Kesehatan Wanita

Jangan Bingung! Ini Perbedaan Antara PMS dan Tanda Awal Kehamilan

September 12, 2020 | Fitri Chaeroni | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Premenstrual syndrome atau PMS memiliki beberapa kemiripan dengan tanda awal kehamilan. Termasuk di antaranya seperti kram perut dan nyeri payudara.

Hal ini bisa membuat wanita bingung untuk membedakan keduanya. Apalagi bagi mereka yang belum pernah merasakan kehamilan sebelumnya.

Jika kamu kini dalam masa menanti masa kehamilan dan masih tak punya petunjuk apapun soal tanda awal kehamilan, mari pelajari perbedaan tanda awal kehamilan dengan PMS!

Apa itu PMS?

Premenstrual syndrome (PMS) adalah sekumpulan gejala yang terjadi sebelum periode menstruasi. Gejalanya biasanya akan dimulai sekitar dua minggu sebelum permulaan perdarahan menstruasi.

Gejala PMS dan kehamilan dapat bervariasi pda masing-masing wanita, tetapi gejala yang sering ditemukan termasuk nyeri pada payudara, kram, dan perubahan suasana hati.

Perbedaan PMS dan tanda awal kehamilan

PMS menyebabkan beberapa gejala yang sangat mirip dengan tanda awal kehamilan. Akibatnya, beberapa wanita mengalami kesulitan menentukan apakah mereka hamil atau itu hanya tanda PMS.

Berikut beberapa hal yang membedakan gejala PMS dengan tanda awal kehamilan yang harus kamu tahu:

1. Kram perut

Tanda kehamilan: Kram perut pada awal kehamilan terasa lebih ringan ketimbang saat PMS. Rasa nyerinya bisa kamu rasakan di perut bagian bawah atau di area punggung bawah.

Kamu bisa mengalami kram selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan saat hamil. Jika kamu hamil dan kram ini disertai dengan perdarahan atau cairan encer, segera temui dokter.

PMS: Kram perut saat PMS atau dismenore memang jadi masalah banyak wanita saat akan mens. Kondisi ini biasanya terjadi antara 24 sampai 28 jam sebelum perdarahan menstruasi dimulai.

Kram menstruasi sering kali berkurang setelah kehamilan pertama atau seiring bertambahnya usia. Beberapa wanita juga akan mengalami lebih banyak kram saat mereka mulai memasuki masa menopause.

Baca Juga : 5 Tips Mengatasi PMS dengan Cara Alami: Kompres Hangat hingga Yoga

2. Perdarahan atau flek

Tanda kehamilan: Pada sebagian kasus, awal kehamilan kerap ditandai dengan munculnya bercak yang berwarna merah muda atau cokelat tua. Kondisi ini terjadi antara 10-14 hari setelah pembuahan.

Namun perdarahannya tak cukup banyak sampai membasahi sebuah pembalut. Bercak biasanya berlangsung hanya satu atau dua hari, jadi lebih pendek dari periode normal.

PMS: Sementara itu, pada PMS bercak semacam itu tidak terjadi. Perdarahan akan mulai terjadi pada hari pertama menstruasi dan alirannya terasa deras pada di awal periode.

3. Nyeri payudara

Tanda kehamilan: Pada masa awal kehamilan, payudara kamu bisa terasa sakit, sensitif, dan lembut saat disentuh. Selain itu payudara juga terasa lebih penuh dan berat.

Kelembutan dan pembengkakan ini biasanya akan terjadi satu hingga dua minggu setelah kamu hamil. Hal ini terjadi karena lonjakan hormon progesteron saat kamu hamil.

PMS: Sementara saat PMS, pembengkakan dan nyeri payudara kerap kali terjadi pada paruh kedua siklus menstruasi. Jaringan payudara mungkin terasa bergelombang dan padat, terutama di bagian luarnya. 

Kamu juga mungkin merasakan payudara penuh dengan kelembutan dan nyeri yang berat dan tumpul. Nyeri sering kali membaik selama menstruasi atau setelahnya, karena kadar progesteron menurun.

4. Perubahan suasana hati

Tanda kehamilan: Perubahan mood bisa terjadi dari awal hingga kamu melahirkan. Ibu hamil kerap kali lebih emosional selama mengandung. Mood swing bisa terjadi secara ekstrem.

Kamu mungkin akan sangat bahagia lalu menjadi sangat sedih dan menangis. Jika kamu khawatir tentang gejala ini dan merasa mungkin mengalami depresi, pastikan untuk berbicara dengan dokter. Depresi selama kehamilan adalah hal biasa, dan itu dapat diobati.

PMS: Ungkapan wanita jadi lebih galak saat mendekati masa mens memang benar adanya.

Kamu jadi lebih mudah tersinggung dan gampang galau tiba-tiba. Namun gejala ini biasanya mereda dan hilang saat menstruasi datang.

Baca Juga : Sering Moody saat PMS? Pahami Penyebabnya Ladies!

5. Mual atau muntah

Tanda kehamilan: Rasa mual dan muntah memang jadi salah satu tanda khas dari awal kehamilan. Istilahnya adalah morning sickness, karena mualnya kerap kali muncul saat pagi hari.

Terlepas dari namanya, morning sickness bisa terjadi kapan saja sepanjang hari. Namun, tidak semua wanita mengalami morning sickness.

PMS: Gejala mual sebelum menstruasi merupakan gejala yang sangat langka dan jarang terjadi. Namun, beberapa ketidaknyamanan pencernaan seperti mual dapat menyertai gejala PMS.

Baca Juga : Ini 9 Tanda Hamil Sebelum Telat Haid, Sebagian Mirip PMS Lho!

Tanda khas awal kehamilan yang umum terjadi

Selain beberapa gejala di atas, sebenarnya ada beberapa tanda yang sangat khas pada awal kehamilan.

Tanda khas ini bisa membuat kamu mempermudah membedakan tanda PMS dan awal kehamilan. Di antaranya:

  • Periode menstruasi yang terlambat
  • Perubahan pada puting dan areola (area sekitar puting) menjadi lebih gelap dan lebih melebar
  • Keputihan, peningkatan produksi estrogen selama kehamilan dapat menyebabkan peningkatan keputihan putih susu

Demikian informasi tentang perbedaan tanda awal kehamilan dan PMS. Supaya lebih pasti, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan dengan testpack, ya!

Konsultasi kesehatan bisa ditanyakan pada dokter ahli di Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline. Diakses pada 10 September 2020. PMS Symptoms vs. Pregnancy Symptoms

E-Medicine Health. Diakses pada 10 September 2020. PMS vs. Pregnancy Symptoms and Signs

Medical News Today. Diakses pada 10 September 2020. How to tell the difference between PMS and pregnancy symptoms

Medicine Net. Diakses pada 10 September 2020. PMS vs. Pregnancy: How to Tell the Difference

    Berita Terkait
    register-docotr