Puasa

3 Tips Menjaga Produksi ASI selama Berpuasa agar Stok Aman

April 25, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Selama bulan Ramadan, umat Islam diwajibkan untuk berpuasa dari matahari terbit hingga matahari terbenam.

Meski begitu, ada beberapa kriteria tertentu yang diberikan keringanan, salah satunya adalah ibu yang sedang menyusui anaknya.

Namun, jika Moms ingin berpuasa di saat sedang menyusui pun tak apa. Terapkan beberapa tips di bawah ini, agar stok air susu ibu (ASI) tetap aman meski berpuasa sehari penuh.

Baca juga: Sedang Program Menggemukkan Badan tapi Harus Puasa, Ini 4 Tipsnya

Apakah aman untuk berpuasa saat menyusui?

Meski kemungkinan besar menyusui tidak akan menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Dilansir dari Healthline, beberapa wanita yang disurvei tentang praktik puasa sambil menyusui menyampaikan bahwa persediaan ASI mereka menurun selama puasa.

Mengapa ini bisa terjadi? Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mereka mungkin tidak mengonsumsi makro dan mikronutrien dalam jumlah yang tepat untuk mendukung produksi ASI.

Jadi jika Moms ingin berpuasa saat menyusui, Moms harus memerhatikan asupan nutrisi ke dalam tubuh. Cara ini dapat membantu memastikan Moms tetap sehat dan mampu memberikan ASI dengan kandungan yang dibutuhkan bayi untuk berkembang.

Apakah aman untuk bayi?

Penelitian terkini menunjukkan bahwa puasa tidak serta merta memengaruhi makronutrien dalam ASI. Namun, beberapa mikronutrien dalam ASI mungkin terpengaruh secara “signifikan”.

Pada wanita yang berpuasa selama Ramadan, sebuah penelitian menunjukkan bahwa produksi ASI tetap sama sebelum dan selama puasa. Namun, yang berubah adalah konsentrasi laktosa, kalium, dan kandungan nutrisi susu secara keseluruhan.

Perubahan ini belum tentu baik untuk bayi. Jadi para peneliti yang berfokus pada topik ini menyimpulkan bahwa Moms harus bekerja sama dengan penyedia layanan kesehatan terkait puasa dan potensi risikonya.

Baca juga: Merasa Lemas saat Puasa? Ini yang Harus Kamu Lakukan

Tips menjaga produksi ASI selama berpuasa

Jika Moms berencana berpuasa saat menyusui, maka ikuti beberapa tips berikut untuk membuat puasa lebih mudah dan suplai ASI tidak terganggu:

1. Terapkan pola makan sehat

Secara umum wanita membutuhkan tambahan 330 hingga 600 kalori sehari untuk mendukung produksi ASI.

Jadi selain harus memenuhi hal itu, Moms juga perlu mengonsumsi berbagai makanan dan fokus secara khusus pada makanan yang mengandung protein, zat besi, dan kalsium dalam jumlah padat jika ingin berpuasa sambil menyusui.

Menjaga asupan nutrisi dengan tepat tidak hanya membuat Moms kuat berpuasa seharian, tapi juga akan memberikan ASI dengan kandungan nutrisi yang cukup untuk bayi yang sedang dalam masa pertumbuhan.

2. Jaga tubuh agar terhidrasi

Hidrasi yang cukup juga penting untuk produksi ASI. Jumlah cairan yang Moms masukkan ke dalam tubuh memengaruhi jumlah produksi ASI.

Jika ada batasan air minum selama puasa, maka dianjurkan agar Moms mengonsumsi banyak cairan sebelum dan sesudah puasa selesai. Hal ini akan menjaga produksi ASI tetap lancar dan melimpah bagi si Kecil.

3. Istirahat yang cukup

Kurang tidur berpengaruh pada peningkatan kadar hormon tertentu seperti kortisol yang secara dramatis bisa mengurangi suplai ASI. Oleh karena itu, Moms harus beristirahat dengan cukup agar ASI tetap bisa diproduksi dengan baik.

Moms juga tidak disarankan untuk memaksakan diri berpuasa. Pengerahan tenaga seperti ini dapat menyebabkan tingkat energi yang rendah dan perasaan lesu. Ini sangat rentan membuat jumlah ASI menurun dengan signifikan.

Hal yang perlu dilakukan dan dihindari saat ibu menyusui berpuasa

Secara umum Moms dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter tentang rencana berpuasa selama menyusui. Ini penting untuk melihat risiko kesehatan yang bisa muncul baik bagi Moms maupun si Kecil.

Jika dianggap aman, pastikan untuk menjaga asupan nutrisi, cairan, dan beristirahat dengan cukup untuk membantu produksi ASI tetap lancar. Jika perlu konsumsi tambahan vitamin untuk membantu tubuh tetap kuat selama berpuasa.

Selama sahur maupun berbuka, hindari makan makanan yang diproses karena rendah nutrisi penting dan dapat memengaruhi preferensi makanan anak di kemudian hari. Ibu menyusui juga harus membatasi asupan makanan yang tinggi gula tambahan dan lemak olahan.

Meski Moms harus bangun lebih awal untuk sahur, jangan sampai hal ini mengurangi waktu istirahatmu. Upayakan untuk mencuri waktu tidur di siang hari agar tubuh tetap segar dan produksi ASI tetap lancar.

Kapan ibu menyusui sebaiknya tidak berpuasa?

Jika Moms merasa kurang sehat, atau dehidrasi, segeralah berbuka dan periksakan diri kepada dokter. Jika Moms khawatir bayi tidak akan mendapatkan cukup ASI, sebaiknya Moms juga tidak perlu ikut dulu berpuasa.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

 

Healthline, diakses pada 23 April 2021

Healthline, diakses pada 23 April 2021

Baby Center, diakses pada 23 April 2021

UT Southwestern Medical Center, diakses pada 23 April 2021

UT Southwestern Medical Center, diakses pada 23 April 2021

Parenting First Cry, diakses pada 23 April 2021

Breastfeeding.support, diakses pada 23 April 2021

    register-docotr