakan orang normal
  • Keputihan atau bau yang tidak biasa
  • Kemerahan di sekitar alat kelamin
  • Sakit perut
  • Perdarahan anal
  • Luka dan kutil di sekitar organ kelamin

Kanker vulva

Gatal pada klitoris terkadang bisa menjadi gejala kanker vulva. Kanker ini tepatnya berkembang di area vulva, yaitu bagian terluar dari vagina. Pada bagian vulva luar ini termasuk bibir dalam dan luar vagina, klitoris, dan bukaan vagina.

Gejala lain bergantung pada jenis kanker vulva, dan umumnya menampilkan gejala seperti berikut ini: 

  • Area kulit di vulva yang terlihat berbeda dari area sekitarnya misalnya, tampak lebih terang, lebih gelap, atau lebih tebal
  • Kulit yang tampak merah atau merah muda dibandingkan dengan daerah sekitarnya
  • Perdarahan atau keputihan yang tidak biasa
  • Luka terbuka yang tidak kunjung sembuh
  • Benjolan di vulva
  • Perubahan tahi lalat di area genital 

Cara mengatasi jika klitoris terasa gatal

Pilihan pengobatan untuk klitoris yang gatal akan tergantung pada penyebab gatal yang mendasari.

Dokter mungkin meresepkan krim atau salep untuk mengobati lichen sclerosus. Perawatan topikal ini dapat meredakan sensasi gatal serta mengobati kondisi tersebut.

Apabila gatal pada klitoris disebabkan oleh reaksi alergi, kamu harus berhenti menggunakan produk apapun yang menyebabkan reaksi tersebut. 

Alternatif lainnya mungkin juga perlu menggunakan krim kortison yang dijual bebas untuk mengurangi iritasi dan gatal. Jangan lupa untuk konsultasi ke dokter agar pengobatannya lebih tepat, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Medicalnewstoday.com (2019) diakses pada 29 Maret 2021. What can cause clitoris itching?
  2. Healthline.com (2019) diakses pada 29 Maret 2021. What Causes Clitoris Itching? 
    register-docotr