Puasa

Tubuh Lemas setelah Berbuka Puasa? Ternyata Ini Penyebabnya!

April 21, 2021 | Arianti Khairina | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Saat menjalani puasa, tubuh pasti akan terasa lemas. Hal itu wajar karena tubuh tidak mendapatkan asupan makanan maupun minuman. Namun apa penyebab tubuh lemas justru setelah berbuka puasa? Simak penjelasannya yuk. 

Penyebab tubuh lemas setelah buka puasa 

Saat berpuasa, tubuh akan mengalami defisit kalori serta cairan, kondisi tersebut mengakibatkan tubuh menjadi lemas. Namun banyak orang berpikir bahwa setelah berbuka puasa seharusnya tubuh menjadi segar kembali karena kebutuhan kalori dan asupan cairan sudah dikembalikan. 

Namun, pada beberapa orang justru ada yang mengalami tubuh menjadi sangat lemas setelah berbuka puasa. Berikut ini beberapa hal yang mungkin bisa menjadi penyebabnya seperti dilansir dari laman The News:

Baca Juga: Tips Mencegah Asam Lambung Naik saat Puasa

Hipoglikemia 

Hipoglikemia yaitu suatu kondisi di mana kadar gula darah mengalami penurunan. Oleh sebab itu sangat penting bagi kamu untuk mengatur porsi makanan yang dikonsumsi setelah berbuka puasa. 

Mengatur porsi makan sangat penting untuk mengontrol kadar gula darah dalam tubuh. Meski tubuh lapar, disarankan tidak makan terlalu banyak saat buka puasa. Perhatikan juga untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan yang manis. 

Kandungan karbohidrat simpleks jika dikonsumsi dalam jumlah besar bisa menyebabkan kadar gula darah meningkat secara drastis. Apabila kadar gula darah naik secara drastis, hal ini akan memicu pengeluaran hormon insulin yang berlebihan. 

Padahal fungsi dari hormon insulin itu sendiri untuk menurunkan kadar gula darah. Jadi, peningkatan insulin yang berlebihan akan mengakibatkan penurunan gula darah secara drastis dan mengakibatkan terjadinya hipoglikemia hingga kamu merasakan lemas dan pusing. 

Konsumsi porsi makan yang berlebihan 

Idealnya tubuh akan merasakan segar setelah berbuka puasa, namun beberapa orang justru lemas akibat mengonsumsi makanan dalam jumlah yang berlebihan. 

Makan berlebihan membuat pencernaan bekerja ekstra keras sepanjang hari. Akibatnya, tubuh menggunakan banyak energi untuk mencerna makanan.

Tidak hanya badan terasa lemas saat berbuka puasa, tapi juga bisa memicu gangguan pencernaan seperti sakit perut, mual, kembung, atau sakit perut. Makan berlebihan saat berbuka puasa dapat menambah berat badan dan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan yang membahayakan. 

Radang lambung 

Penyebab lainnya juga bisa disebabkan karena terjadinya peradangan pada lambung. Kondisi ini bisa terjadi jika setelah berbuka puasa kamu langsung mengonsumsi makanan yang terlalu pedas atau terlalu asam sehingga menimbulkan radang lambung. 

Baca juga: Ingin Turunkan Berat Badan Selama Puasa? Ini Tipsnya

Cara mengatasi agar tubuh tidak lemas setelah berbuka puasa 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa ada  beberapa penyebab seperti makan berlebihan dan makanan manis yang dapat memicu tubuh menjadi lemas setelah berbuka puasa. 

Mematuhi pola makan saat berpuasa sangatlah penting, termasuk saat berbuka puasa. Mulai saat ini ikuti pola makan yang sehat agar tubuh tidak terasa lemas usai berbuka puasa. Berikut ini beberapa cara mengatasi agar tubuh tidak lemas setelah berbuka puasa: 

  • Berbuka puasa dengan satu hingga dua gelas air putih atau jus buah bebas gula. Cairan penting untuk menghidrasi tubuh yang sudah berpuasa hampir seharian. 
  • Hindari minuman tinggi gula dan kalori tinggi.
  • Makan kurma sembari berbuka puasa bisa menambah gula setelah tubuh menghabiskan energi sepanjang hari. Apalagi bagi kamu yang merasakan gula darah turun saat berpuasa.
  • Setelah menikmati camilan dengan kurma, minumlah semangkuk sup. Sup tidak hanya mengandung banyak air, tetapi juga dapat menghangatkan tubuh dan membuat pencernaan lebih nyaman.

Kandungan makanan yang perlu dikonsumsi setelah berbuka puasa 

Melansir penjelasan dari laman Nutrition, ketika pertama kali berbuka puasa, sangat dianjurkan minum banyak cairan, dan konsumsi makanan yang rendah lemak, serta mengandung beberapa gula alami untuk energi.

Hindari mengonsumsi banyak makanan atau minuman dengan tambahan gula. 

Setelah puasa yang lama, wajar ingin memanjakan diri sendiri tetapi cobalah menjaga jumlah makanan berlemak dan bergula serta minuman manis tetap dalam jumlah normal. 

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Thenews.com.pk (2021) diakses pada 21 April 2021. Fasting People may suffer headaches, weakness and fatigue
  2. Nutrition.org.uk (2021) diakses pada 21 April 2021. A healthy Ramadan
  3. Pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2018) diakses pada 21 April 2021. The risk for hypoglycemia during Ramadan fasting in patients with adrenal insufficiency
  4. Newsbeezer.com (2021) diakses pada 21 April 2021. Why do you go limp after Iftar? 
    register-docotr