Kesehatan Wanita

Selain Perubahan Siklus Haid, Apa Ciri-ciri Menopause Umum Lainnya?

July 1, 2020 | Dani Kosasih | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Ciri-ciri menopause biasanya dimulai saat wanita kehilangan periode menstruasi secara permanen dan tidak bisa lagi hamil.

Setelah wanita berada pada periode menopause, tubuh akan lebih sedikit menghasilkan hormon estrogen dan progesteron.

Kadar estrogen yang sangat rendah setelah menopause dapat memengaruhi kesehatan. Terkadang permasalahan kesehatan yang muncul bisa menyerupai masalah kesehatan tertentu.

Ciri-ciri menopause pada tubuh

Supaya bisa lebih memahami apa saja ciri-ciri menopause, kamu perlu tahu dulu beberapa kondisi kesehatan tubuh wanita. Salah satunya istilah perimenopause.

Perimenopause adalah masa transisi panjang sebelum kamu mengalami menopause. Kondisi ini biasanya dikaitkan dengan waktu menjelang periode menstruasi terakhir. Masa transisi menopause paling sering dimulai antara usia 45 dan 55 tahun.

Saat tubuh sedang berada pada masa transisi ke menopause, kadar hormon dapat berubah secara acak. Hingga menyebabkan gejala menopause terjadi secara tak terduga.

Selama masa transisi ini, indung telur akan menghasilkan jumlah hormon estrogen dan progesteron yang berbeda dari biasanya. Pada masa ini juga siklus menstruasi akan berubah hingga akhirnya memasuki masa menopause.

Berikut ciri-ciri menopause yang perlu kamu tahu:

Sensasi panas tiba-tiba di bagian atas tubuh

Munculnya sensasi panas secara mendadak di bagian atas tubuh alias hot flashes merupakan ciri-ciri menopause yang paling umum terjadi. Mengutip dari womenshealth.gov, sebanyak 3 dari 4 wanita mengalami hot flashes saat menopause.

Bahkan ada pula yang mulai mengalami ciri-ciri ini sebelum menopause, tepatnya saat siklus haid masih terjadi.

Saat mengalami hot flashes, wajah dan leher akan menjadi merah. Selain itu, bercak merah pun mungkin akan muncul di dada, punggung, dan lengan. Tanda paling umum yang juga mungkin terjadi adalah kondisi berkeringat yang banyak.

Hot flashes paling sering terjadi pada wanita di tahun pertama sebelum haid berhenti dan pada tahun setelah haid berhenti. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa hot flashes dapat berlanjut hingga 14 tahun setelah menopause.

Siklus haid yang tidak teratur

Salah satu ciri-ciri menopause adalah periode haid yang jadi tidak teratur, misalnya jadi lebih sering atau lebih jarang. Namun, kehilangan beberapa periode haid tidak selalu berarti kamu dalam masa perimenopause atau transisi ke menopause.

Jika kamu dalam kondisi periode haid yang tidak teratur dan mengalami pendarahan berlebihan, berkonsultasilah kepada dokter untuk mengetahui kondisi medis sebenarnya yang terjadi.

Rentan stres dan cemas

Saat kamu mulai masuk pada periode menopause, risiko kamu mengalami stres dan cemas akan menjadi lebih tinggi. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh perubahan hormon.

Kondisi ini muncul karena kehilangan kesuburan atau perubahan yang terjadi dalam tubuh.

Jika saat masa transisi menuju menopause kamu mengalami periode stres dan cemas berlebih, segera hubungi dokter agar tidak menjadi berisiko.

Perubahan pada gairah seks

Masa menjelang menopause atau mungkin setelah menopause, beberapa wanita mungkin akan kehilangan gairah seksualitasnya.

Kondisi ini bisa terjadi karena berkurangnya produksi estrogen dan progesteron yang berpengaruh terhadap kelembapan lapisan tipis yang melapisi dinding vagina.

Saat kondisi tersebut terjadi, jaringan vagina akan menjadi lebih kering atau lebih tipis yang akhirnya menimbulkan rasa sakit saat berhubungan seks.

Ciri-ciri umum menopause lainnya

Selain ciri-ciri di atas, ada beberapa ciri umum lainnya yang mungkin akan kamu alami, seperti:

  • Pertambahan berat badan dan metabolisme yang melambat
  • Rambut yang mulai menipis dan kulit yang mengering
  • Kehilangan kepadatan pada payudara

Selama masa transisi menopause, produksi estrogen dan progesteron, dua hormon yang dibuat oleh ovarium, sangat bervariasi.

Akibatnya, tulang menjadi kurang padat dan membuat wanita lebih rentan terhadap patah tulang.

Selama periode ini juga, tubuh mulai menggunakan energi secara berbeda, sel-sel lemak berubah, dan wanita dapat menambah berat badan dengan lebih mudah.

Jika kamu mengalami ciri-ciri menopause seperti di atas dan merasa kesehatanmu terganggu, segera berkonsultasilah dengan dokter.


Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

1. webmd.com. Diakses 26 Juni 2020. https://www.webmd.com/menopause/guide/menopause-basics

2. womenshealth.gov. Diakses 26 Juni 2020. https://www.womenshealth.gov/menopause/menopause-basics#3

3. womenshealth.gov. Diakses 26 Juni 2020. https://www.womenshealth.gov/menopause/menopause-symptoms-and-relief

4. womenshealth.gov. Diakses 26 juni 2020. https://www.womenshealth.gov/menopause

5. mayoclinic.org. Diakses 26 Juni 2020. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/menopause/symptoms-causes/syc-20353397

6. nia.nih.gov. Diakses 26 Juni 2020. https://www.nia.nih.gov/health/hot-flashes-what-can-i-do

7. nia.nih.gov. Diakses 26 Juni 2020. https://www.nia.nih.gov/health/what-menopause

    Berita Terkait
    register-docotr