Puasa

Tips untuk Lansia yang Tetap Ingin Berpuasa di Bulan Ramadan

May 4, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Berpuasa selama Ramadan adalah momen spesial untuk umat Islam. Dari anak-anak hingga yang sudah lanjut usia (lansia) bersemangat untuk menjalankan ibadah puasa. 

Walaupun sebenarnya lansia tidak diwajibkan untuk berpuasa, masih banyak yang tetap ingin melakukannya. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan para lansia jika tetap ingin berpuasa dengan sehat selama bulan Ramadan.

Tips berpuasa untuk lansia

Salah satu yang terpenting adalah memerhatikan makanan yang dikonsumsi. Cobalah untuk mengonsumsi makanan sehat, kaya nutrisi dan banyak serat, serta yang telah dimasak dengan benar. 

Selain itu, pastikan juga orang yang sudah lanjut usia untuk makan dengan cukup di waktu sahur.

“Sahur penting bagi orang tua. Ini memberi tubuh makanan dan energi yang diperlukan bertahan untuk puasa yang lama,” kata dokter Javaid Shah, dilansir dari Khaleejtimes

Selain itu, berikut beberapa tips lainnya yang bisa dilakukan para lansia yang ingin tetap menjalankan ibadah puasa selama Ramadan. 

1. Cukupi kebutuhan cairan

Selama berpuasa, tubuh mungkin akan mengalami dehidrasi. Karena itu, pastikan orang tua untuk minum dengan cukup sejak waktu berbuka hingga selesai sahur. 

Menurut situs promkes.kemkes.go.id, selama puasa, kamu harus tetap minum setidaknya 8 gelas setiap hari. Untuk dapat memenuhi jumlah tersebut, berikut rekomendasi minum air putih menurut Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan.

Masing-masing 1 gelas setiap kali minum:

  • Setelah bangun tidur 
  • Sehabis sahur 
  • Saat berbuka
  • Setelah salat maghrib
  • Sehabis makan malam
  • Selesai salat isya
  • Sehabis salat tarawih
  • Satu gelas sebelum tidur

2. Makan dengan porsi yang tepat

Saat berbuka puasa sering membuat orang tanpa sadar makan berlebih. Cobalah untuk makan perlahan agar tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan pembuka, apalagi yang memiliki cita rasa manis. 

Begitu pun saat makan berat. Perut butuh waktu 20 menit untuk mengirimkan sinyal bahwa sudah kenyang. Karena itu kunya makanan perlahan, nikmati rasanya dan pastikan berhenti makan sebelum mengonsumsi secara berlebihan. 

3. Tetap aktif bergerak

Olahraga ringan seperti jalan cepat dapat membantu menambah rasa bugar, loh. Justru jika tidak bergerak sama sekali hanya akan membuat tubuh terasa lemas selama berpuasa. 

4. Cukup tidur

Cukup tidur dapat memengaruhi kesehatan para lansia. Jika kurang tidur dapat memicu kondisi tertentu. Salah satunya menyebabkan kadar gula darah menjadi lebih sulit dikendalikan. 

Jangan lupa untuk sediakan waktu yang cukup untuk tidur. Untuk orang dewasa hingga lanjut usia, diperlukan waktu tidur malam setidaknya 7 jam. 

5. Mengutamakan rekomendasi yang menunjang kesehatan

Selama berpuasa sebaiknya selalu menjalankan pola hidup sehat. Kurangi merokok atau lebih baik berhenti merokok. Hindari makanan tinggi gula dan garam. 

Hindari kafein, karena dapat menyebabkan dehidrasi selama berpuasa. Serta selalu memeriksakan kondisi jika memiliki kondisi kesehatan tertentu. 

Bagaimana jika lansia dengan penyakit tertentu ingin tetap berpuasa? 

Para lansia mungkin saja memiliki penyakit tertentu, misalkan saja diabetes. Dalam kasus ini, lansia yang ingin berpuasa sebaiknya berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter. 

Apalagi lansia tersebut adalah orang yang sudah bergantung pada pemberian insulin. Karena puasa mungkin akan mengubah pola pemberian insulin tersebut. 

Kalaupun memang masih sanggup untuk berpuasa, orang dengan kondisi kesehatan tertentu harus rutin memeriksakan kondisi kesehatannya. Orang dengan diabetes misalnya, perlu secara rutin mengecek kadar gula darahnya.

Pemeriksaan dilakukan untuk mencegah kondisi yang tidak diinginkan. Misalnya terjadinya hipoglikemia atau gula darah yang terlalu rendah. Ini dapat menyebabkan pusing, penglihatan kabur hingga pingsan. 

Selain diabetes, lansia dengan penyakit lainnya terutama yang menjalani pengobatan rutin, harus memastikan bisa atau tidaknya berpuasa setelah melakukan konsultasi dengan dokter. 

Beberapa penyakit yang biasanya membutuhkan obat-obatan yang dikonsumsi secara rutin di antaranya hipertensi, diabetes, asma dan penyakit paru obstruktif kronik. 

Manfaat berpuasa

Jika dilakukan dengan tepat dan sesuai anjuran kesehatan, puasa dapat memberikan sejumlah manfaat. Di antaranya dapat mengurangi resistensi insulin, detoksifikasi, meningkatkan usus hingga membantu fungsi jantung. 

Selain itu, berpuasa juga dapat melawan peradangan tubuh, yang telah dibuktikan melalui penelitian. Puasa juga dapat meningkatkan fungsi otak dan mencegah gangguan neurodegeneratif. 

Terakhir, puasa juga diketahui berpotensi menunda penuaan dan memperpanjang usia. Namun saat ini penelitian masih terbatas pada hewan dan dibutuhkan penelitian lanjutan untuk membuktikan manfaat ini untuk manusia. 

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Healthline, diakses 3 Mei 2021
8 Health Benefits of Fasting, Backed by Science
Kemenkes, diakses 3 Mei 2021
Manfaat Minum Air Putih 8 Gelas Sehari Selama Berpuasa
Health.harvard.edu, diakses 3 Mei 2021
Is intermittent fasting safe for older adults?
Khaleejtimes, diakses 3 Mei 2021
Should the elderly fast during Ramadan?
Homage, diakses 3 Mei 2021
12 Healthy Ramadan Fasting Tips for The Elderly

    register-docotr