Kesehatan Wanita

Bisa Terjadi Lebih Awal, Ini Penyebab dan Ciri-ciri Menopause Dini

March 30, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Menopause dini bisa terjadi karena beberapa faktor, mulai dari genetik hingga kondisi medis tertentu. Sama halnya seperti menopause pada umumnya, menopause dini juga memiliki ciri-ciri tertentu. Lalu, apa saja ciri-ciri menopause dini? Yuk, simak penjelasan berikut ini.

Kebanyakan wanita mengalami menopause pada usia antara 45 dan 55 tahun. Sedangkan jika menopause terjadi antara usia 40 dan 45 tahun, ini dikenal sebagai early menopause.

Sementara itu, menopause yang terjadi sebelum seorang wanita memasuki usia 40 tahun disebut sebagai premature menopause.

Baca juga: Dapat Terjadi Sebelum Usia 40 Tahun, Apa Penyebab Menopause Dini di Usia Muda?

Faktor-faktor penyebab menopause dini

Seorang wanita dikatakan mengalami menopause apabila ia tidak mengalami menstruasi selama lebih dari 12 bulan. Akan tetapi, gejala terkait menopause dapat muncul sebelum menopause dimulai selama periode yang disebut dengan perimenopause.

Perlu diketahui bahwa terdapat beberapa faktor yang bisa menyebabkan menopause dini, di antaranya adalah:

1. Genetik

Jika tidak ada sebuah alasan medis mengapa menopause dini terjadi, maka ini kemungkinan disebabkan oleh faktor genetik. Usia menopause seorang wanita kemungkinan besar tidak jauh berbeda dengan sang ibu.

Apabila ibu mengalami menopause dini, maka risiko menopause lebih awal pada anak perempuan mungkin saja dapat terjadi.

2. Gaya hidup yang tidak sehat

Faktor gaya hidup tertentu mungkin saja memengaruhi waktu menopause. Misalnya saja merokok. Merokok memiliki efek antiestrogen yang dapat menyebabkan menopause dini.

Pada dasarnya, seorang wanita dilahirkan dengan folikel primordial (benih yang akan tumbuh menjadi folikel) yang cukup, sehingga dapat bertahan hingga usia sekitar 50 tahun.

Namun, paparan bahan kimia berbahaya dapat menyebabkan seorang wanita kekurangan atau kehabisan folikel tersebut lebih cepat.

Sebuah analisis pada tahun 2012 dari beberapa penelitian menemukan bahwa wanita yang merokok dalam jangka panjang cenderung mengalami menopause lebih cepat.

3. Kondisi medis tertentu

Menopause dini bisa menjadi gejala dari penyakit autoimun seperti penyakit tiroid atau rheumatoid arthritis.

Pada kasus ini, sistem kekebalan salah dalam mengenali bagian tubuh tertentu dan menganggapnya sebagai musuh, kemudian sistem kekebalan melawannya, sehingga menyebabkan peradangan.

Peradangan yang disebabkan oleh beberapa kondisi medis tersebut dapat memengaruhi ovarium. Menopause terjadi ketika ovarium berhenti bekerja.

Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), kelainan kromosom atau bahkan sindrom kelelahan kronis juga dapat menyebabkan menopause dini.

4. Terapi pengobatan kanker

Kemoterapi atau terapi radiasi pada panggul untuk pengobatan kanker juga dapat menjadi faktor penyebab dari menopause dini. Sebab, hal tersebut dapat memengaruhi ovarium serta menyebabkan menstruasi berhenti sepenuhnya atau untuk sementara waktu.

Namun yang penting untuk diketahui adalah tidak semua wanita yang menjalani terapi ini akan mengalami menopause.

5. Indeks massa tubuh

Indeks massa tubuh (IMT) juga merupakan faktor lain dari menopause dini. Perlu kamu tahu bahwa estrogen disimpan pada jaringan lemak. Wanita yang terlalu kurus memiliki lebih sedikit simpanan estrogen, sehingga hal ini dapat menyebabkan simpanan estrogen lebih cepat habis.

Penting untuk diketahui bahwa menopause terjadi ketika ovarium berhenti memproduksi sel telur, yang mana menyebabkan kadar estrogen rendah. Nah, estrogen ini adalah hormon yang mengatur siklus reproduksi.

6. Operasi pengangkatan ovarium

Dilansir dari Office on Women’s Health, operasi pengangkatan kedua ovarium atau yang dikenal sebagai bilateral oophorectomy dapat menimbulkan gejala menopause. Seorang wanita yang menjalani prosedur ini dapat mengalami penurunan kadar hormon dengan cepat.

Baca juga: 3 Fakta dan 3 Mitos Seputar Menopause yang Wajib Kamu Ketahui

Ciri-ciri menopause dini

Menopause dini dapat dimulai segera setelah seorang wanita mengalami menstruasi yang tidak teratur, atau menstruasi yang terasa lebih lama atau lebih pendek dibandingkan dengan biasanya.

Dikutip dari laman Better Health Channel, menopause dini memiliki ciri-ciri yang serupa dengan menopause pada umumnya. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri menopause dini.

  • Perubahan pada siklus menstruasi
  • Hot flashes (sensasi hangat yang datang secara tiba-tiba) juga merupakan ciri-ciri menopause dini
  • Berkeringat
  • Gangguan tidur
  • Hilangnya kontrol kandung kemih, seperti peningkatan frekuensi buang air kecil atau inkontinensia
  • Vagina terasa kering
  • Perubahan suasana hati
  • Penambahan atau penurunan berat badan
  • Rasa sakit atau nyeri

Demikianlah beberapa informasi mengenai penyebab dan ciri-ciri menopause dini. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Better Health Channel. Diakses pada 24 Maret 2021. Premature and early menopause 

Health (2015). Diakses pada 24 Maret 2021. 5 Reasons Why Some Women Go Through Early Menopause 

Healthline (2019). Diakses pada 24 Maret 2021. What Causes Early Menopause?

NCBI (2012). Diakses pada 24 Maret 2021. Meta-analyses identify 13 novel loci associated with age at menopause and highlights DNA repair and immune pathways 

Office on Women’s Health (2018). Diakses pada 24 Maret 2021. Early or premature menopause 

    register-docotr