Covid-19

Mengenal Varian COVID-19 Asal Afrika Selatan yang Lebih Menular dan Mengurangi Efektivitas Vaksin

May 5, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Pemerintah melalui Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah memastikan bahwa varian COVID-19 asal Afrika Selatan (Afsel) N501Y.V2 atau B.1.351 telah masuk ke Indonesia. Sama seperti varian dengan mutasi ganda asal India, varian Afsel ini juga dikatakan lebih menular.

Varian N501Y.V2 ini ditemukan di Bali dan menurut Budi jenis ini pun menjadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia karena memiliki daya tular yang tinggi.

Baca juga: Mengenal B1.617, Varian COVID-19 dari India yang Memiliki Mutasi Ganda

Sejarah temuan varian N501Y asal Afsel

WHO mencatat pada tanggal 18 Desember 2020 otoritas nasional di Afsel mengumumkan temuan varian COVID-19 ini di tiga provinsi di negara tersebut. Afsel sendiri menamakan varian ini 501Y.V2, karena merupakan mutasi N501Y.

Sebelumnya, varian baru di Inggris yang disebut VOC 202012/01 (varian of concern, tahun 2020, bulan 12, varian 01) juga memiliki mutasi N501Y. Tapi analisis filogenetik menunjukkan N501Y.V2 dari Afsel merupakan varian virus yang berbeda.

Setelah diurutkan, ternyata varian baru ini telah menggantikan jenis COVID-19 lain yang ada di provinsi Eastern Cape, Western Cape dan KwaZulu-Natal. Kajian selanjutnya menemukan bagaimana varian baru ini memiliki potensi transmisi yang tinggi. 

Sejauh mana varian ini menyebar?

Selain di Indonesia, varian yang sudah menguasai provinsi Eastern Cape dan Western Cape di Afrika Selatan ini setidaknya sudah menyebar hingga 20 negara, termasuk Austria, Norwegia dan Jepang.

Di Inggris, sudah ada 533 kasus positif COVID-19 yang disebabkan oleh varian baru asal Afsel ini.

Apakah varian ini lebih berbahaya?

Mutasi yang terjadi pada virus ini, sama seperti varian lainnya. Ada perubahan protein lonjakan (bagian virus yang dipakai untuk masuk ke dalam sel tubuh manusia). 

Protein lonjakan juga merupakan bagian virus yang didesain untuk diserang oleh vaksin. Itu sebabnya mutasi varian ini mendapat perhatian khusus oleh para peneliti di seluruh dunia.

Selain N501Y, varian asal Afsel ini juga mengandung mutasi lain yang disebut dengan E484K. Mutasi ini kemungkinan bisa menghindari sistem imun seseorang dan bisa memengaruhi keefektifan dari vaksin yang sudah ada.

Meskipun demikian, sejauh ini belum ada bukti kalau varian ini dapat menimbulkan kondisi penyakit yang parah ketika menginfeksi manusia.  Sama seperti virus aslinya, lansia dan orang dengan penyakit penyerta masih menjadi pihak yang berisiko tinggi terhadap varian ini.

Apakah vaksin COVID-19 tidak berfungsi terhadap varian ini?

Vaksin yang ada saat ini memang dirancang berdasarkan varian asli COVID-19. Namun demikian, vaksin-vaksin ini pun seharusnya memberikan perlindungan yang sama terhadap varian baru COVID-19.

Saat ini memang masih dibutuhkan penelitian untuk mengkaji dampak dan efektivitas vaksin terhadap varian baru COVID-19. Tapi, sangat tidak mungkin mutasi COVID-19 yang baru dapat membuat vaksin tidak efektif.

Sebelumnya, uji coba terhadap vaksin Novanax, Jensen dan AstraZeneca di Afrika selatan, tempat varian B.1.351 menunjukkan bahwa varian baru ini dapat menghindari imunitas yang sudah ada.

Penelitian dari Israel

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Israel menyebut varian baru ini memiliki peluang untuk memecahkan proteksi yang sudah dihasilkan oleh vaksin COVID-19, dalam hal ini pada vaksin Pfizer.

Kajian tersebut melibatkan 400 orang yang positif COVID-19 setelah 14 hari atau lebih pasca menerima vaksinasi pertama atau kedua. Datanya dibandingkan dengan jumlah partisipan yang sama pada mereka yang belum mendapat vaksin.

Varian dari Afsel disebut menjadi biang keladi 1 persen kasus positif dari seluruh responden yang dikaji. Tapi prevalensinya justru 8 kali lebih tinggi pada mereka yang sudah menerima dosis vaksin kedua ketimbang mereka yang belum divaksin sama sekali.

“Hal ini menunjukkan kalau varian baru ini, pada batas tertentu mampu menembus pertahan dari vaksin yang sudah diberikan,” ucap peneliti dari Tel Aviv University, Adi Stern.

Demikianlah berbagai penjelasan tentang varian COVID-19 asal Afrika Selatan. Selalu waspada dan jaga kondisi kesehatan kamu selama pandemi ini, ya!

Konsultasi lengkap seputar COVID-19 di Klinik Lawan COVID-19 dengan mitra dokter kami. Yuk, klik link ini untuk download aplikasi Good Doctor!

Reference
register-docotr