Kesehatan Seksual

Dari Mana Kutu Kemaluan Berasal? Ini Penjelasannya

January 2, 2021 | Fitri Chaeroni | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Pernahkah kamu bertanya-tanya, dari mana kutu kemaluan berasal? Apakah dia melompat dari satu orang ke orang lain?

Untuk menjawab pertanyaan kutu kemaluan berasal dan apa bahayanya, yuk mari simak pembahasan berikut ini!

Mengenal kutu kemaluan

Kutu kemaluan atau pubic lice atau Pthirus pubis adalah parasit kecil yang hidup di kulit dan rambut pada area genital, baik perempuan maupun laki-laki.

Parasit ini memang tidak berbahaya, dan biasanya cukup mudah untuk disingkirkan. Kutu kemaluan berbentuk seperti versi kecil dari kepiting yang kerap kamu lihat di pantai.

Ini juga alasan kenapa kutu kemaluan juga kerap disebut dengan crabs. Mereka hidup di kulit dan rambut yang ada di sekitar alat kelamin dan memakan darah.

Meskipun kepiting menyukai rambut, mereka biasanya tidak suka menggantung di rambut kepala. Kutu kemaluan berbeda dengan kutu rambut, dan biasanya kutu kemaluan tidak ada di kepala. Kutu rambut biasanya juga tidak muncul di area kemaluan.

Kutu kemaluan berasal dari mana?

Kutu kemaluan biasanya ditularkan melalui hubungan seks, karena mereka hidup di bulu kemaluan. Kutu kemaluan berpindah dengan mudah dari rambut satu orang ke rambut orang lain ketika alat kelamin bersentuhan. 

Kutu kemaluan tidak berarti kamu kotor, atau tidak menjaga kebersihan. Siapa pun bisa terkena kutu kemaluan jika mereka memiliki kontak pribadi dengan seseorang yang memiliki kutu kemaluan.

Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan kutu kemaluan saat melakukan kontak pada area di mana jenis rambut kasar lainnya tumbuh seperti bulu mata, alis, bulu dada, ketiak, jenggot, dan kumis.

Baca Juga : 8 Manfaat dan Risiko Mencukur Bulu Kemaluan, Kamu Harus Tahu!

Apakah kutu kemaluan menular?

Kutu kemaluan akan sangat mudah menular melalui hubungan seksual. Penularan kutu kemaluan melalui hubungan seksual juga tidak dapat dicegah dengan penggunaan kondom.

Jika kamu pernah melakukan hubungan seks tanpa kondom, atau kamu khawatir dengan kutu kemaluan atau IMS lainnya, lakukan tes sesegera mungkin, bahkan jika kamu tidak memiliki gejala.

Pemeriksaan sederhana oleh penyedia layanan kesehatan dapat dengan mudah mengetahui apakah kamu memiliki kutu kemaluan atau tidak.

Baca Juga : Serba-serbi Kutu Kelamin, Benarkah Bisa Menyebabkan Penyakit?

Apakah kutu kemaluan berbahaya?

Kutu kemaluan biasanya tidak berbahaya, tetapi penting untuk mendapatkan perawatan untuk menghindari komplikasi kecil seperti infeksi akibat garukan atau iritasi mata (jika ditemukan di area rambut sekitar mata).

Kutu kemaluan juga tidak membawa penyakit lain, dan meskipun mereka memakan darah, kutu kemaluan tidak dapat menularkan HIV atau IMS lainnya.

Gejala dan tanda kamu punya kutu kemaluan

Tanda atau gejala adanya kutu kemaluan di tubuh mungkin baru akan muncul beberapa minggu setelah kontak pertama terjadi.

Berikut gejala adanya kutu kemaluan pada pria maupun wanita:

  • Gatal adalah gejala paling umum dan biasanya memburuk di malam hari
  • Peradangan dan iritasi akibat garukan 
  • Muncul bubuk hitam di celana dalam 
  • Bintik biru atau bintik kecil darah di kulit, seperti di paha atau perut bagian bawah (disebabkan oleh gigitan kutu).
  • Adanya telur kutu di bagian bawah rambut kemaluan. Telur kutu sangat kecil dan sulit dilihat. Warnanya oval dan kuning, putih, atau seperti mutiara. Telur kutu biasanya berbentuk gumpalan.

Kamu biasanya dapat melihat kutu kemaluan dengan melihat lebih dekat, atau kamu mungkin perlu menggunakan kaca pembesar.

Kutu kemaluan berwarna coklat atau abu-abu keputihan, dan terlihat seperti kepiting kecil. Mereka menjadi lebih gelap saat penuh dengan darah.

Baca Juga : Tips Menghilangkan Kutu Rambut Kemaluan Penyebab Gatal Organ Intim

Cara mengatasi kutu kemaluan

Perawatan kutu kemaluan mudah digunakan dan tersedia dalam bentuk gel, shampo, cairan (lotion), dan busa (foam). Sebagian besar dijual bebas di toko obat, jadi kamu bisa membelinya tanpa mendapat resep dokter terlebih dahulu.

Jika lotion atau shampo yang dijual bebas tidak mampu membunuh kutu kemaluan, dokter mungkin meresepkan perawatan yang lebih kuat, seperti:

  • Malathion. Lotion ini dioleskan pada area genital selama 8-12 jam lalu dibilas.
  • Ivermectin (Stromectol). Obat ini diminum sebagai dosis tunggal dua pil, dengan pilihan untuk mengambil dosis lain dalam 10 hari jika pengobatan awalnya tidak berhasil.
  • Perawatan bulu mata dan alis. Jika kutu kemaluan ditemukan di bulu mata dan alis, kamu bisa mengatasinya dengan mengoleskan petroleum jelly secara hati-hati dengan kapas di malam hari dan mencucinya di pagi hari. Perawatan ini mungkin perlu diulang selama beberapa minggu dan dapat mengiritasi mata jika digunakan secara tidak benar.

Jika hanya ditemukan beberapa kutu dan telur kutu hidup, kamu mungkin dapat mencabutnya menggunakan sisir atau kuku jari. Jika perawatan tambahan diperlukan, dokter mungkin meresepkan salep topikal.

Semua area tubuh yang berbulu harus diperiksa dan dirawat secara menyeluruh karena kutu dapat berpindah dari area yang dirawat ke bagian tubuh yang berbulu lainnya. Mencukur tidak akan menghilangkan kutu kemaluan.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Planned Parenthood. Diakses pada 22 Desember 2020. Pubic Lice (Crabs)

Mayo Clinic. Diakses pada 22 Desember 2020. Pubic lice (crabs)

Avert. Diakses pada 22 Desember 2020. PUBIC LICE SYMPTOMS & TREATMENT

    register-docotr