Kesehatan Wanita

9 Faktor Penyebab Puting Payudara Mengeras, Berbahayakah?

March 31, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Puting payudara mengeras bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari rangsangan seksual hingga kondisi medis tertentu. Lalu, apakah hal ini wajar atau justru berbahaya?

Agar kamu lebih memahami mengenai penyebab puting payudara mengeras, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Ragam Penyebab Puting Susu Sakit, Apakah Termasuk Tanda Kehamilan?

Penyebab puting payudara wanita mengeras

Berikut ini adalah beberapa faktor penyebab puting payudara mengeras yang perlu kamu ketahui.

1. Alergi dan sensitivitas

Puting payudara adalah salah satu bagian tubuh yang paling sensitif dan akan bereaksi terhadap rangsangan. Terkadang, produk yang kita gunakan pada payudara dapat menyebabkan puting mengeras.

Hal tersebut terutama ketika kamu memiliki alergi atau sensitivitas. Sabun, losion, deterjen, serta bahan pakaian tertentu dapat memicu reaksi alergi. Beberapa gejala lainnya dari alergi dan sensitivitas yang juga patut diperhatikan di antaranya adalah:

  • Kemerahan
  • Gatal
  • Timbulnya ruam

2. Ovulasi

Tidak semua wanita akan mengalami tanda umum yang sama dari ovulasi. Nyeri payudara adalah salah satu tanda dari ovulasi. Kondisi tersebut juga dapat membuat puting payudara mengeras. Ini dapat terjadi akibat lonjakan kadar estrogen.

Beberapa tanda ovulasi lainnya yakni perubahan cairan pada serviks, nyeri panggul atau kram, hingga perut terasa kembung.

3. Kehamilan

Kehamilan juga menjadi faktor penyebab lain dari puting payudara mengeras. Hormon yang berfluktuasi serta peningkatan suplai darah dapat memengaruhi payudara. Tak hanya itu, puting juga dapat menjadi lebih menonjol dan besar.

Pada masa kehamilan, terdapat beberapa perubahan lain pada payudara di antaranya adalah areola (area yang mengelilingi puting payudara) menjadi lebih gelap, serta payudara yang terasa lembut dan sensitif.

4. Perimenopause dan menopause

Selama perimenopause dan menopause tubuh juga dapat mengalami perubahan. Nyeri payudara adalah tanda umum dari perimenopause. Sebab, kadar estrogen mengalami penurunan saat mendekati menopause.

Meskipun tidak umum, tetapi mungkin saja puting payudara juga mengeras akibat perubahan tersebut.

5. Menyusui

Puting juga dapat mengeras ketika menyusui. Namun, puting mengeras selama masa menyusui juga dapat menjadi tanda dari mastitis.

Mastitis biasanya terjadi pada ibu menyusui di masa-masa awal persalinan, baik karena penyumbatan saluran air susu ibu (ASI) atau diakibatkan karena bakteri yang masuk ke dalam payudara melalui puting yang mengalami pecah-pecah.

6. Abses payudara

Dikutip dari Medical News Today, abses payudara adalah kumpulan nanah di payudara yang mungkin terkait dengan menyusui atau mastitis. Abses juga dapat terjadi akibat kerusakan pada kulit yang memungkinkan bakteri masuk ke dalam jaringan payudara.

Kondisi ini dapat menyebabkan puting mengeras. Abses biasanya terbentuk di payudara apabila mastitis tidak diobati.

Baca juga: Tak Selalu Kanker, Ini 7 Penyebab Puting Payudara Sakit saat Disentuh

7. Rangsangan seksual

Seperti yang sudah disebutkan bahwa puting merupakan salah satu area sensitif. Suatu sensasi tertentu yang dirasakan oleh puting dapat menyebar ke bagian otak yang sama yang menerima sinyal dari alat kelamin.

Ketika puting terstimulasi, saraf akan memberi tahu otot di area tersebut untuk berkontraksi, ini dapat menyebabkan puting mengeras. Puting juga dapat menjadi terstimulasi atau terangsang ketika kamu memikirkan sesuatu yang membangkitkan gairah seksual.

Seperti halnya penis dan klitoris, puting payudara juga terdiri dari jaringan yang banyak menerima aliran darah.

Heather Irobunda, M.D, seorang dokter kandungan mengatakan bahwa ketika korteks sensorik genital diaktifkan, aliran darah dapat menyebabkan jaringan tersebut menjadi lebih keras atau kaku.

Korteks sensorik genital sendiri adalah bagian otak yang sama yang dihidupkan oleh rangsangan pada klitoris, vagina, dan leher rahim.

8. Cuaca dingin

Cuaca dingin juga dapat menjadi penyebab puting mengeras. Sebab, penurunan suhu dapat menstimulasi sel saraf khusus pada puting.

9. Duct ectasia

Penyebab lain dari puting mengeras adalah duct ectasia. Kondisi ini tidak terkait dengan kanker payudara dan tidak meningkatkan risiko mengembangkan kanker. Duct ectasia dapat terjadi ketika saluran susu membesar dan tersumbat.

Hal tersebut dapat menyebabkan perubahan pada puting yang menyebabkan nyeri, kemerahan, mengeras, atau gatal. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi mastitis atau jenis infeksi payudara lain.

Apakah puting mengeras berbahaya?

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa puting mengeras bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Berdasarkan Healthline, saraf di puting dapat bereaksi terhadap rangsangan, baik secara fisik maupun psikologis.

Pikiran yang membangkitkan gairah, perubahan suhu, atau kain yang menyentuh kulit dapat menyebabkan puting mengeras.

Akan tetapi, puting mengeras juga dapat disebabkan oleh kondisi medis tertentu yang mendasari. Jika terjadi akibat kondisi medis tertentu atau puting mengeras dalam jangka waktu yang lama dan bukan merupakan bagian dari waktu tertentu, ini harus diwaspadai.

Demikianlah beberapa informasi mengenai penyebab puting payudara mengeras. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline (2019). Diakses pada 30 Maret 2021. I’m Not Cold, So Why Are My Nipples Hard? 

Medical News Today (2018). Diakses pada 30 Maret 2021. Why do nipples become hard? 

Shape (2020). Diakses pada 30 Maret 2021. Why Do Nipples Get Hard? 

    register-docotr