Kesehatan Wanita

Ini Alasan Mengapa Wanita Lebih Berisiko Terkena Serangan Jantung

October 1, 2020 | Arianti Khairina | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Di seluruh dunia, penyakit jantung dan serangan jantung menjadi salah satu penyebab kematian terbesar. Penyakit ini juga ternyata lebih berisiko menyerang wanita ketimbang pria.

Baca Juga: Gejala Serangan Jantung pada Pria dan Wanita, Serta Cara Mencegahnya

Wanita dan serangan jantung

Dilansir dari Texas Heart Institute, gejala serangan jantung pada wanita mungkin berbeda dengan yang dialami pria. Banyak wanita yang tidak mengetahui bahwa dirinya mengalami serangan jantung.

Hal itu disebabkan karena wanita cenderung merasakan sensasi seperti terbakar di bagian perut dan mungkin mengalami pusing, sakit perut, dan berkeringat. 

Tetapi sayangnya wanita pada umumnya tidak merasakan nyeri khusus di bagian kiri dada, oleh sebab itu banyak yang mengabaikan gejala serangan jantung. 

Melansir penjelasan University of Ottawa Heart Institute, wanita umumnya memiliki detak jantung yang lebih tinggi dan jantung serta arteri yang lebih kecil daripada milik pria.

Mereka memiliki lebih sedikit penumpukan plak di arteri, dan plak yang mereka miliki cenderung berperilaku berbeda.

Sementara hormon pria memperbesar arteri, hormon wanita justru membuatnya lebih kecil. Kondisi ini yang kemudian membuat arteri wanita lebih rentan terhadap pembekuan atau penyumbatan darah dan lebih sulit untuk diperbaiki.

Faktor penyakit jantung dan serangan jantung pada wanita

Melansir Mayo Clinic, beberapa faktor risiko untuk penyakit arteri koroner seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan obesitas dapat memengaruhi wanita dan pria. Tetapi faktor lain dapat memainkan peran yang lebih besar dalam perkembangan penyakit jantung pada wanita.

Berikut ini beberapa faktor penyakit jantung dan serangan jantung pada wanita melansir dari Mayo Clinic

1. Diabetes

Wanita yang memiliki penyakit diabetes lebih besar kemungkinan akan mengalami penyakit jantung daripada pria dengan diabetes. Selain itu, lebih bahayanya lagi penyakit diabetes juga dapat membuat kamu mengalami serangan jantung tanpa gejala.

2. Stres mental dan depresi

Stres dan depresi memengaruhi hati wanita lebih daripada pria. Depresi mempersulit kamu mempertahankan gaya hidup sehat dan mengikuti pengobatan yang direkomendasikan.

3. Merokok

Merokok merupakan faktor risiko yang lebih besar terjadinya penyakit jantung pada wanita dibandingkan pada pria.

4. Jarang berolahraga

Faktor yang satu ini juga sangat berpengaruh karena seringkali disepelekan oleh banyak orang seperti kurangnya aktivitas fisik. Padahal aktivitas fisik ini merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. 

5. Berhenti menstruasi

Kadar estrogen yang rendah setelah menopause menimbulkan risiko penyakit yang signifikan pada pembuluh darah yang lebih kecil.

6. Komplikasi kehamilan

Tekanan darah tinggi atau diabetes selama kehamilan dapat meningkatkan risiko jangka panjang ibu terkena tekanan darah tinggi dan diabetes. Kondisi tersebut juga membuat wanita lebih mungkin terkena penyakit jantung.

7. Riwayat keluarga yang memiliki penyakit jantung dini

Ini tampaknya menjadi faktor risiko yang lebih besar pada wanita dibandingkan pada pria.

8. Penyakit radang

Artritis reumatoid, lupus dan lainnya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung baik pada pria maupun wanita.

Gejala serangan jantung pada wanita

Gejala serangan jantung yang paling umum pada wanita sama dengan pada pria beberapa seperti nyeri dada, tekanan atau ketidaknyamanan yang berlangsung lebih dari beberapa menit datang dan pergi. 

Namun nyeri dada tidak selalu parah atau bahkan bisa dianggap biasa saja. Oleh sebab itu, banyak wanita sering menggambarkannya sebagai tekanan atau sesak saja. Bahkan, serangan jantung mungkin terjadi tanpa nyeri dada.

Wanita lebih mungkin dibandingkan pria untuk mengalami gejala serangan jantung yang tidak berhubungan dengan nyeri dada, seperti:

  • Leher, rahang, bahu, punggung atas atau perut tidak nyaman
  • Sesak napas
  • Nyeri di satu atau kedua lengan
  • Mual atau muntah
  • Berkeringat
  • Kepala terasa ringan atau pusing
  • Kelelahan yang tidak biasa
  • Gangguan pencernaan.

Baca juga: Yuk, Kenali Bagian-Bagian Jantung dan Fungsinya agar Lebih Paham Menjaga Kesehatannya!

Pengobatan penyakit jantung pada wanita

Secara umum, pengobatan penyakit jantung pada wanita dan pria serupa. Ini dapat mencakup pengobatan, angioplasti dan pemasangan stent, atau operasi bypass koroner.

Wanita cenderung tidak diresepkan terapi statin untuk mencegah serangan jantung di masa depan dibandingkan pria. Angioplasti dan pemasangan stent, perawatan yang biasa digunakan untuk serangan jantung, berhasil baik untuk pria maupun wanita.

Tetapi untuk operasi bypass koroner, wanita lebih mungkin mengalami komplikasi dibandingkan pria.

Rehabilitasi jantung dapat meningkatkan kesehatan dan membantu pemulihan dari penyakit jantung. Namun, wanita cenderung tidak dirujuk untuk rehabilitasi jantung dibandingkan pria.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Cdc.gov (2020) diakses pada 29 September 2020. Women and Heart Disease
  2. Mayoclinic.org (2019) diakses pada 29 September 2020. Heart disease in women: Understand symptoms and risk factors
  3. Health.harvard.edu (2017) diakses pada 29 September 2020. Gender matters: Heart disease risk in women
  4. Texasheart.org (2020) diakses pada 29 September 2020. Women and Heart Disease
  5. Ottawaheart.ca (2020) diakses pada 30 September 2020. WHAT MAKES WOMEN DIFFERENT?
    register-docotr