Kesehatan Seksual

Tak Ingin Hamil Setelah Melakukan Hubungan Sex? Yuk, Cegah dengan Kontrasepsi Darurat Ini

January 28, 2021 | Arianti Khairina | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Pada umumnya, banyak wanita mengonsumsi kontrasepsi darurat setelah berhubungan seks tanpa menggunakan kondom. Hal ini tentunya dilakukan untuk mencegah kehamilan.

Nah, berikut adalah beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang kontrasepsi darurat dan bagaimana cara kerjanya pada tubuh.

Apa itu kontrasepsi darurat?  

Melansir dari laman Kids Health, kontrasepsi darurat merupakan salah satu cara untuk mencegah kehamilan setelah hubungan seks tanpa kondom atau pengaman. 

Umumnya, juga disebut sebagai pil pencegah kehamilan. Pil darurat adalah pil yang dapat diminum hingga 120 jam (5 hari) setelah berhubungan seks tanpa kondom.

Beberapa jenis bekerja dengan baik jika diminum dalam 72 jam (3 hari) setelah hubungan seksual.

Menurut WHO, ini bisa mencegah kehamilan dengan menunda ovulasi dan tidak menyebabkan aborsi.

Pil darurat tidak dapat menghentikan kehamilan yang sudah berkembang atau membahayakan embrio yang sedang berkembang.

Siapa saja yang boleh mengonsumsi pil darurat pencegah kehamilan? 

Penjelasan WHO, bahwa setiap wanita atau gadis usia subur mungkin memerlukan kontrasepsi darurat untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan. 

Cara ini adalah pilihan bagi beberapa pasangan apabila mengalami hal-hal berikut:

  • Kondom rusak atau terlepas. 
  • Diafragma atau penutup serviks terlepas dari tempatnya. 
  • Pil KB terlewat selama 2 hari berturut-turut. 

Namun penting untuk diingat bahwa kontrasepsi darurat tidak dianjurkan bagi wanita yang tahu bahwa mereka hamil. Tidak ada kontraindikasi medis mutlak untuk penggunaannya serta tidak ada batasan usia.

Bagaimana cara kerjanya? 

Terdapat 1 atau 2 dari setiap 100 wanita yang menggunakan pil kontrasepsi darurat dalam waktu 72 jam setelah melakukan hubungan seks tanpa kondom.

Perlu kamu ketahui bahwa pil darurat juga biasa disebut sebagai morning after pill, namun sebenarnya hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

Kamu tidak perlu menunggu sampai pagi berikutnya untuk mengonsumsinya. Kontrasepsi darurat paling efektif bila digunakan sesegera mungkin setelah hubungan seks tanpa kondom.

Kontrasepsi darurat tidak mencegah semua kehamilan. Jadi apabila kamu tetap tidak menstruasi setelah mengonsumsi kontrasepsi darurat, sebaiknya segera periksa ke dokter. 

Seberapa efektifkah untuk cegah kehamilan?

Melansir penjelasan dari laman WHO, sebuah meta analisis dari dua penelitian menunjukkan bahwa wanita yang menggunakan pil ini dengan ulipristal asetat memiliki tingkat kehamilan 1,2%.

Penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi levonorgestrel memiliki tingkat kehamilan 1,2% hingga 2,1%.

Idealnya, kontrasepsi ini harus dikonsumsi secepat mungkin setelah hubungan seksual tanpa pelindung. Pil seperti ulipristal asetat lebih efektif dikonsumsi setelah 72-120 jam setelah hubungan seksual tanpa pelindung dibandingkan jenis lainnya.

Kelebihan dan kekurangan

Kelebihan 

Pil darurat ini mampu membantu mencegah kehamilan apabila kamu gagal mengendalikan kehamilan setelah melakukan hubungan seks tanpa kondom. 

Tak hanya itu, kontrasepsi darurat juga dinyatakan paling efektif hanya jika digunakan dalam 24 jam setelah hubungan seks tanpa kondom.

Kekurangan  

Menurut penjelasan dari laman Your Life, bahwa pil darurat mengandung hormon dosis tinggi yaitu lebih 10 kali lebih tinggi dibandingkan dengan pil biasa. Kemudian menggunakannya secara berulang kali dapat mengganggu siklus menstruasi alami. 

Terakhir perlu juga kamu ketahui bahwa pil ini tidak melindungi dari infeksi HIV (AIDS) dan infeksi menular seksual lainnya.

Baca juga: Apakah Berbahaya Jika Air Ketuban Keruh Saat Kehamilan?

Apa saja efek samping kontrasepsi darurat?

Sama seperti obat-obat pada umumnya, pil darurat juga memiliki beberapa efek samping, seperti:

  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri payudara
  • Sakit kepala

Efek samping di atas biasanya kecil, dan sebagian besar membaik dalam 1 hingga 2 hari. Periode menstruasi kamu juga mungkin tidak teratur untuk sementara setelah menggunakan pil darurat.

Kapan harus periksa ke dokter?

Apabila kamu menggunakan kontrasepsi darurat dan mengalami beberpa hal berikut sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter:

  • Hamil
  • Memiliki perubahan bau atau warna keputihannya
  • Mengalami demam atau menggigil yang tidak dapat dijelaskan
  • Mengalami nyeri perut atau panggul
  • Mengalami nyeri saat berhubungan seks
  • Mengalami perdarahan vagina yang berat atau berlangsung lama

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Who.int (2018) diakses pada 19 Januari 2021. Emergency contraception 
  2. Nhs.uk (2018) diakses pada 19 Januari 2021. Emergency contraception (morning after pill, IUD) 
  3. Kidshealth.org (2018) diakses pada 19 Januari 2021. Emergency Contraception 
  4. Webmd.com (2020) diakses pada 19 Januari 2021. Levonorgestrel Emergency Contraception 
  5. Your-life.com (2019) diakses pada 19 Januari 2021. Emergency contraception  
    register-docotr