Kesehatan Wanita

Keputihan

September 13, 2020 | Putri Prima Soraya | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Keputihan adalah kondisi umum yang dapat menyerang wanita di seluruh dunia. Meskipun umumnya kondisi tersebut bukanlah kondisi penyakit yang serius, bisa saja pada beberapa wanita keputihan merupakan tanda terjadinya infeksi.

Jika sudah infeksi, kondisi ini dapat menyebabkan lendir tersebut berbau, gatal sehingga menyebabkan kondisi tidak nyaman pada beberapa wanita.

Apa itu keputihan?

Keputihan adalah kondisi di mana terdapat cairan lendir berwarna keputihan, kekuningan, atau kehijauan pada vagina. Hal ini dapat menjadi suatu kondisi normal, tetapi dapat juga menjadi suatu tanda adanya infeksi atau kondisi lainnya.

Pada kondisi normal, ini berguna bagi tubuh untuk mempertahankan vagina yang sehat dan membersihkan mikroorganisme yang berbahaya.

Selain itu, juga untuk mengeluarkan sel-sel mati dari saluran reproduksi, menjaga keseimbangan kimia dan menjaga fleksibilitas otot-otot vagina.

Namun saat infeksi, lendir akan muncul dalam jumlah volume yang lebih banyak dan terjadi perubahan warna serta berbau busuk dan menyengat.

Keluarnya lendir ini dapat terjadi dalam beberapa bulan hingga satu tahun pada kondisi normal. Keputihan saat hamil normal terjadi hingga menjelang kelahiran.

Baca juga: Kemaluan Sering Gatal Bisa Jadi Tanda Keputihan, Yuk Ketahui Penyebabnya

Apa penyebab keputihan?

Terdapat beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab keputihan pada wanita, di antaranya adalah:

  • Pertumbuhan bakteri pada vagina
  • Ketidakseimbangan pH pada vagina
  • Asupan junk food berlebihan
  • Konsumsi makanan berminyak, pedas dan tidak sehat berlebihan
  • Ketidakseimbangan hormon
  • Kegemaran berlebihan dalam aktivitas seksual
  • Mengikuti diet dan gaya hidup yang tidak benar selama siklus menstruasi
  • Tidak menjaga kebersihan vagina
  • Mengonsumsi alkohol dan merokok
  • Penggunaan antibiotik
  • Penggunaan pil KB
  • Menderita penyakit diabetes
  • Menurunnya sistem kekebalan tubuh, misalnya pada kondisi penyakit HIV
  • Terdapat iritasi di dalam atau sekitar vagina

Jika terjadi infeksi, kemungkinan adalah karena munculnya mikroorganisme di bawah ini:

1. Jamur

Candida, sejenis jamur yang merupakan bagian dari flora normal kulit manusia tetapi juga dapat menyebabkan infeksi.

2. Bakteri gardnerella

Mikroorganisme ini termasuk dalam jenis bakteri yang ditemukan secara normal di saluran genital wanita yang merupakan penyebab vaginosis bakteri.

3. Parasit trichomonas

Merupakan jenis protozoa, suatu organisme yang terdiri dari satu sel. Infeksi parasit ini seringkali menimbulkan resistensi dalam pengobatan.

Jika kamu mengalami kondisi keputihan, kamu perlu untuk menjalani diagnosis klinis untuk mengetahui penyebab, mengapa kamu mengalami kondisi tersebut. Mengetahui penyebab yang muncul dapat membantu dokter untuk menentukan jenis pengobatan yang sesuai.

Pengobatan umumnya ditujukan untuk menghilangkan penyebab yang mendasarinya dan biasanya kamu juga akan diberikan obat antimikroba oleh dokter.

Bagaimana cara mengatasi dan mengobati keputihan?

Ketika kamu mengalami keputihan gatal dan berlebih sebaiknya atasi dengan beberapa langkah berikut ini:

  1. Selalu jaga kebersihan area genital agar tetap kering
  2. Jangan asal menggunakan pembersih alat kelamin wanita. Sebaiknya segera tanyakan pada dokter produk yang tepat
  3. Sangat tidak dianjurkan untuk menggunakan semprotan higienis, wewangian, atau bedak di area genital
  4. Konsumsi yoghurt
  5. Kenakan celana berbahan katun, hindari celana dalam yang terlalu ketat
  6. Setelah berkemih, bersihkan vagina dari depan ke belakang, agar bakteri tidak masuk ke dalam vagina
  7. Bila keputihan abnormal berlangsung lebih dari seminggu, apalagi disertai dengan luka, gatal, pembengkakan, segeralah temui dokter

Apa saja obat yang biasa digunakan?

Ada beberapa pilihan obat yang bisa kamu gunakan untuk mengatasi keputihan gatal, mulai dari yang alami hingga yang medis.

Obat keputihan alami

Sebelum memutuskan untuk melakukan pengobatan medis, terdapat beberapa pengobatan alami yang dapat membantu mengurangi atau pun mengobati gejala keputihan. Pengobatan yang dapat dipilih di antaranya adalah:

1. Tea tree oil

Tea tree oil memiliki sifat antibakteri dan antijamur yang kuat yang dapat membantu mengobati keputihan bau akibat bakteri. Pengobatan dapat dilakukan dengan mengencerkan tea tree oil dengan minyak pembawa seperti minyak kelapa, almond manis, atau minyak zaitun.

Menurut hasil penelitian Antimicrob Agents Chemotherapy , tea tree oil terbukti dapat mengatasi keluhan bau dan gatal pada organ intim.

2. Bawang putih

Bawang putih memiliki sifat antibakteri yang kuat dan telah lama digunakan sebagai obat rumahan untuk vaginosis bakteri.

Menurut penelitian Iran Red Crescent Med J pada 2014, membuktikan bahwa mengonsumsi tablet suplemen bawang putih bisa menjadi pilihan untuk mengobati bakteri vaginosis.

3. Yoghurt

Yoghurt adalah probiotik alami. Ini berarti ada banyak bakteri sehat di dalamnya. Mengonsumsi yogurt dapat membantu menambah bakteri sehat kembali ke dalam tubuh.

Ini membantu membuat kondisi bakteri yang seimbang pada vagina, dan dapat membantu melawan bakteri jahat pemicu keputihan gatal.

Baca juga: Cara Mengatasi Keputihan yang Tidak Normal dengan Tepat

Obat keputihan di apotik

Pada kondisi normal, keputihan tidak memerlukan penanganan medis. Kondisi ini dapat diatasi dengan membersihkan area kewanitaan secara rutin dan perubahan gaya hidup yang sesuai.

Sementara pada kondisi abnormal memerlukan pengobatan medis agar tidak mengganggu aktivitas dan menghilangkan kondisi tidak nyaman yang disebabkan oleh keputihan.

Bagaimana cara mencegah keputihan?

Ada beberapa tips yang dapat kamu lakukan untuk mencegah infeksi vagina yang dapat menyebabkan keputihan yang tidak normal, yaitu:

1. Menjaga kebersihan vagina

Kamu dapat mencuci vagina secara teratur dengan sabun lembut dan air bersih.

2. Perhatikan kandungan sabun pembersih vagina

Saat ini, telah banyak produk pembersih vagina, tapi kamu harus memerhatikan kandungannya. Jangan pernah gunakan sabun dengan kandungan pewangi dan pemutih. Hindari juga mandi dengan terlalu banyak busa untuk membersihkan area vagina.

3. Bersihkan area vagina dengan arah yang tepat

Selalu bersihkan area vagina dari depan ke belakang untuk mencegah bakteri masuk ke dalam vagina dan menyebabkan infeksi.

4. Pilih pakaian dalam yang tepat

Kamu disarankan untuk mengenakan pakaian dalam berbahan katun 100 persen, dan sebaiknya hindari pakaian yang terlalu ketat.

5. Lakukan pemeriksaan rutin

Mungkin ini masih terdengar tabu buat kamu. Tapi memeriksakan kesehatan vagina secara rutin sangat dianjurkan untuk dilakukan, agar dapat mendeteksi dini jika terdapat infeksi atau kelainan pada area kewanitaan.

Diagnosis dan pemeriksaan keputihan gatal

Dokter akan mengajukan berbagai pertanyaan untuk membantu menentukan penyebab kondisi ini. Termasuk pertanyaan tentang penggunaan antibiotik, pasangan seksual, gejala menopause dan gejala diabetes serta perubahan dalam kesehatan atau gaya hidup.

Pemeriksaan dapat pula dilakukan dengan melihat kondisi cairan yang keluar saat mengalami kondisi ini, berikut penjelasannya:

1. Cairan berwarna cokelat disertai keluarnya darah

Kondisi ini disebabkan oleh siklus menstruasi yang tidak teratur. Kondisi ini bisa saja menjadi tanda kasus yang lebih serius seperti kanker pada rahim ataupun leher rahim.

2. Cairan berwarna kelabu atau kuning

Jika keputihan gatal diikuti warna cairan berwarna kelabu atau kuning biasanya disebabkan oleh penyakit gonorrhea. Biasanya kondisi ini diikuti gejala lainnya seperti pendarahan saat menstruasi dan sakit pada panggul.

3. Cairan berwarna kuning atau hijau dengan bau menyengat

Kondisi ini merupakan pertanda komplikasi penyakit trikomoniasis. Pada kasus ini, terdapat beberapa gejala lainnya yang mungkin saja terjadi seperti sakit dan gatal saat sedang buang air kecil.

4. Cairan berwarna putih, kental dan berbau

Keputihan gatal diikuti cairan berwarna putih, kental dan berbau dapat menjadi pertanda bahwa adanya infeksi jamur pada vagina. Umumnya vagina juga mengalami pembengkakan, gatal dan nyeri saat berhubungan seksual.

5. Cairan berwarna pink

Umumnya cairan jenis ini terjadi saat setelah wanita melahirkan.

6. Cairan berwarna putih, abu atau kuning dengan bau menyengat

Penyakit ini biasanya disebabkan oleh penyakit vaginosis bakterialis. Gejala lainnya yang dapat menyerang seseorang dengan kondisi ini adalah gatal, rasa terbakar, kemerahan dan bengkak pada daerah vagina.

Itulah beberapa poin penting mengenai keputihan yang sebaiknya kamu ketahui. Meskipun merupakan kondisi umum, keputihan gatal dapat juga menjadi tanda untuk mengetahui adanya infeksi pada organ reproduksi.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

register-docotr