Kesehatan Wanita

6 Penyebab Vagina Terasa Panas, Jangan Anggap Sepele!

November 13, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Penyebab vagina terasa panas sangat beragam, dari mulai iritasi hingga suatu penyakit tertentu. Mengetahui penyebab vagina terasa panas atau terbakar merupakan hal yang penting. Hal ini berguna agar kamu bisa mengetahui penanganan yang tepat.

Baca juga: 7 Penyebab Vagina Gatal dan Cara Mengatasinya

Apa penyebab vagina terasa panas?

Selain gatal, salah satu kondisi yang seringkali dikeluhkan adalah rasa panas atau terbakar di area vagina. Ketika ini terjadi, tentu saja dapat menimbulkan rasa yang tidak nyaman.

Perlu kamu ketahui bahwa masing-masing penyebab vagina terasa panas memiliki gejalanya tersendiri. Berikut ini adalah penyebab vagina terasa panas atau terbakar yang perlu kamu ketahui.

1. Infeksi jamur pada vagina

Dilansir dari Healthline, berdasarkan National Institute of Child Health and Human Development,  hampir sekitar 75 persen wanita akan mengalami setidaknya satu kali infeksi jamur pada suatu titik dalam kehidupannya.

Infeksi pada vagina yang disebabkan oleh jamur dapat menyebabkan sensasi terbakar. Istilah medis untuk kondisi ini adalah kandidiasis. Selain sensasi terbakar, gejala lainnya juga dapat meliputi:

  • Rasa gatal dan pembengkakan pada vagina
  • Rasa gatal, kemerahan, dan pembengkakan pada vulva
  • Rasa nyeri ketika buang air kecil atau berhubungan seksual
  • Munculnya cairan kental yang berwarna putih
  • Munculnya ruam merah di bagian luar vagina

Perawatan untuk kondisi ini biasanya menggunakan obat antijamur dalam bentuk krim atau dalam bentuk kapsul.

2. Iritasi

Ada beberapa hal yang dapat mengiritasi kulit vagina jika bersentuhan langsung, atau yang lebih dikenal sebagai dermatitis kontak. Sabun, parfum, atau bahkan kain adalah beberapa iritan yang dapat menyebabkan dermatitis kontak.

Tidak hanya sensasi panas atau terbakar saja yang dapat dirasakan, tetapi jika kondisi ini terjadi juga dapat menimbulkan gejala lain, seperti:

  • Rasa gatal yang parah
  • Sensasi menyengat
  • Nyeri

Pengobatan utama untuk kondisi ini adalah dengan menghindari penyebab iritasi. Ini dimaksudkan agar kulit dapat pulih. Namun, terkadang beberapa orang mungkin saja memerlukan obat.

3. Infeksi saluran kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih terjadi ketika bakteri masuk ke dalam saluran kemih atau kandung kemih. Di samping sensasi terbakar, seorang wanita yang mengalami kondisi ini juga dapat mengalami gejala lain, seperti:

  • Dorongan yang kuat untuk buang air kecil
  • Keinginan untuk buang air kecil yang lebih sering
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Urine berwarna keruh dan berbau
  • Adanya darah dalam urine
  • Nyeri pada perut bagian bawah
  • Merasa lelah

Jika kamu mengalami kondisi ini, sebaiknya kunjungilah dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter akan meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi.

Baca juga: Sering Nyeri saat Kencing? Yuk, Kenali Gejala Infeksi Saluran Kemih pada Wanita!

4. Vaginosis bakterialis

Vaginosis bakterialis dapat berkembang ketika terdapat terlalu banyak bakteri tertentu yang tumbuh di vagina.

Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kondisi ini adalah infeksi vagina paling umum yang terjadi pada wanita usia 15 hingga 44 tahun.

Perlu kamu ketahui bahwa, kondisi ini tidak selalu menimbulkan gejala. Akan tetapi jika gejala muncul, salah satu gejalanya adalah sensasi terbakar di vagina, yang bisa terjadi saat buang air kecil. Di samping itu, gejala lainnya juga meliputi:

  • Keputihan yang berwarna putih atau abu-abu
  • Nyeri
  • Rasa gatal
  • Keputihan berbau amis, terutama setelah berhubungan seks

Ketika seorang wanita mengalami vaginosis bakterialis, ia harus memeriksakan diri ke dokter. Sebab, memiliki vaginosis bakterialis dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit menular seksual (PMS).  Biasanya perawatan melibatkan antibiotik.

5. Menopause

Ketika seseorang mendekati periode menopause, penurunan kadar estrogen dapat menyebabkan banyak gejala, salah satunya adalah sensasi panas atau terbakar pada vagina. Hubungan seksual dapat memperburuk gejala ini.

Beberapa gejala lainnya yang mungkin dialami dapat termasuk:

  • Kelelahan
  • Hot flashes (rasa panas yang terjadi secara tiba-tiba)
  • Kesulitan untuk tidur
  • Gairah seks menurun
  • Berkeringat di malam hari
  • Perubahan suasana hati
  • Vagina kering
  • Sakit kepala

6. Penyakit gonore

Gonore adalah infeksi yang terjadi ketika bakteri Neisseria gonorrhoeae menginfeksi selaput lendir, seperti leher rahim, rahim (uterus), serta tuba fallopi.

Gonore merupakan salah satu penyakit menular seksual (PMS) dan biasanya ditularkan melalui kontak seksual dengan seseorang yang terinfeksi.

Gonore jarang menimbulkan gejala. Dalam kebanyakan kasus, tes PMS adalah satu-satunya cara untuk mengetahui secara pasti apakah seseorang mengidap kondisi ini atau tidak. Ketika gejala muncul, ini mungkin saja meliputi:

  • Rasa terbakar dan iritasi yang menyakitkan ketika buang air kecil
  • Keputihan yang tidak biasa
  • Munculnya perdarahan atau bercak darah di antara periode menstruasi

Kondisi ini dapat disembukan dengan pengobatan yang tepat. Sebaiknya, temuilah dokter untuk mendapatkan perawatan medis yang tepat. Sebab, jika tidak segera diobati, gonore dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti penyakit radang panggul, atau bahkan infertilitas.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Centers for Disease and Prevention. Diakses pada 12 November 2020. Bacterial Vaginosis – CDC Fact Sheet 

Healthline (2019). Diakses pada 12 November 2020. What Causes Vaginal Burning, and How Is It Treated? 

Medical News Today (2018). Diakses pada 12 November 2020. What causes burning in the vagina? 

    Berita Terkait
    register-docotr