Kesehatan Wanita

Daftar Makanan saat Haid yang Baik Dikonsumsi, Apa Saja?

April 14, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Ketika haid, tak jarang wanita mengalami gejala yang tidak nyaman seperti kram perut, perut kembung, serta nyeri perut. Tahukah kamu tenyata terdapat makanan saat haid yang baik dikonsumsi?

Ya, beberapa makanan dianggap dapat membantu meredakan gejala haid. Sementara itu, juga terdapat makanan yang dikatakan justru dapat memperburuk gejala haid dan sebaiknya harus dihindari konsumsinya.

Lalu, apa saja makanan yang baik dan tidak baik dikonsumsi saat haid Untuk mengetahui jawabannya, yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Baca juga: Ingin Periode Saat Haid Cepat Selesai? Ini 5 Tipsnya!

Makanan saat haid yang baik dikonsumsi

Berikut ini adalah makanan yang baik dikonsumsi pada saat haid yang penting untuk diketahui:

1. Buah-buahan

Buah-buahan yang tinggi akan kandungan air, seperti semangka dapat membantu tubuh tetap terhidrasi dengan baik pada saat haid. Pada saat atau menjelang haid, terkadang keinginan untuk makan-makanan manis dapat meningkat.

Nah, mengonsumsi buah-buahan manis merupakan cara yang lebih baik dibandingkan dengan mengonsumsi makanan manis dengan tambahan gula rafinasi. Sebab, gula rafinasi dapat menyebabkan kadar glukosa melonjak kemudian turun.

2. Sayuran berdaun hijau

Tak hanya buah-buahan, sayuran adalah makanan yang juga baik untuk dikonsumsi saat haid. Pada saat menstruasi atau haid, tak jarang kadar zat besi dapat menurun, terutama jika aliran darah haid sedang deras.

Ketika hal ini terjadi, ini dapat menyebabkan kelelahan, nyeri pada tubuh, hingga pusing.

Nah, sayuran berdaun hijau, seperti kale atau bayam dapat meningkatkan kadar zat besi dalam tubuh. Tak hanya itu, bayam juga memiliki kandungan magnesium yang tinggi.

Sebuah studi pada tahun 2018 menemukan bahwa diet vegetarian dan konsumsi buah dan sayuran berkaitan dengan penurunan risiko kram menstruasi.

3. Asam lemak omega-3

Dikutip dari Medical News Today, asam lemak omega-3 dapat membantu mengurangi peradangan pada tubuh, serta dapat membantu mengatasi nyeri haid.

Omega-3 sendiri tersedia dalam suplemen atau makanan tertentu. Adapun beberapa makanan yang mengandung omega-3 di antaranya adalah:

  • Salmon
  • Tuna
  • Sarden
  • Biji chia
  • Walnut
  • Kedelai

4. Makanan mengandung zat besi

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa haid rentan menyebabkan kadar zat besi turun. Pada seseorang yang mengalami haid yang berlangsung berat, ini dapat menyebabkan anemia.

Menurut National Institutes of Health, wanita dengan menstruasi yang berat (menorrhagia) rentan mengalami kehilangan zat besi lebih banyak selama siklus menstruasi.

Sementara itu, sebuah studi pada tahun 2013 menemukan bahwa partisipan yang mengonsumsi lebih banyak zat besi non-heme atau zat besi yang berasal dari makanan nabati, memiliki risiko gejala terkait haid yang lebih rendah.

Berikut ini adalah daftar makanan yang tinggi akan kandungan zat besi:

  • Tiram
  • Daging atau hati sapi
  • Tahu
  • Bayam
  • Sarden

5. Cokelat hitam (dark chocolate)

Selain nikmat, cokelat hitam juga kaya akan kandungan zat besi dan magnesium. Bahkan 100 gram batang dari sekitar 70-85 persen cokelat hitam mengandung sekitar 67 persen recommended daily intake (RDI) untuk zat besi dan 58 persen RDI untuk magnesium.

Sebuah studi pada tahun 2010 juga menemukan bahwa magnesium dapat membantu mengurangi keparahan gejala premenstrual syndrome (PMS).

Makanan yang sebaiknya dihindari saat haid

Beberapa makanan memang baik dikonsumsi pada saat haid. Namun, terdapat juga makanan yang sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi ketika kamu sedang haid.

Diyakini bahwa makanan tersebut dapat memperburuk gejala haid. Berikut daftarnya:

1. Makanan yang diproses (processed food)

Makanan yang diproses, seperti makanan kaleng atau daging olahan dapat memperburuk gejala kembung dan retensi air.

2. Makanan pedas

Makanan pedas memang selalu menggugah selera, namun sebaiknya ketika sedang haid hindari konsumsi makanan pedas berlebihan, ya. Sebab, makanan pedas berisiko menyebabkan perut kembung.

Tak hanya itu, makanan pedas juga berisiko menyebabkan sakit perut hingga diare.

3. Daging merah

Makanan yang sebaiknya dihindari selanjutnya saat haid adalah daging merah. Selama haid, tubuh memproduksi prostaglandin. Senyawa ini menyebabkan rahim berkontraksi dan meluruhkan lapisan rahim.

Meskipun demikian, kadar prostaglandin yang tinggi justru dapat menyebabkan kram haid.

Pada dasarnya, daging merah memiliki kandungan zat besi yang tinggi, tetapi juga mengandung prostaglandin yang tinggi.  Maka dari itu, sebaiknya hindari konsumsi daging merah berlebihan saat haid.

Baca juga: Ladies, Ini 8 Makanan yang Harus Dihindari saat Menstruasi

4. Terlalu banyak gula

Konsumsi gula secara berlebihan dapat menyebabkan lonjakan energi yang diikuti dengan penurunan secara tiba-tiba. Ini dapat memperburuk suasana hati. Sebaiknya, perhatikan asupan gula selama menstruasi.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai daftar makanan yang baik dan tidak baik dikonsumsi saat haid. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai makanan apa yang harus dikonsumsi dan sebaiknya dihindari saat haid, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Flo (2020). Diakses pada 09 April 2021. Which Foods to Eat and Avoid During Your Period

Healthline (2019).  Diakses pada 09 April 2021. 16 Foods to Eat (and Some to Avoid) During Your Period

Medical News Today (2020). Diakses pada 09 April 2021. What should you eat on your period?

NCBI (2018). Diakses pada 09 April 2021. Lifestyle and prevalence of dysmenorrhea among Spanish female university students

NCBI (2010). Diakses pada 09 April 2021. Evaluating the effect of magnesium and magnesium plus vitamin B6 supplement on the severity of premenstrual syndrome

NIH (2021). Diakses pada 09 April 2021. Iron

Oxford Academic (2013).  Diakses pada 09 April 2021. Intake of Selected Minerals and Risk of Premenstrual Syndrome

 

    register-docotr