Kesehatan Wanita

Rentan Terjadi pada Wanita, Kenali Tentang Infeksi Saluran Kemih

April 9, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Pastikan untuk mengecek kesehatanmu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Konsultasi seputar infeksi saluran kemih dengan mitra dokter spesialis kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah penyakit yang bisa menyerang siapa saja. Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setidaknya ada 8.3 juta kasus infeksi saluran kencing yang dilaporkan setiap tahunnya di seluruh dunia.

Penyakit infeksi saluran kencing ini tidak boleh dianggap remeh, mengingat kita semua memiliki saluran kemih yang menjadi tempat penyakit ini timbul.

Kondisi ini bisa terjadi di mana saja, mulai dari ginjal, ureter, buli-buli ataupun uretra. Karena itu, kamu perlu waspada dan mengenal fakta tentang penyakit ini, mulai dari gejala sampai penanganannya.

Apa itu infeksi saluran kemih?

Infeksi saluran kemih atau ISK adalah infeksi umum yang terjadi ketika bakteri, seringkali dari kulit atau rektum, masuk ke uretra, dan menginfeksi saluran kemih.

Infeksi dapat mempengaruhi beberapa bagian saluran kencing, tetapi jenis yang paling umum adalah infeksi kandung kemih (sistitis).

Wanita berisiko lebih besar terkena infeksi saluran kencing daripada pria. Infeksi yang terbatas pada kandung kemih bisa menyakitkan dan mengganggu. Namun, konsekuensi serius dapat terjadi jika ISK menyebar ke ginjal.

Infeksi ginjal (pielonefritis) adalah jenis lain dari ISK. Mereka kurang umum, tetapi lebih serius daripada infeksi kandung kemih.

Penyebab infeksi saluran kemih

Penyebab infeksi saluran kencing umumnya adalah bakteri Escherichia coli (E. coli), yang biasanya ditemukan di pencernaan. Ada juga chlamydia dan mycoplasma termasuk bakteri yang dapat menginfeksi uretra, tapi bukan di bagian buli-buli.

Bakteri dari pencernaan ini umumnya bisa bergerak dari bagian anus menuju saluran kemih. Itu sebabnya perempuan menjadi golongan yang rentan karena memiliki uretra yang lebih pendek daripada laki-laki.

Risiko lebih tinggi berada pada perempuan yang memiliki diabetes, karena sistem imunnya yang lemah membuat mereka sulit untuk melawan infeksi.

Faktor risiko infeksi saluran kemih

Beberapa orang berisiko lebih tinggi terkena ISK. Berikut beberapa faktor yang dapat membuat kamu lebih berisiko mengalami infeksi saluran kencing:

1. Kelainan saluran kemih

Bayi yang lahir dengan kelainan saluran kemih yang tidak memungkinkan urine keluar dari tubuh secara normal atau menyebabkan penumpukan urine di uretra memiliki peningkatan risiko ISK.

2. Penyumbatan di saluran kemih

Batu ginjal atau pembesaran prostat dapat memerangkap urine di kandung kemih dan meningkatkan risiko infeksi saluran kencing.

3. Sistem kekebalan yang terganggu

Diabetes dan penyakit lain yang merusak sistem kekebalan tubuh (pertahanan tubuh terhadap kuman) dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.

4. Penggunaan kateter

Orang yang tidak dapat buang air kecil sendiri dan menggunakan selang (kateter) untuk buang air kecil memiliki peningkatan risiko ISK.

Ini mungkin termasuk orang yang dirawat di rumah sakit, orang dengan masalah neurologis yang membuatnya sulit untuk mengontrol kemampuan mereka untuk buang air kecil, dan orang yang lumpuh.

5. Prosedur kemih

Operasi saluran kemih atau pemeriksaan saluran kemih yang melibatkan peralatan medis dapat meningkatkan risiko terkena infeksi saluran kencing.

6. Faktor kondisi lainnya

Kondisi lain yang dapat membuat risiko kamu terkena penyakit infeksi saluran kencing adalah:

  • Hubungan seksual, apalahi jika terlalu sering, intens dan dilakukan dengan pasangan yang berbeda-beda
  • Kebersihan pribadi yang buruk
  • Kesulitan mengosongkan buli-buli secara sempurna
  • Menggunakan kateter
  • Inkontinensia usus
  • Aliran urine yang terhalang
  • Batu ginjal
  • Kehamilan
  • Menopause
  • Tindakan kesehatan yang melibatkan kandung kemih
  • Imun sistem yang bermasalah
  • Imobilitas dalam waktu yang lama
  • Penggunaan spermisida dan tampon
  • Penggunaan antibiotik yang berat, yang dapat mengganggu kondisi natural usus dan kandun kemih

Baca Juga : Minuman Bersoda Bisa Tingkatkan Infeksi Saluran Kemih, Benar atau Tidak?

Jenis-jenis infeksi saluran kencing

Masing-masing bagian yang terinfeksi memiliki sebutan khusus untuk penyakit infeksi saluran kencing, seperti:

  • Infeksi di buli-buli disebut cystitis. Gejalanya mulai dari tekanan panggul, ketidaknyamanan perut bagian bawah, sering buang air kecil menyakitkan, dan adanya darah dalam urine
  • Infeksi di uretra disebut urethritis. Salah satu gejalanya adalah sensasi terbakar saat buang air kecil
  • Infeksi di ginjal disebut pyelonephritis. Gejalanya di antaranya nyeri punggung atas dan samping (panggul), demam tinggi, gemetar atau menggigil, mual, dan muntah

Sementara sangat jarang terjadi infeksi di bagian ureter.

Gejala infeksi saluran kemih

Waspada jika kamu terkena kondisi seperti ini, karena bisa saja ini adalah gejala ISK atau infeksi saluran kencing:

1. Gejala umum infeksi saluran kencing

  • Sensasi terbakar ketika kamu buang air kecil
  • Dorongan untuk buang air kecil yang sering meskipun hanya sedikit yang keluar
  • Urine kamu berwarna keruh, gelap, berdarah atau berbau aneh
  • Merasa lelah
  • Demam atau menggigil (tanda bahwa infeksinya sudah mencapai ginjal)

Jika kamu menggunakan kateter, kamu mungkin mengalami demam sebagai bagian dari gejala, kondisi ini membuat diagnosis semakin sulit.

2. Pyelonephritis akut

Pyelonephritis akut adalah infeksi ginjal yang tiba-tiba dan berat. Apabila kamu mengalami hal ini, kamu akan merasakan nyeri di bagian atas dan sisi punggung, demam yang tinggi, lunglai, menggigil, letih dan perubahan mental.

Kondisi itu adalah kondisi yang gawat, maka kamu disarankan untuk diperiksa oleh dokter secepat mungkin.

3. Cystitis

Apabila kamu menderita infeksi buli-buli, kamu akan mengalami demam yang rendah, dan tekanan serta kram di bagian perut dan punggung bagian bawah.

Infeksi saluran kencing pada wanita

Infeksi saluran kencing sangat umum terjadi pada wanita, dan banyak wanita mengalami lebih dari satu kali infeksi selama hidup mereka.

Berikut beberapa faktor khusus yang membuat wanita lebih berisiko terkena infeksi saluran kencing:

1. Anatomi tubuh wanita

Seorang wanita memiliki uretra yang lebih pendek daripada pria, yang memperpendek jarak yang harus ditempuh bakteri untuk mencapai kandung kemih.

2. Aktivitas seksual

Wanita yang aktif secara seksual cenderung lebih sering mengalami ISK daripada wanita yang tidak aktif secara seksual. Memiliki pasangan seksual baru juga meningkatkan risiko.

3. Penggunaan KB tertentu

Wanita yang menggunakan diafragma untuk mengontrol kelahiran mungkin memiliki risiko infeksi saluran kencing lebih tinggi, begitu pula wanita yang menggunakan agen spermisida.

4. Menopause

Setelah menopause, penurunan sirkulasi estrogen menyebabkan perubahan pada saluran kemih yang membuat wanita lebih rentan terhadap infeksi.

Baca Juga : Sering Nyeri saat Kencing? Yuk, Kenali Gejala Infeksi Saluran Kemih pada Wanita!

Komplikasi yang mungkin timbul karena infeksi saluran kencing

Kebanyakan kasus ISK bukanlah suatu penyakit yang serius, tapi beberapa dapat menjadi masalah serius, terutama dengan ISK bagian atas.

Infeksi yang berulang dan berlangsung dalam waktu yang lama dapat menghasilkan kerusakan permanen pada ginjal kamu, dan beberapa infeksi di bagian ginjal yang tiba-tiba ini dapat mengancam nyawa.

Terlebih kalau bakteri yang menyebabkan infeksi itu masuk ke dalam aliran darah, dan kondisi ini biasa dikenal dengan sebutan septicemia.

Kondisi ini juga dapat menaikkan risiko perempuan melahirkan anak secara prematur atau memiliki berat yang di bawah normal.

Cara mencegah infeksi saluran kemih

Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit infeksi saluran kencing ini, diantaranya:

  • Minum air putih yang banyak dan buang urine secara rutin
  • Hindari minum minuman beralkohol dan berkafein yang dapat melukai buli-buli
  • Buang urine secara perlahan setelah berhubungan badan
  • Bersihkan saluran pembuangan urine dan kotoran dengan baik
  • Pastikan area kelamin bersih
  • Pembalut herbal dan menstrual cup lebih direkomendasikan ketimbang menggunakan tampon
  • Hindari penggunaan diafragma dan spermisida untuk KB
  • Hindari penggunaan produk pewangi untuk wilayah kelamin
  • Gunakan pakaian dalam dari katun dan agak longgar untuk membuat area sekitar uretra kering

Diagnosis infeksi saluran kencing

Diagnosis infeksi saluran kencing biasanya dilakukan setelah kamu ditanyai mengenai gejala dan tes sampel dari urine untuk mengkaji kandungan sel darah putih, sel darah merah dan bakteri di dalamnya.

Dalam mengambil urine, meode yang biasa dipakai adalah ‘clean catch’. Kamu akan diminta untuk membersihkan area kelamin sebelum mengambil urine yang keluar di tengah-tengah pengeluaran.

Apabila ditemukan penyakit infeksi saluran kemih pada dirimu, maka dokter akan meminta untuk dilakukan diagnosis lanjutan untuk menemukan akar masalah dari ISK. Tesnya sendiri dapat berupa:

  • Diagnosis pencitraan (imaging): Pengkajian pada saluran kemih menggunakan ultrasound, CT dan MRI scan, pelacakan radiasi atau X-ray
  • Urodinamik: Prosedur ini menentukan seberapa baik saluran kemih menampung dan mengeluarkan urine
  • Sistokopi: Pemeriksaan diagnosis ini membuat dokter dapat melihat bagian buli-buli dan uretra dengan lensa kamera yang dimasukan ke uretra

Cara mengatasi infeksi saluran kemih

Karena infeksi saluran kemih ini adalah penyakit yang normalnya disebabkan oleh bakteri, maka penanganan yang umumnya dilakukan adalah dengan konsumsi antibiotik dan antimicrobial.

Namun, tipe dari pengobatan dan seberapa panjang penanganan yang mesti dilakukan bergantung pada seperti apa gejala dan sejarah pengobatan yang pernah kamu dapatkan.

Untuk memastikan infeksi saluran kemih sembuh dengan baik, kamu tidak boleh menjalankan perawatan setengah-setengah, ini juga untuk memastikan tidak ada resistensi antibiotik.

Yang perlu diperhatikan, terkadang gejala infeksi saluran kencing hilang sebelum infeksinya sembuh total. Jika kamu diberi resep antibiotik lakukan beberapa tips berikut ini:

  • Minumlah persis seperti yang diperintahkan dokter
  • Jangan berbagi antibiotik dengan orang lain
  • Jangan menyimpannya untuk nanti. Konsultasikan dengan apoteker tentang membuang obat sisa dengan aman.

Baca Juga : Daftar Antibiotik yang Digunakan untuk Mengobati Infeksi Saluran Kemih

Perawatan pasca pengobatan

Gejala dari infeksi saluran kemih kadang meningkat dalam beberapa hari kamu mengonsumsi antibiotik. Selama gejala infeksi saluran kencing ini diatasi setelah konsumsi antibiotik, kamu tidak perlu khawatir lagi untuk memasikan apakah infeksinya sudah hilang.

Namun kamu memerlukan diagnosis pada urine apabila kamu menderita ISK yang rumit, untuk memastikan infeksinya hilang.

Apabila gejalanya tidak hilang bahkan setelah konsumsi antibiotik, maka kamu mungkin butuh pengobatan yang lebih lama, antibiotik atau cara konsumsinya yang berbeda.

Biasanya perempuan akan mengalami ISK kambuh, apabila terjadi sering, setidaknya lebih dari 3 kali setahun, maka kamu perlu menemui doktermu untuk dilakukan tes lebih lanjut.

Pastikan untuk mengecek kesehatanmu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Konsultasi seputar kesehatan saluran kemih dengan mitra dokter spesialis kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Fk.ugm.ac.id (2017) diakses 07 Mei 2020. https://fk.ugm.ac.id/prevalensi-infeksi-saluran-kemih-cukup-tinggi/
  2. Who.int (2011) diunduh 07 Mei 2020. https://www.who.int/gpsc/information_centre/cauda-uti_eccmid.pd
  3. Ncbi.nlm.nih.gov (2008) diakses 07 Mei 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18253990
  4. Ncbi.nlm.nih.gov (2009) diakses 07 Mei 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19042940
  5. Medicalnewstoday.com (2018) diakses 07 Mei 2020. https://www.medicalnewstoday.com/articles/189953
  6. urologyhealth.org (2019) diakses 07 Mei 2020. https://www.urologyhealth.org/urologic-conditions/urinary-tract-infections-in-adults
  7. Webmd.com (2019) diakses 07 Mei 2020. https://www.webmd.com/women/guide/your-guide-urinary-tract-infections#1
  8. CDC. Diakses pada 9 April 2021. https://www.cdc.gov/antibiotic-use/community/for-patients/common-illnesses/uti.html#:~:text=Symptoms%20of%20a%20bladder%20infection,despite%20having%20an%20empty%20bladder
  9. Mayo Clinic. Diakses pada 9 April 2021. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urinary-tract-infection/symptoms-causes/syc-20353447
    Berita Terkait
    register-docotr