Puasa

Puasa di Musim Virus Corona, Kapan Kita Boleh Membatalkan Puasa?

April 22, 2020 | Nik Nik Fadlah
no-image

Puasa di musim virus corona merupakan salah satu tantangan bagi umat muslim untuk menjalani bulan suci Ramadhan kali ini.

Bagi umat muslim, puasa merupakan hal yang wajib. Namun, di musim virus corona yang hadir di tengah masyarakat saat ini, apakah umat muslim boleh membatalkan puasa? Dan kapan kita harus membatalkan puasa?

Banyak yang mengkhawatirkan puasa di tengah pandemi corona saat ini akan berakibat pada penurunan daya tahan tubuh. Untuk mengetahui jawabannya, simak ulasan di bawah ini.

Puasa di musim virus corona, apa efeknya?

Puasa sejatinya mengharuskan umat muslim untuk tidak makan dan minum dari terbitnya fajar hingga tenggelamnya matahari.

Di sisi lain, meminum banyak cairan untuk menjaga kelembaban saluran pernapasan merupakan beberapa tindakan yang diberikan oleh ahli kesehatan untuk mengurangi resiko terkena virus corona.

Dr William Schaffner, seorang ahli penyakit menular dari Universitas Vanderbilt telah mengkonfirmasi bahwa meminum lebih banyak air tidak akan mencegah siapapun terkena penyakit itu.

Ia mengatakan, “Kami selalu memperingatkan siapa pun yang sehat dan orang yang sakit untuk menjaga asupan cairan dan menjaga selaput lendir tetap lembab.”

Al-Azhar sebagai lembaga islam dunia juga memberikan pernyataan bahwa puasa tidak ada hubungannya dengan kemungkinan peningkatan risiko terkena virus corona.

Keputusan mereka didasarkan pada tanggapan yang diterima oleh WHO (World Health Organization)  bahwa minum dan berkumur dengan air tidak melindungi seseorang  dari virus corona.

Para ahli mengemukakan bahwa berpuasa dapat membantu mencegah masalah kesehatan seperti kolesterol tinggi, penyakit jantung dan obesitas, serta meningkatkan kesehatan mental. Dengan tidak mengkonsumsi makanan apapun, tubuh kita dapat berkonsentrasi untuk membuang racun.

Siapa saja yang dapat membatalkan puasa dan kapan harus membatalkan puasa?

Meskipun menjalankan ibadah puasa di musim virus corona saat ini merupakan hal yang wajib, namun ada beberapa kondisi bagi umat muslim yang diperbolehkan untuk membatalkan puasa, berikut kondisi tersebut:

Ibu hamil

Ibu hamil diperbolehkan untuk tidak berpuasa atau membatalkan puasa, hal tersebut dikarenakan dapat berisiko pada kesehatannya.

Secara umum wanita hamil yang mengalami komplikasi, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, infeksi ginjal atau masalah jantung dianjurkan untuk tidak berpuasa.

Hubungi dokter jika merasakan salah satu dari hal berikut:

  • Tidak menambah berat badan yang cukup
  • Merasa sangat haus
  • Sakit kepala dan demam
  • Mual atau muntah
  • Merasakan nyeri seperti kontraksi

Secara umum, wanita disarankan untuk tidak berpuasa selama trimester pertama dan ketiga kehamilannya.

Akan tetapi, sebelum memutuskan hal tersebut sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu.

Kondisi kesehatan yang benar-benar menurun atau sakit

Salah satu kondisi yang diperbolehkan untuk membatalkan puasa adalah ketika seseorang mengalami kondisi kesehatan yang menurun.

Seseorang yang menderita penyakit ringan mungkin masih bisa berpuasa. Akan tetapi hal ini berbeda dengan seseorang yang menderita kondisi lebih akut dan membutuhkan obat setiap hari atau dua hingga tiga kali sehari.

Misalnya saja obat-obatan seperti antibiotik yang memerlukan asupan teratur dapat menimbulkan masalah bagi pasien yang berpuasa.

Mereka yang mengalami gejala Covid-19

Mereka yang mengalami gejala Covid-19 dapat diperbolehkan untuk membatalkan puasa jika memang kondisinya tidak memungkinkan. Gejala Covid-19 yang paling umum adalah:

  • Demam
  • Batuk
  • Nafas pendek atau kesulitan untuk bernafas

Gejala lainnya dapat meliputi:

  • Kelelahan
  • Sakit dan nyeri
  • Hidung tersumbat
  • Pilek
  • Sakit tenggorokan
  • Diare

Gejala-gejala ini biasanya ringan dan mulai secara bertahap. Beberapa orang yang terinfeksi tidak mengembangkan gejala lain. Seseorang yang mengalami demam, batuk, dan kesulitan bernafas sebaiknya segera mencari pertolongan medis.

Namun, begitu kondisi kesehatan mereka membaik mereka harus menjalani ibadah puasa yang terlewat.

Baca juga: Jangan Diabaikan, Kenali Gejala COVID-19 pada Anak

Bagaimana cara menjaga tubuh agar tetap sehat saat puasa di musim virus corona?

Di tengah pandemi corona saat ini, kebersihan tubuh dan lingkungan harus diutamakan. Konsumsi air mineral dengan cukup sangat dianjurkan saat menjalani ibadah puasa.

Asupan gizi yang seimbang juga merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan tubuh saat berpuasa. Tak hanya itu saja, mengurangi makanan yang digoreng, makanan yang terlalu asin serta yang memiliki kandungan gula tinggi juga sangat dianjurkan pada saat berpuasa. Dan jangan lupa juga untuk mengkonsumi vitamin ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Global Village. Diakses 21 April 2020. Should Muslim Fast in Ramadhan during Corona?

Middle East Eye. Diakses 21 April 2020. Coronavirus and Ramadan: How the Muslim month of fasting will differ this year

Aljazeera. Diakses 21 April 2020. Ramadan 2020: The Health Benefits of fasting

Khaleej Times. Diakses 21 April 2020. Should Pregnant Women Fast during Ramadan?

Health X Change. Diakses 21 April 2020. Healthy Ramadan Fasting Tips

World Health Organization. Diakses 21 April 2020. Corona Viruses

 

    Berita Terkait
    register-docotr