Puasa

Kebiasaan Tidur setelah Sahur, Awas 5 Bahaya Ini Mengintai

April 15, 2021 | Anisya Fitrianti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Tidak dapat dipungkiri tidur setelah sahur telah menjadi kebiasaan bagi sebagian besar orang. Meski dapat menghilangkan kantuk, kebiasaan ini ternyata cukup berbahaya bagi kesehatanmu. Apalagi bila dilakukan terus-menerus dalam jangka waktu yang lama. 

Setelah makanan masuk ke perut, perut akan mencernanya menjadi jus makanan yang kemudian diserap oleh tubuh untuk menjadi energi. Sistem pencernaan kita membutuhkan setidaknya 2 jam untuk memproses makanan menjadi sari makanan.

Jadi, tidur setelah makan sahur akan membuat sistem pencernaan tertunda atau bekerja lebih keras dalam memecah makanan. Sayangnya, banyak yang tidak menyadari betapa berbahayanya kebiasaan ini. Lalu seperti apa dampak negatif dari kebiasaan ini?

Baca Juga: Cara Menghilangkan Bekas Jerawat yang Efektif dan Aman

Mengapa jadi ngantuk setelah sahur?

Mengantuk setelah makan adalah hal yang normal. Hal itu disebabkan oleh beberapa mekanisme yang berlangsung di dalam tubuh. Dikutip dari Verywell Health, setelah ada makanan yang masuk ke dalam tubuh, terutama karbohidrat, kadar gula darah akan melonjak.

Di waktu yang sama, untuk menyeimbangkan lonjakan gula darah tersebut, tubuh mendorong pelepasan insulin. Dua mekanisme tersebut bisa membuat kamu merasakan lelah dan mengantuk, sehingga ingin buru-buru untuk tidur.

Sebenarnya, mekanisme tersebut bukan hanya terjadi saat sahur, tapi di setiap sesudah makanan. Di luar bulan Ramadan, beberapa orang mengaku mengantuk di jam-jam siang. Penyebabnya adalah hal yang sama, yaitu pelepasan insulin setelah kamu makan.

Tidur setelah sahur, boleh atau tidak?

Tidur setelah makan berat sebenarnya bukanlah hal yang baik, termasuk dalam urusan sahur. Namun, kebiasaan itu mungkin sulit dihindari oleh banyak orang karena perubahan pola makan dan tidur secara tiba-tiba di bulan Ramadan.

Menurut penjelasan Dr. Hady Jerdak, pakar spesialis penyakit dalam di Dubai, tidur setelah sahur bisa meningkatkan beberapa risiko gangguan kesehatan. Lalu, bagaimana agar kualitas dan kuantitas tidur bisa tetap terjaga jika tidak diperkenankan tidur lagi setelah sahur?

Solusinya, kamu bisa istirahat lebih awal agar tetap mendapatkan kualitas tidur yang baik. Lakukan juga ‘pemanasan’ dengan mengubah jam tidur sebelum Ramadan agar tubuh bisa beradaptasi.

Berikut tips agar bisa memiliki tidur berkualitas di bulan Ramadan yang dapat kamu terapkan:

  • Jauh sebelum Ramadan, mulai susun jadwal untuk waktu ibadah dan waktu tidur
  • Buat ruangan atau kamarmu lebih tenang dan jauh dari kebisingan
  • Matikan lampu, karena suasana gelap bisa mempercepat seseorang untuk tertidur
  • Batasi penggunaan gadget, baik itu smartphone atau laptop, beberapa jam sebelum beranjak ke tempat tidur
  • Beberapa jam sebelum tidur, usahakan untuk tidak mengonsumsi makanan berat dan pedas
  • Hindari kopi dan produk dengan kandungan kafein, karena bisa membuatmu tidak mengantuk
  • Batasi makanan yang asin, karena natrium bisa membuatmu dehidrasi

Bahaya langsung tidur setelah sahur

Seperti yang telah dijelaskan, tidur setelah makan adalah hal yang sebaiknya dihindari. Jika dijadikan kebiasaan, ada beberapa risiko gangguan kesehatan yang bisa muncul, di antaranya adalah:

1. Menimbun lemak di dalam tubuh

Kebiasaan langsung tidur setelah makan sahur akan menimbulkan timbunan lemak dalam tubuh. Apabila kebiasaan ini dilakukan oleh orang dengan keturunan obesitas, mereka akan memiliki risiko dua kali lipat untuk kena obesitas. 

Timbunan lemak dalam tubuh terjadi karena makanan yang masuk ke lambung tidak langsung dicerna oleh lambung kalau kamu tidur. 

Kalori dari makanan yang kamu konsumsi justru akan disimpan dalam bentuk lemak. Apalagi jika kamu baru saja makan makanan yang tinggi karbohidrat, lemak, dan gorengan.

Selain itu ketika kita tidur, otak sebenarnya merangsang perut untuk meningkatkan kadar hormon ghrelin yang membuat kita merasa lebih lapar ketika kita bangun.

2. Diare atau sembelit

Pada kondisi normal, dua jam setelah makanan dicerna, perut akan kosong. Sisa makanan akan berpindah ke usus untuk dipadatkan menjadi feses.

Namun, tidur setelah sahur akan memperlambat proses pencernaan sehingga makanan akan terlalu lama berada di dalam perut. 

Tumpukan makanan di perut yang tidak bisa dicerna bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit, tergantung makanan apa yang masuk ke perut kita.

3. Meningkatnya asam lambung

Untuk kamu yang sering merasakan mulas lebih baik hindari kebiasaan tidur setelah sahur. Tidur setelah makan sahur hanya akan membuat sistem pencernaanmu sulit untuk bekerja mencerna makanan. 

Hal tersebut akan menyebabkan masalah pada sistem pencernaan salah satunya adalah naiknya asam lambung

Jika makanan tidak dicerna dengan benar, lambung akan secara otomatis meningkatkan produksi asam lambung untuk mempercepat prosesnya.

Saat kamu tidur gaya gravitasi akan melonggarkan katup lambung, menyebabkan asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan.

Asam lambung dapat mengikis lapisan dinding kerongkongan dan menyebabkan luka di kerongkongan. Sehingga dapat menyebabkan mulas, mulas, dan sensasi terbakar seperti terbakar di dada hingga tenggorokan.

4. GERD atau refluks asam lambung

Ketika jumlah asam lambung yang diproduksi terlalu banyak dan terjadi terus menerus, asam lambung akan meningkat. Kemudian kondisi ini dapat berkembang menjadi GERD (penyakit gastroesophageal reflux) atau refluks asam lambung.

GERD terjadi karena katup antara lambung dan tenggorokan tidak menutup sepenuhnya, sehingga memungkinkan asam lambung mengalir kembali ke kerongkonganmu. 

Asam lambung dapat melukai tenggorokan, juga menyebabkan berbagai gejala lain seperti berikut:

  •     Rasa terbakar pada panas perut.
  •     Makanan terasa sampai ke kerongkongan.
  •     Asam di bagian belakang mulut.
  •     Mulut pahit.
  •     Mual, muntah. 
  •     Kesulitan menelan.
  •     Bersendawa.
  •     Batuk.

5. Risiko terkena stroke lebih tinggi

Tidur setelah makan membuat sistem pencernaan pada tubuhmu sulit melakukan pekerjaannya. Sehingga lambung membutuhkan lebih banyak asupan darah untuk mempercepat kerjanya.

Padahal di sisi lain, otak juga masih membutuhkan asupan darah yang stabil meski kita sedang tidur. Suplai darah yang terkonsentrasi ke perut membuat otak kekurangan oksigen. Jika kebiasaan ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama, otak dapat mengalami stroke.

Selain itu, tidur selepas makan juga disebut mampu meningkatkan asam lambung yang kemudian menyebabkan sleep apnea, lalu memicu stroke. 

Kamu juga harus mengingat bahwa setelah makan akan ada perubahan kadar gula darah, kadar kolesterol, dan tekanan darah. Kombinasi ini sangat mungkin berdampak pada peningkatan risiko stroke.

Jarak makan dengan tidur yang direkomendasikan

Seperti yang telah disebutkan, tubuh memerlukan setidaknya dua jam untuk mencerna makanan. Durasi itu diperlukan lambung untuk memindahkan makanan ke usus. Jadi, kamu sebaiknya menunggu sekitar tiga jam setelah makan untuk tidur.

Pertanyaannya, jika sahur biasanya dilakukan jam 3 pagi, apakah harus tidur pukul 6? Tentu ini akan mustahil bagi kamu yang harus beraktivitas atau berangkat kerja. Dengan begitu, ada baiknya kamu tidak tidur setelah sahur.

Agar kualitas tidur tetap terjaga dan tubuh bisa tetap segar dalam menjalani rutinitas, majukan jam tidurmu lebih awal. Tentukan sendiri jam berapa kamu akan tidur. Usahakan untuk tidur selama tujuh hingga delapan jam dalam semalam.

Menu sahur yang bisa membuatmu mengantuk

Ada beberapa makanan sahur yang bisa membuatmu menjadi lebih mengantuk hingga muncul keinginan untuk tidur setelah mengonsumsinya. Beberapa makanan itu di antaranya adalah:

Karbohidrat

Saat sahur, kamu disarankan untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks agar tetap bertenaga ketika berpuasa. Sayangnya, zat tersebut justru bisa membuatmu mengantuk karena mekanisme seperti yang telah dijelaskan di atas.

Selain itu, sesudah makan karbohidrat, tubuh akan lebih banyak melepaskan serotonin, senyawa kimia yang berperan dalam mengatur suasana hati dan siklus tidur.

Asam amino triptofan

Asam amino triptofan banyak ditemukan pada makanan yang mengandung protein. Karbohidrat membantu tubuh untuk lebih banyak menyerap triptofan. Jika menu sahurmu adalah karbohidrat dan protein, hampir bisa dipastikan kamu akan mengantuk setelah itu.

Jika karbohidrat biasanya didapat dari nasi, triptofan pada umumnya ditemukan pada makanan seperti salmon, daging unggas, telur, bayam, biji-bijian, susu, produk kedelai, dan keju.

Melatonin

Melatonin adalah hormon yang bisa mengontrol rasa kantuk. Bukan hanya bisa diproduksi secara alami di dalam tubuh, hormon itu juga terdapat pada beberapa makanan. Buah ceri adalah salah satunya.

Faktor lain pemicu kantuk

Percaya atau tidak, ternyata banyaknya makanan atau porsi yang kamu santap bisa memengaruhi munculnya rasa kantuk, lho. Orang yang makan dalam porsi besar lebih rentan untuk mengantuk ketimbang yang makan lebih sedikit.

Gula darah bisa naik, dibarengi dengan penurunan energi. Akibatnya, tubuh menjadi lemas dan ingin buru-buru tidur. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan rasa kantuk, yaitu kurang tidur dan kebiasaan minum alkohol.

Orang yang dengan kondisi medis tertentu juga rentan mengalami kelelahan dan mengantuk, termasuk setelah makan. Gangguan medis itu meliputi diabetes, sleep apnea, intoleransi laktosa, anemia, celiac, dan hipotiroidisme (kelenjar tiroid kurang aktif).

Tips agar tidak mengantuk setelah sahur

Dari penjelasan di atas, diketahui bahwa tidur setelah sahur ternyata mempunyai banyak efek negatif bagi tubuh. Jadi, sebisa mungkin jangan tidur setelah sahur, ya. Kamu bisa melanjutkan ibadah hingga matahari mulai terbit.

Namun, rasa kantuk yang menjadi-jadi sering kali membuat banyak orang menyerah dan kembali menarik selimut. Tenang, ada beberapa tips dan cara yang bisa kamu lakukan agar tidak mengantuk setelah makan sahur, di antaranya adalah:

  • Makan sedikit tapi sering. Daripada langsung makan sahur dalam porsi besar, kamu bisa ‘mencicilnya’ di malam hari dengan camilan, sepotong buah, atau segenggam kacang untuk mengisi perut. Makan dengan porsi besar bisa membuatmu rentan mengantuk.
  • Tidur yang cukup. Kualitas dan durasi tidur yang cukup bisa menghambat penurunan energi setelah makan. Kamu bisa menyiasatinya dengan tidur lebih awal.
  • Olahraga ringan. Jalan santai dan latihan sederhana setelah sahur bisa membantumu mengusir rasa kantuk.

Itu dia bahaya dari kebiasaan buruk langsung tidur setelah sahur. Mulai sekarang, lebih baik hindari kebiasaan buruk yang satu ini. Kamu bisa gunakan waktu setelah sahur untuk kegiatan lain yang lebih bermanfaat. 

Kalau kamu merasa lelah saat tengah hari, cobalah tidur siang. Tidur siang atau power nap selama 30 menit cukup untuk mengembalikan energimu.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
    register-docotr