Kesehatan Mental

Sangat Butuh Sentuhan, Kenali Gejala dan Cara Mengatasi Touch Starvation

May 5, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial, dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa banyak orang merasakan kenyamanan, keamanan, dan kepuasan dari adanya kontak fisik.

Kehilangan sentuhan fisik dapat mengakibatkan kamu mengalami sensasi negatif, seperti perasaan hampa dan kesepian. Kondisi ini ternyata dikenal dengan istilah touch starvation atau haus akan sentuhan.

Artikel ini akan membahas apa itu touch starvation, potensi komplikasi psikologisnya, dan beberapa cara untuk membantu mencegahnya.

Baca juga: Guys! Ini 4 Bahaya Kebanyakan Tidur Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Tentang touch starvation

Dilansir dari Medical News Today, touch starvation mengacu pada keinginan akan kontak fisik yang mungkin dialami orang. Ini bisa muncul setelah ia hanya menerima sedikit atau tidak ada interaksi fisik dengan orang lain dalam jangka waktu tertentu.

Mengapa sentuhan sangat penting?

Beberapa studi menemukan fakta bahwa sentuhan penting bagi manusia dalam hal mengomunikasikan emosi dan menjaga hubungan.

Misalnya, penelitian menunjukkan bahwa sentuhan penuh kasih sayang bisa mengaktifkan area otak yang terlibat dengan perilaku emosional dan pengambilan keputusan. Sentuhan juga bisa menenangkan orang yang mengalami kesusahan.

Satu studi di 2017 juga mencatat bahwa memeluk dan menepuk anak-anak yang sedang tertekan memiliki efek menenangkan.

Faktor penyebab

Satu studi di 2018 mencatat bahwa kulit dapat mengomunikasikan rangsangan sentuhan positif dan negatif ke saraf sensorik.

Menanggapi rangsangan kulit dengan intensitas rendah, seperti sentuhan atau belaian, tubuh melepaskan oksitosin, yang oleh sebagian orang disebut “hormon cinta”.

Oksitosin memiliki banyak manfaat potensial, seperti berkontribusi pada kesejahteraan sehari-hari dan pengurangan stres. Oleh karena itu, kurangnya kontak fisik dapat menyebabkan beberapa orang mengalami apa yang disebut sebagai touch starvation.

Gejala yang ditimbulkan

Mungkin sulit bagi seseorang untuk mengetahui apakah mereka mengalami touch starvation atau tidak. Tapi gejala paling umum yang ditunjukkan dari kondisi ini adalah orang akan merasakan sensasi kesepian yang luar biasa. Selain itu, ia mungkin juga mengalami:

  1. Stres
  2. Kegelisahan
  3. Perasaan depresi
  4. Kepuasan rendah
  5. Kesulitan tidur
  6. Kelelahan.

Tak hanya itu, penderita touch starvation juga mungkin menunjukkan perilaku mencoba mensimulasikan sentuhan. Ini bisa termasuk mandi yang lama, membungkus diri dengan selimut, atau memeluk hewan peliharaan maupun bantal.

Komplikasi psikologis

Perasaan kesepian dan isolasi yang menyertai touch starvation cenderung mengakibatkan komplikasi psikologis yang merugikan. Misalnya perasaan stres, kecemasan, dan depresi.

Satu studi pada 2017 bahkan menyoroti bahwa sentuhan kasih sayang meningkatkan kesejahteraan psikologis. Oleh karena itu, kurangnya kontak dapat membahayakan kesehatan mental dan emosional seseorang.

Sebuah studi pada 2020 juga mencatat bahwa sentuhan dapat mengurangi perasaan kesepian. Oleh karena itu, kurangnya kontak fisik dapat menyebabkan atau memperburuk rasa kesepian pada beberapa orang.

Hal sederhana yang bisa dilakukan untuk mengatasi touch starvation

Berikut adalah beberapa cara sederhana untuk menyambut lebih banyak sentuhan ke dalam kehidupan kamu mulai dari sekarang.

  1. Cobalah pijat, baik dilakukan oleh orang tersayang ataupun tenaga profesional. Pijat dapat membantu kamu rileks dan menikmati manfaat dari sentuhan orang lain.
  2. Berinteraksi dengan hewan peliharaan, ini adalah bentuk interaksi yang bisa meredakan beberapa gejala kelaparan sentuhan.
  3. Komunikasi, jika memungkinkan cobalah untuk tetap berhubungan secara teratur dengan keluarga, teman, dan orang yang dicintai. Ini bisa melalui pesan teks, panggilan telepon, atau panggilan video.
  4. Berolahraga, aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan mengurangi perasaan stres dan depresi serta meningkatkan kualitas tidur.

Kapan mencari bantuan?

Jika seseorang mengalami gejala kesehatan mental yang negatif dari kondisi ini, mereka harus berusaha mencari bantuan. Tanpa pengobatan, kesehatan mental dapat memburuk secara signifikan dan memengaruhi kualitas hidup seseorang.

Namun mengingat ini masih era pandemi, penting bagi kamu untuk menghormati dan menjaga jarak fisik dan tidak membahayakan kesehatan mereka atau orang lain.

Jika seseorang tidak dapat memperoleh bantuan secara langsung, mereka dapat mempertimbangkan untuk mencoba teleterapi. Ini adalah segala bentuk terapi jarak jauh yang menggunakan teknologi untuk memungkinkan terapis dan kliennya berkomunikasi.

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Healthline, diakses pada 4 Mei 2021

Medical News Today, diakses pada 4 Mei 2021

Web MD, diakses pada 4 Mei 2021

    register-docotr