Puasa

Sering Sakit Perut Saat Puasa? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya!

April 19, 2021 | Richaldo Hariandja | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Berbagai hal bisa terjadi pada tubuh saat puasa, termasuk sakit perut. Kondisi ini dapat membuat puasamu terasa berat dan aktivitas jadi tidak lancar.

Sebuah artikel dalam laman Harvard Health Publishing menyebutkan bahwa sakit perut sebagai salah satu kondisi yang mungkin terjadi saat kamu berpuasa. Selain itu, efek samping lainnya adalah sakit kepala, letih hingga emosi naik-turun.

Baca juga: Tak Cuma Lapar dan Haus, Ini yang Terjadi pada Tubuh Saat Kamu Berpuasa

Penyebab sakit perut saat puasa

Sakit perut bisa disebabkan oleh berbagai hal seperti berikut ini:

Konstipasi

Banyak orang mengalami sakit perut yang dipicu konstipasi saat puasa. Kondisi ini bahkan merupakan masalah pencernaan yang umum terjadi saat Ramadan.

Gangguan pencernaan yang terjadi saat puasa ini disebabkan oleh perubahan pergerakan makanan di sistem pencernaan. Aktivitas ini berlangsung lebih lama daripada biasanya. 

Oleh karena itu, feses menjadi lebih keras. Frekuensi buang air besar pun jadi tidak teratur dan terasa sakit saat mengejan.

Asam lambung

Sakit perut yang terasa seperti terbakar bisa terjadi karena peningkatan asam lambung di masa puasa. Asam lambung berfungsi untuk mencerna makanan dan menghancurkan bakteri yang masuk ke saluran pencernaan.

Pada dasarnya, asam lambung juga menurun saat makanan terlalu sedikit masuk ke dalam saluran pencernaan. Tapi, karena lapar, kamu akan cenderung memikirkan makanan dan memicu otak untuk memberitahu lambung agar menghasilkan lebih banyak asam.

Itu sebabnya asam lambung menjadi meningkat dan menyebabkan sakit perut, bahkan terasa terbakar di dada.

Diare

Diare pada dasarnya terjadi saat makanan dan nutrisi terlalu cepat melewati saluran pencernaan. Akibatnya, makanan ‘meninggalkan’ tubuh tanpa sempat diserap secara maksimal.

Mengalami diare di masa puasa merupakan efek samping dari dehidrasi, malnutrisi, penyerapan yang tidak maksimal, kram, mual hingga pusing-pusing.

Yang perlu kamu catat, diare di masa puasa bisa sangat mengganggu dan berbahaya. Pasalnya, pada saat puasa tubuh kamu cenderung akan lebih mudah terasa pusing dan lelah. Oleh karena itu diare akan membuatnya terasa lebih parah.

Penyebab diare saat puasa

Pada saat puasa, diare bisa terjadi karena sekresi berlebih air dan garam di saluran pencernaan. Ada beberapa pemicu kondisi ini, salah satunya adalah minum minuman tinggi kafein seperti teh dan kopi.

Namun demikian, puasa sebenarnya tidak akan menyebabkan diare. Kemungkinan kamu terkena penyakit yang menyebabkan sakit perut saat puasa ini sebagai efek pola makan saat berbuka atau sahur.

Karena pada saat kamu berpuasa, kerja saluran pencernaan sedang berkurang karena tidak terlalu banyak dipakai.

Bagaimana mencegah sakit perut saat puasa?

Malaysian Dietitians Association memberikan langkah berikut ini untuk kamu jalankan untuk mencegah sakit perut timbul saat puasa:

  • Hindari makan berlebih: Karena saat kamu makan terlalu banyak, perut akan menjadi sangat tertekan. Hal ini membuat asam lambung naik dan menyebabkan heartburn
  • Makan dengan perlahan: Makan dengan perlahan bukan hanya baik bagi sistem pencernaan, tapi juga membuat kamu cenderung makan dengan porsi yang sedikit
  • Batasi makanan berminyak dan digoreng: Lemak merupakan masalah bagi pencernaan. Hal ini karena makanan berlemak susah dicerna dan dapat memicu asam lambung naik ke kerongkongan. 
  • Hindari makanan pedas: Makanan pedas dapat menyebabkan sakit perut. Hal ini akan sangat membuat kamu tidak nyaman saat berpuasa
  • Berjalan setelah makan: Berdiam dan tidak banyak bergerak setelah makan membuat kamu cenderung terkena heartburn. Karena itu, berjalanlah sebentar setelah makan. Jangan lupa juga untuk tetap berolahraga di masa puasa
  • Tetap konsumsi obat-obatan: Jika kamu memang sedang mengonsumsi obat untuk kesehatan pencernaan, jangan berhenti, tapi sesuaikan konsumsinya saat berpuasa

Demikianlah berbagai penjelasan tentang sakit perut saat puasa. Selalu jaga kondisi kesehatan kamu selama bulan Ramadan, ya!

Cek kesehatan lambungmu di Klinik Maag bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini ya!

Reference
  1. MedicalNewsToday, diakses 16 April 2021. Fasting: Health benefits and risks
  2. King’s College Hospital London, diakses 16 April 2021. Health Complications Associated with Wrong Practices during Fasting – King’s College Hospital | Dubai
  3. Healthline, diakses 16 April 2021. Diarrhea During Fasting: When to Stop Fasting and Treatment Options
  4. Harvard Health Publishing, diakses 16 April 2021. 4 intermittent fasting side effects to watch out for – Harvard Health
  5. Malaysian Dietitians Association, diakses 16 April 2021. Minimise Stomach Upsets During Ramadan

 

    register-docotr