Covid-19

Mengenal Camostat Mesylate: Calon Obat Baru untuk Redakan Gejala COVID-19

October 1, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Sejak awal pandemi, sejumlah pakar terus melakukan penelitian demi menemukan obat yang bisa digunakan untuk pasien COVID-19. Tercatat, sudah ada beberapa obat yang diuji klinis, meski akhirnya penggunaannya ditolak karena bisa menimbulkan efek tertentu pada pasien.

Yang terbaru, perusahaan farmasi dari Korea bernama Daewoong Pharmaceutical sedang melakukan langkah yang sama, yaitu uji klinis camostat mesylate. Obat tersebut diharapkan bisa digunakan untuk mengobati pasien dengan gejala COVID-19.

Apa itu camostat mesylate? Bagaimana cara kerjanya? Apakah efektif untuk mengatasi gejala COVID-19? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Baca juga: Benarkah Vaksin Corona Sudah Beredar? Simak 8 Fakta & Mitos tentang COVID-19 Berikut

Apa itu camostat mesylate?

Camostat mesylate adalah bentuk garam mesilat dari camostat, yaitu penghambat enzim protease serin sintetik yang memiliki sifat antiinflamasi dan antifibrotik. Tak hanya itu, senyawa yang ada padanya juga diklaim bisa berfungsi sebagai antivirus yang cukup potensial.

Menurut sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, peberian camostat 600 mg/hari yang telah di setujui secara klinis menghasilkan aktivitas antivirus.

Cara kerja camostat mesylate

Camostat mesylate bekerja dengan cara menghambat transmembran protease serin 2 (TMPRSS2), yaitu jenis protein membran yang dapat membantu virus untuk bisa menempel pada reseptor sel sehat di dalam tubuh.

Virus COVID-19 memiliki protein yang memerlukan reseptor (pada sel) agar bisa menginvasi jaringan tubuh manusia. Ketika protein tersebut telah menempel pada reseptor yang dimiliki sel, RNA dari virus akan bekerja untuk menggandakan diri.

Hal tersebut membuat jumlah virus di dalam tubuh bisa bertambah banyak. Saat ini terjadi, tubuh akan memunculkan gejala-gejala khusus. Sistem imun juga kemudian membentuk antibodi dan melakukan perlawanan terhadap virus tersebut.

Camostat mesylate bekerja dengan menghalangi dan menekan pelepasan TMPRSS2 agar virus tidak mudah menginfeksi tubuh dengan cara menempel pada reseptor sel.

Camostat mesylate untuk meredakan gejala COVID-19

Cara kerja dari camostat mesylate tersebut sangat mungkin diterapkan untuk mengatasi infeksi SARS-CoV-2 yang telah masuk ke dalam tubuh. Pada umumnya, seseorang yang baru terinfeksi virus akan menunjukkan gejala ringan. Obat diperlukan agar gejala tersebut tidak semakin memburuk.

Badan Kesehatan Dunia WHO menjelaskan, seseorang yang terinfeksi virus Corona biasanya akan menunjukkan gejala ringan di periode awal. Tanpa penanganan yang tepat, gejala bisa semakin memburuk. Gejala ringan dan sedang dari COVID-19 meliputi:

  • Demam
  • Batuk kering
  • Kelelahan
  • Sakit tenggorokan
  • Diare
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala

Lalu, apakah camostat mesylate bisa digunakan untuk mencegah infeksi virus Corona? Perlu diketahui, suatu obat akan bekerja jika target (virus, bakteri, atau jamur) telah masuk dan terdeteksi di dalam tubuh.

Langkah pencegahan suatu penyakit bukan menggunakan obat, melainkan vaksin. Vaksin sendiri terbuat dari strain virus yang telah dinonaktifkan dan dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Strain tersebut membantu sistem imun mengenali jenis virus yang sama agar mempermudah perlawanan.

Baca juga: Sakit Flu dan COVID-19 Secara Bersamaan Bisa Tingkatkan Risiko Kematian?

Kapan camostat mesylate diedarkan?

Camostat mesylate sendiri sebenarnya bukan obat baru, tapi sudah ada dan digunakan sejak 2012. Hanya saja, seperti dilansir dari Korea Biomedical Review, penggunaan camostat mesylate untuk penanganan gejala COVID-19 masih dalam tahap uji klinis.

Apakah obat tersebut juga akan dikirim ke Indonesia? Menurut penjelasan Sengho Jeon, CEO Daewoong Pharmaceutical, seperti yang dilansir dari Media Indonesia, Indonesia merupakan salah satu negara yang masuk dalam daftar distribusi obat ini.

Nah, itulah ulasan tentang camostat mesylate yang digadang-gadang bisa menjadi obat untuk meredakan gejala COVID-19. Jika uji klinis berlangsung sukses hingga batas akhir yang telah ditentukan , obat ini akan mulai didistribusikan secara publik.

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference

  1. World Health Organization (WHO), diakses 30 September 2020, Q&A on coronaviruses (COVID-19).
  2. Korea Biomedical Review, diakses 30 September 2020, Daewoong to co-develop esophagitis drug for treating Covid-19.
  3. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 30 September 2020, Camostat mesylate.
  4. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 30 September 2020, Camostat mesylate inhibits SARS-CoV-2 activation by TMPRSS2-related proteases and its metabolite GBPA exerts antiviral activity.
  5. Media Indonesia, diakses 30 September 2020, Perangi Korona, Daewoong Siap Bantu Pulihkan Ekonomi Indonesia.

    register-docotr