Kesehatan Pria

Susah Dapat Momongan? Kenali Faktor Penyebab Pria Tidak Subur Berikut Ini!

July 9, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Penyebab pria tidak subur bermacam-macam. Mulai dari kondisi medis hingga faktor lain dapat berkontribusi terhadap sulitnya kamu dan pasangan untuk mendapatkan kehamilan yang diidamkan.

Masalah tidak subur atau infertilitas ini bukan hanya ada pada pihak wanita, lho. Faktanya, Centers for Disease Control and Prevention di Amerika Serikat mencatat jika ⅓ dari kasus infertilitas ini terjadi pada pria.

Faktor penyebab pria tidak subur

Nah, supaya kamu dan pasangan dapat lebih waspada, pelajari faktor-faktor penyebab pria tidak subur berikut ini:

Kelainan sperma

Masalah yang umum terjadi pada ketidaksuburan pria biasanya terletak pada proses pembuatan dan pertumbuhan sperma. Dalam kondisi tidak normal, sperma kamu akan:

  • Tidak tumbuh dengan sempurna
  • Memiliki bentuk yang tidak normal
  • Tidak dapat bergerak dengan benar

Selain itu, ada juga beberapa kelainan sperma yang dikenal dengan istilah berikut:

Oligospermia

Oligospermia adalah istilah yang mengacu pada rendahnya produksi sperma yang dihasilkan oleh pria. Sementara itu, kondisi kesehatan seksual kamu yang lain tidak mengalami masalah, seperti kemampuan untuk mempertahankan ereksi dan ejakulasi saat orgasme.

Jumlah sel sperma yang sehat sangat penting untuk kesuburan. Itu sebabnya, oligospermia ini bisa jadi salah satu penyebab pria tidak subur karena ketidakmampuan untuk menghasilkan lebih dari 15 juta sperma per mililiter (ml).

Oligospermia sendiri digolongkan berdasarkan jumlah sperma yang kamu hasilkan sebagai berikut:

  • Oligospermia ringan: 10-15 juta sperma/ml
  • Oligospermia sedang: 5-10 juta sperma/ml
  • Oligospermia berat: 0-5 juta sperma/ml

Azoospermia

Kamu masih bisa menghasilkan sperma saat ejakulasi kala terkena oligospermia. Lain halnya saat terkena azoospermia, tidak ada sperma yang terkandung dalam cairan semen yang keluar saat kamu ejakulasi.

Berdasarkan penyebabnya, ada tiga tipe azoospermia sebagai berikut:

  • Azoospermia pre-testicular: disebabkan oleh terganggunya produksi hormon yang berfungsi untuk menghasilkan sperma
  • Azoospermia testicular: disebabkan oleh fungsi atau struktur testis yang tidak normal
  • Azoospermia post-testicular: disebabkan oleh adanya masalah saat ejakulasi karena kerusakan yang terjadi di saluran reproduksi

Kerusakan di saluran produksi ini bisa terjadi karena adanya sumbatan. Hal ini bisa terjadi karena cacat pada saat lahir atau infeksi di saluran itu.

Mengalami varicoceles

Pembengkakan pembuluh darah di kantung kemaluan bisa jadi penyebab pria tidak subur, kondisi ini dikenal dengan istilah varicoceles. Kondisi ini menyebabkan rusaknya pertumbuhan sperma.

Varicoceles ini bisa menyebabkan aliran darah untuk kembali ke kantung kemaluan dari perut. Kondisi ini menyebabkan testis menjadi terlalu hangat untuk menghasilkan sperma, sehingga menyebabkan rendahnya kandungan sperma.

Ejakulasi mundur

Kondisi ini terjadi ketika cairan semen mundur kembali ke tubuh. Alih-alih menuju penis, sperma malah kembali ke buli-buli.

Hal ini disebabkan oleh saraf dan otot di dalam buli-buli tidak tertutup saat kamu sedang orgasme. Kondisi ini masih memungkinkan untuk semen tetap mengandung sperma secara normal, tapi semen tidak akan mencapai vagina.

Ejakulasi mundur ini bisa disebabkan oleh operasi, obat-obatan atau masalah kesehatan lainnya di dalam sistem saraf. Gejalanya adalah keruhnya urine setelah ejakulasi atau ejakulasi yang ‘kering’.

Kelainan imunologi

Terkadang, tubuh kamu bisa menghasilkan antibodi yang justru menyerang sperma sendiri. Antibodi sendiri biasanya dihasilkan karena cedera, operasi atau infeksi

Kelainan imunologi ini akan membuat sperma tidak dapat bergerak dan bekerja dengan normal. Akibatnya, sperma akan kesulitan untuk berenang ke tuba falopi dan melakukan pembuahan pada telur.

Kejadian ini masih jarang terjadi, itu sebabnya masih belum diketahui bagaimana antibodi dapat menyerang kemampuan sperma ini.

Terdapat sumbatan pada saluran reproduksi

Sperma bisa tersumbat, penyebabnya antara lain infeksi yang berulang, operasi (seperti operasi vasektomi), pembengkakan hingga pertumbuhan yang cacat.

Penyumbatan bisa terjadi di bagian manapun dari saluran reproduksi pria, sehingga sperma tidak keluar tubuh saat ejakulasi.

Penyebab pria tidak subur lainnya

Beberapa masalah ini juga bisa menjadi penyebab pria tidak subur:

  • Hormon: rendahnya hormon penghasil sperma dapat berdampak pada pertumbuhan sperma dalam tubuh
  • Kromosom: sperma membawa separuh DNA ke sel telur, perubahan jumlah dan struktur kromosom dapat menjadi penyebab pria tidak subur
  • Pengobatan: beberapa pengobatan untuk mengatasi masalah arthritis, depresi, pencernaan, infeksi tekanan darah tinggi hingga kanker dapat merusakan produksi sperma

Demikian ulasan mengenai faktor-faktor penyebab pria tidak subur. Untuk memastikan apa yang menjadi penyebab kondisi kamu, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter ahli.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Urologyhealth.corg diakses 06 Juli 2020. https://www.urologyhealth.org/urologic-conditions/male-infertility
  2. Nichd.nih.gov (2016) diakses 06 Juli 2020. https://www.nichd.nih.gov/health/topics/menshealth/conditioninfo/infertility#f4
  3. Healthline.com (2019) diakses 06 Juli 2020. https://www.healthline.com/health/infertility/azoospermia#causes
  4. Healthline.com (2018) diakses 06 Juli 2020. https://www.healthline.com/health/mens-health/oligospermia#causes
  5. Cdc.gov (2019) diakses 06 Juli 2020. https://www.cdc.gov/reproductivehealth/infertility/
    register-docotr