Kesehatan Wanita

Polip Rahim: Kenali Penyebab, Risiko, dan Komplikasi yang Menyertainya

February 4, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Polip rahim adalah pertumbuhan yang tidak wajar dari sel-sel di dinding bagian dalam rahim.

Dikenal juga sebagai polip endometrium, kenali fakta-fakta seputar polip rahim, mulai dari penyebab, risiko, sampai komplikasi yang mungkin terjadi lewat ulasan berikut ini.

Baca juga: Tak Cuma soal Keturunan, Kenali Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia

Fakta medis tentang polip rahim

Dilansir dari Clevelandclinic.org, polip rahim terbentuk oleh pertumbuhan jaringan endometrium yang berlebihan. Bentuknya bisa bulat atau lonjong, dan melekat pada dinding rahim dengan ukuran sebesar biji wijen, bola golf, atau bahkan lebih besar dari itu.

Polip rahim paling sering terjadi pada wanita yang sedang mengalami atau telah menyelesaikan menopause. Meski biasanya tidak mengakibatkan kanker, tetapi polip rahim dapat menyebabkan masalah menstruasi, dan gangguan kesuburan.

Penelitian tentang penyebab polip rahim

Hingga saat ini, para ahli belum tahu apa penyebab pasti dari polip rahim. Namun perubahan kadar hormon yang terjadi pada wanita setiap bulan, dipercaya berperan besar dalam menyebabkan kondisi ini.

Saat setiap bulan kadar estrogen wanita naik turun, lapisan rahim akan menebal kemudian lepas selama menstruasi. Inilah yang menjadi momen terbentuknya polip, terutama ketika terlalu banyak lapisan yang tumbuh di dalam jaringan rahim.

Polip rahim lebih sering menyerang wanita di usia paruh baya, terutama jika kamu memiliki tekanan darah tinggi. Hal ini salah satunya terbukti lewat studi NCBI, yang melibatkan 245 pasien polip rahim dalam masa menopause.

Hasilnya menunjukkan bahwa hipertensi yang terkait dengan obesitas merupakan faktor penting yang menyebabkan polip rahim. Hubungan antara kedua hal tersebut tercatat pada 30 persen wanita pascamenopause yang diperiksa.

Gejala Polip Uterus

Dilansir dari Mayoclinic, penderita polip rahim mungkin tidak akan menunjukkan gejala apa pun, terutama jika ia hanya memiliki 1 polip, atau polipnya berukuran kecil.

Tapi pada beberapa kasus, gejala polip rahim yang paling umum adalah periode menstruasi yang tidak teratur. Adapun beberapa ciri lain adalah:

  1. Perdarahan di antara periode menstruasi,
  2. Darah menstruasi yang keluar terlalu banyak (menorrhagia),
  3. Perdarahan vagina setelah menopause
  4. Kesulitan hamil.

Baca juga: Makanan Penyubur Kandungan? Ada, Konsumsi 6 Jenis Ini

Komplikasi yang bisa terjadi

Polip rahim bisa menyebabkan masalah kesuburan, yang menghambat kemampuan kamu untuk hamil, atau bahkan memperbesar risiko terjadinya keguguran.

Hal ini bisa terjadi karena polip dapat mencegah telur yang telah dibuahi menempel ke rahim, atau menghalangi saluran tuba maupun leher rahim.

Selain itu, meski kebanyakan polip rahim bersifat jinak atau tidak menyebabkan kanker, tetapi beberapa mungkin berubah menjadi kanker di kemudian hari.

Kondisi yang disebut dengan polip prakanker ini berisiko lebih tinggi jika kamu telah mengalami menopause.

Diagnosis polip rahim

Dokter akan melakukan beberapa tes untuk memeriksa polip di dalam rahim dengan beberapa cara meliputi:

  1. USG transvaginal
  2. Sonohisterografi dengan memasukkan cairan khusus untuk memperluas rahim agar menghasilkan gambar USG yang lebih jelas.
  3. Histeroskopi, dokter meneropong rahim melalui vagina dan leher rahim menggunakan teleskop khusus
  4. Biopsi endometrium, untuk mengambil selembar jaringan dari lapisan rahim dan diuji ke laboratorium
  5. Kuretase, pembedahan untuk mendapatkan potongan polip atau jaringan di rahim.

Penanganan yang dapat dilakukan

Polip berukuran kecil terkadang bisa hilang tanpa pengobatan. Namun dokter akan terus memantaunya, untuk memastikan ukurannya tidak bertambah besar.

Jika kamu memiliki gejala, dokter akan memberikan perawatan medis untuk menghilangkan polip melalui beberapa metode seperti:

Pemberian obat-obatan

Progestin dan agonis hormon pelepas gonadotropin, adalah jenis obat yang diharapkan dapat mengecilkan polip dan meredakan gejala seperti perdarahan hebat.

Pembedahan

Alih-alih membuat sayatan di perut, dokter bisa memasukkan kuret atau alat bedah lain melalui vagina dan leher rahim untuk mengeluarkan polip.

Namun apabila polip yang ditemukan ternyata memiliki sel kanker, kamu akan memerlukan pembedahan yang disebut histerektomi untuk mengangkat seluruh rahim.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar info sehat lainnya? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Uterine polyps, https://www.healthline.com/health/uterine-polyp-removal#methods diakses pada 3 Februari 2021

Uterine polyps https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/uterine-polyps/symptoms-causes/syc-20378709 diakses pada 3 Februari 2021

Endometrial polyps. A clinical study of 245 cases https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/10326632/ diakses pada 3 Februari 2021

Uterine polyps https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14683-uterine-polyps diakses pada 3 Februari 2021

Uterine polyps, https://www.webmd.com/cancer/cervical-cancer/uterine-polyps#1 diakses pada 3 Februari 2021

 

    register-docotr