Kesehatan Pria

Serba-serbi Peyronie, Penyakit yang Rentan Menyerang Pria Lanjut Usia

February 5, 2021 | Arianti Khairina | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Memasuki usia lanjut membuat pria rentan mengalami penyakit, salah satunya penyakit peyronie. Selain faktor usia, ada juga beberapa penyebab lain yang perlu diwaspadai.

Berikut ulasan tentang penyakit peyronie pada pria lanjut usia!

Apa itu penyakit peyronie?

Melansir penjelasan laman Healthline, penyakit peyronie adalah adalah suatu kondisi di mana seorang pria yang sudah berusia lanjut memiliki bentuk penis melengkung dan kesulitan mendapatkan atau mempertahankan ereksi. 

Meskipun bentuk penis melengkung tidak selalu menunjukkan adanya masalah, namun orang yang menderita penyakit peyronie mungkin mengalami kesulitan berhubungan seks. Hal ini seringkali menyebabkan kecemasan dan ketidaknyamanan. 

Penyebab penyakit peyronie

Dikutip dari Mayo Clinic, penyebab penyakit ini sebagian besar tidak diketahui. Namun, kondisi tersebut dapat berkembang setelah trauma pada penis. Hal ini dapat menyebabkan perdarahan dan penumpukan jaringan.

Meskipun cedera dapat menjadi penyebab kondisi dalam beberapa kasus, sering kali kondisi tersebut muncul tanpa peristiwa traumatis.

Faktor risiko timbulnya penyakit peyronie

Seperti dilansir Healthline, genetika dan usia diduga kuat berperan dalam penyakit peyronie. Kondisi ini bisa bersifat genetik dan diturunkan dalam keluarga, memberi beberapa orang kecenderungan genetik.

Perubahan jaringan menyebabkan cedera lebih mudah dan penyembuhan lebih lambat seiring bertambahnya usia. Kondisi seperti ini membuat mereka yang mengalaminya memiliki risiko lebih besar untuk memperparah penyakit tersebut. 

Gejala penyakit peyronie

Gejala penyakit peyronie bisa muncul secara mendadak atau bahkan dapat berkembang secara bertahap, seperti:

  • Bentuk penis bengkok: Kondisi penis dapat melengkung ke atas, bawah, atau ke salah satu sisi
  • Muncul jaringan parut di bawah lapisan kulit penis: Adanya plak yang terasa seperti benjolan atau jaringan padat bila disentuh
  • Penis memendek: Apabila seseorang terkena penyakit peyronie hal itu dapat menyebabkan penis memendek
  • Disfungsi ereksi: Seseorang yang menderita penyakit peyronie akan mengalami gangguan untuk ereksi dan mempertahankannya
  • Timbulnya rasa nyeri pada penis: Rasa sakit ini tidak hanya terasa ketika penis sedang ereksi, namun juga akan muncul saat penis tidak demikian

Apakah penyakit peyronie bisa dialami pria berusia muda?

Jawabannya, bisa. Penyakit ini memang umumnya sering terjadi pada orang paruh baya, tetapi dapat terjadi pada mereka yang berusia 20-an. Penelitian menunjukkan 8 hingga 10 persen dari mereka yang menderita penyakit peyronie berusia di bawah 40 tahun.

Kebanyakan orang yang berusia muda dan mengalami penyakit peyronie akan mengalami gejala seperti ereksi yang menyakitkan. Mereka sering kali membutuhkan intervensi medis karena penyakit akut. Kurang dari 21 persen pasien yang diteliti memiliki riwayat disfungsi ereksi.

Komplikasi penyakit peyronie

Selain kecemasan atau stres, kondisi ini dapat menyebabkan kamu dan pasangan bermasalah dalam hal hubungan seksual. Kesulitan mencapai atau mempertahankan ereksi membuat kamu sulit melakukan hubungan seksual.

Jika mengalami beberapa gejala penyakit peyronie seperti di atas, sangat disarankan untuk mencari perawatan atau melakukan pemeriksaan ke dokter. 

Baca juga: Disfungsi Ereksi karena Diabetes Bukan Hal Baru, Pria Wajib Pahami Faktanya di Sini!

Perawatan untuk penyakit peyronie

Menurut penjelasan dari Healthline ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit peyronie. Di antaranya yaitu mengonsumsi beberapa obat yang sudah disetujui dan melakukan pembedahan atau operasi. 

Obat untuk peyronie

Dokter mungkin akan merekomendasikan obat-obatan yang disuntikkan ke penis atau bahkan membutuhkan operasi jika kamu mengalami lebih banyak rasa sakit atau penis bengkok dari waktu ke waktu.

Hanya satu obat yaitu clostridium hystolyticum (Xiaflex), yang disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA). Demikian seperti dilansir Healthline.

Obat ini disetujui untuk digunakan pada orang yang penisnya melengkung lebih dari 30 derajat selama ereksi. Dua jenis obat lain yang mungkin diresepkan adalah:

  • Verapamil suntik, yang biasanya digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi
  • Suntikan interferon, yang membantu memecah jaringan fibrosa

Selagi mengonsumsi beberapa obat di atas, sangat disarankan bagi kamu juga untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti:

  • Berhenti merokok
  • Mengurangi konsumsi alkohol
  • Menghentikan penyalahgunaan narkoba
  • Berolahraga secara teratur

Pembedahan untuk peyronie

Pembedahan adalah tindakan terakhir dalam kasus kelainan bentuk penis yang parah. Kamu harus menunggu setidaknya satu tahun sebelum benar-benar melakukan tindakan operasi untuk mengatasi penyakit peyronie. Solusi bedah meliputi:

  • Memperpendek sisi yang tidak terpengaruh
  • Memperpanjang sisi jaringan parut
  • Implan penis

Perpanjangan berisiko lebih besar mengalami disfungsi ereksi. Memperpendek sisi yang tidak terpengaruh digunakan saat kelengkungan tidak terlalu parah.

Salah satu jenis pemendekan adalah prosedur yang disebut pelapisan nesbit. Dalam prosedur ini, dokter mengangkat atau menghilangkan jaringan berlebih di sisi yang lebih panjang. Ini akan membuat bentuk penis menjadi lebih lurus dan lebih pendek.

Demikian ulasan tentang penyakit peyronie yang perlu kamu ketahui. Ingat, jangan tunda konsultasi ke dokter jika kamu curiga mengalami penyakit ini.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline.com (2021) diakses pada 4 Februari 2021. Understanding ED: Peyronie’s Disease
  2. Webmd.com (2019) diakses pada 4 Februari 2021. What Is Peyronie’s Disease?
  3. Mayoclinic.org (2020) diakses pada 4 Februari 2021. Peyronie’s disease
    register-docotr