Puasa

Diare Saat Puasa? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

May 10, 2021 | Anisya Fitrianti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Diare saat puasa bisa dialami oleh siapa aja. Diare merupakan penyakit yang  ditandai dengan tinja encer dan berair atau sering buang air besar.

Diare terjadi saat makanan dan nutrisi yang melewati saluran gastrointestinal (GI) bergerak terlalu cepat dan keluar dari tubuh tanpa diserap. 

Kalau kamu mengalami diare saat puasa ada baiknya segera akhiri puasamu. Jika dilanjutkan, diare saat puasa hanya dapat memperburuk kondisi tubuhmu. Di samping itu, diare saat puasa juga dapat menimbulkan efek samping lainnya, seperti:

  • dehidrasi
  • kekurangan gizi
  • malabsorpsi
  • kram
  • mual
  • pusing

Saat berpuasa, tubuhmu sudah cenderung merasakan pusing, lelah, dan mual. Jika kamu diare, tentu itu memperburuk tubuhmu yang sedang berpuasa. 

Penyebab terjadinya diare saat puasa

Selama menjalani puasa, diare bisa saja terjadi. Diare terjadi karena terlalu banyak air dan garam di saluran pencernaan. 

Sejumlah pemicu dapat menyebabkan hal ini, apalagi kalau kamu meminum minuman yang kurang tepat selama sahur atau berbuka. Terutama minuman yang memiliki kandungan kafein tinggi, seperti teh atau kopi.

Padahal, seharusnya puasa tidak menyebabkan diare. Justru potensi terjadinya diare lebih besar saat kamu berbuka puasa daripada saat berpuasa. 

Selain asupan makanan yang kurang tepat, penyebab umum diare lainnya adalah:

Diet yang buruk

Tidak hanya pada saat puasa, makanan atau diet yang buruk dapat memicu diare kapanpun. Terutama pada lansia, karena sistem pencernaan dapat menjadi sensitif terhadap beberapa jenis makanan seiring dengan pertambahan usia.

Selain kafein, makanan berikut ini berpotensi membuat kotoran cair dan membuat diare menjadi parah:

  • Gula: Gula mendorong usus agar mengeluarkan air dan elektrolit sehingga pergerakan usus menjadi longgar. Semakin banyak gula yang kamu konsumsi, semakin besar pula potensi kamu terkena diare
  • Makanan digoreng atau berlemak: Beberapa orang mengalami kesulitan untuk mencerna makanan berlemak atau digoreng. Saat tidak tecerna dengan sempurna, maka makanan ini jadi asam lemak dan menyebabkan diare
  • Makanan pedas: Makanan pedas menyebabkan dubur terasa terbakar dan memicu kamu untuk buang air besar lebih sering
  • Gluten: Protein yang terdapat di gandum, salad dan beer ini terkadang sulit dicerna oleh beberapa orang sehingga menyebabkan diare

Intoleransi laktosa (produk susu)

Intoleransi laktosa merupakan ketidakmampuan sistem pencernaan untuk memecahkan laktosa, sebuah pemanis alami yang umumnya terdapat di dalam produk olahan susu.

Kondisi ini dipicu ketika usus halus berhenti membuat enzim laktase yang berfungsi untuk mencerna dan memecahkan laktosa. Saat ini terjadi, laktosa bergerak ke usus besar.

Ketika sampai di usus besar, laktosa yang berinteraksi dengan bakteri di usus besar akan menyebabkan gejala seperti kembung hingga diare.

Kekurangan mineral

Tubuh membutuhkan mineral untuk bekerja dengan baik. Kekurangan mineral terjadi ketika tubuh tidak mampu menyerap mineral yang dibutuhkan. Karena itu, kekurangan mineral menghasilkan beberapa penyakit, termasuk diare.

Kekurangan mineral ini terjadi secara perlahan dan bisa disebabkan oleh berbagai alasan. Bisa saja karena makanan yang kamu makan tidak cukup mengandung mineral atau karena memang tubuh kamu tidak bisa menyerap mineral dengan maksimal.

Infeksi di usus besar

Salah satu jenis infeksi di dalam usus yang menyebabkan diare adalah bacterial gastroenteritis. Penyakit ini menimbulkan inflamasi di perut dan usus. Selain diare, kamu pun mungkin akan mengalami kram abdomen yang berat dan muntah-muntah.

Penyakit Crohn

Penyakit Crohn merupakan jenis penyakit inflamasi di usus (inflammatory bowel disease/IBD). Kondisi ini menyebabkan inflamasi di saluran pencernaan dan menimbulkan gejala seperti nyeri di abdomen, diare yang berat, letih, kehilangan berat badan hingga malnutrisi.

Meskipun demikian, hingga saat ini tidak ada bukti yang dapat menunjukkan kalau puasa dapat meningkatkan inflamasi yang timbul karena penyakit ini. 

Mitos terkait puasa dapat menyebabkan kondisi penyakit ini semakin parah timbul karena pendapat yang menyatakan kalau kamu absen makan dan minum dapat menimbulkan malnutrisi sehingga aktivitas penyakit ini meningkat.

Alergi makanan atau obat-obatan

Alergi karena makanan atau obat-obatan juga dapat menyebabkan diare pada saat puasa. Hal ini dipicu oleh sistem imun yang bereaksi terhadap protein atau kandungan tertentu yang masuk ke tubuh dan dianggap sama bahayanya seperti bakteri, parasit atau virus.

Kebanyakan alergi makanan terjadi pada anak-anak dan dapat menghilang seiring pertambahan usia. Meskipun demikian, alergi ini juga bisa terjadi pada orang dewasa juga, lho!

Selain diare, gejala dari alergi ini berupa:

  • Kesemutan di mulut
  • Sensasi terbakar di mulut dan lidah
  • Bengkak di wajah
  • Ruam di kulit
  • Mengi
  • Mual atau muntah
  • Hidung meler
  • Mata berair

Cara mengatasi diare saat puasa

Berikut adalah langkah yang bisa kamu coba jika diare menyerang kamu saat puasa: 

  •  Minum banyak air putih 

Selama puasa, tubuhmu sudah kehilangan asupan cairan. Apalagi jika kamu masih mengalami diare. Untuk itu, minumlah air putih yang banyak saat sahur dan berbuka agar kamu terhindar dari dehidrasi. 

Idealnya, kamu membutuhkan 2 liter air perhari atau 8 gelas 250 ml air. Karena itu, untuk menyiasati keterbatasan waktu minum air putih kala puasa, selalu pastikan botol air minum berada di dekat kamu, sehingga kamu mudah mengaksesnya.

  •  Hindari minuman manis dan berkafein

Minuman seperti kopi dan teh yang mengandung kafein tinggi hanya akan memperburuk situasi perutmu. Hindari juga minuman dengan pemanis buatan seperti soda dan sebagainya.  

Minuman berkafein dan berpemanis akan membuat kamu dehidrasi dan kamu jadi rentan terkena diare.

  •  Minum cairan pengganti elektrolit

    Selama diare, elektrolit dalam tubuh juga ikut hilang. Untuk mengganti elektrolit yang hilang, kamu bisa konsumsi oralit atau membuatnya sendiri di rumah.

  • Konsumsi makanan tinggi kalium 

Pilihlah makanan yang mengandung kalium seperti pisang, kentang, dan tomat. Kalium mampu mengembalikan keseimbangan cairan dalam tubuh. 

  • Minum obat diare

Minumlah obat diare untuk membantu mengatasi diare yang kamu rasakan. Obat yang umum digunakan untuk mengatasi saat perut diare adalah Imodium. 

Tips berbuka puasa saat mengalami diare 

Jika kamu baru saja mengalami diare dan akan membatalkan puasamu, ada baiknya ikut tips di bawah ini.

  • Makanlah dalam porsi kecil

Saat berbuka, jangan langsung mengisi perut dengan makanan porsi besar. Sistem pencernaan dalam tubuh butuh penyesuaian setelah melewati puasa dan diare. Untuk itu makanlah pelan-pelan dan dalam porsi kecil. 

Hindari juga makan makanan yang kaya karbohidrat sederhana. Karena walaupun makanan ini mengenyangkan, kamu akan mudah lapar nantinya ketika sudah masuk jam berpuasa.

karena itu, makanlah makanan berserat, selain membuat kamu kenyang lebih lama, makanan berserat pun baik untuk kesehatan pencernaan dan mencegah diare.

  • Hindari makanan yang digoreng

Usahakan makan makanan berkuah daripada makanan yang digoreng. Makanan yang berkuah seperti sup ayam mampu memperbaiki suasana perutmu agar lebih baik. 

Sedangkan makanan yang digoreng dan berlemak sulit dicerna oleh usus. Sehingga kamu akan menjadi lebih rentan terkena diare.

  • Hindari makanan yang menyebabkan gas, seperti kacang-kacangan dan brokoli

Makanan dengan gas tinggi mampu memperparah rasa kembung pada perutmu. Untuk itu hindari dulu makanan yang mengandung gas. 

  • Makan buah yang kaya kandungan air

Makan makanan manis memang menggoda ketika berbuka, tapi untuk lebih amanna, makanlah buah-buahan yang kaya akan kandungan air. Selain buah ini mengandung gula yang dibutuhkan oleh tubuh, kamu pun bisa memenuhi kebutuhan asupan cairan.

Beberapa buah yang bisa kamu andalkan di kala puasa adalah sebagai berikut:

  • Strawberry
  • Semangka
  • Blewah
  • Timun
  • Zucchine atau timun jepan
  • Tomat

Perhatikan kondisi diare yang kamu alami 

Kalau diare yang kamu alami semakin parah dan frekuensi untuk buang air semakin tinggi ada baiknya kamu segera konsultasi pada dokter. Selain frekuensi buang air yang tinggi, apabila kamu mengalami gejala berikut segeralah hubungi dokter. 

  •  tinja berdarah 
  •  rasa sakit saat buang air besar 
  •  bengkak di sekitar usus

Sebenarnya diare adalah penyakit yang cukup umum dan bisa menyerang semua orang. Kalau kamu mengalami diare saat puasa sebaiknya segeralah batalkan puasamu. Kamu masih bisa melanjutkan puasa ketika perutmu sudah tidak mengalami diare.

Kalau kamu diare disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, seperti pusing, kehilangan kesadaran, mual, muntah, atau tinja berdarah, segeralah hubungi dokter.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
    register-docotr