Kesehatan Pria

7 Tips Menjaga Kesehatan Penis, Pria Wajib Tahu!

December 23, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Kesehatan penis merupakan hal yang tidak boleh diabaikan. Menjaga kesehatan penis pun penting untuk dilakukan. Ini dimaksudkan agar kamu bisa terhindar dari berbagai kondisi yang bisa memengaruhi fungsi penis.

Lantas, apa saja yang bisa dilakukan pria untuk menjaga kesehatan penis?

Baca juga: Apakah Ukuran Penis Kamu Normal? Yuk, Kenali Bentuk dan Teksturnya

Bagaimana ciri-ciri penis yang sehat?

Penis yang sehat harus terbebas dari lesi dan cairan yang tidak normal. Pada umumnya, penis harus memiliki warna yang hampir sama dengan kulit di sekitarnya, baik itu sedikit lebih gelap maupun terang. Di sisi lain, penis yang sehat juga ditentukan oleh beberapa faktor, seperti:

  • Kemampuan untuk buang air kecil dengan nyaman dan mempertahankan ereksi
  • Kesuburan

Penis yang sehat juga tidak menyebabkan rasa sakit ketika buang air kecil maupun saat melakukan aktivitas seksual. Perubahan yang terjadi secara tiba-tiba baik pada penampilan maupun fungsi dari penis bisa menjadi tanda suatu kondisi tertentu.

Tips menjaga kesehatan penis

Untuk menjaga kesehatan penis, terdapat beberapa cara mudah yang dapat dilakukan, di antaranya adalah:

1. Menjaga kesehatan penis agar terhindari dari infeksi menular seksual (IMS)

Infeksi menular seksual (IMS) atau penyakit menular seksual (PMS) dapat berdampak negatif terhadap kesehatan penis. Adapun beberapa IMS yang paling umum terjadi di antaranya adalah:

  • Human papillomavirus (HPV)
  • Clamydia
  • Gonorrhea
  • Herpes

Berdasarkan catatan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah IMS. Ini melibatkan metode kontrasepsi penghalang, seperti penggunaan kondom serta melakukan vaksinisasi hepatitis B ataupun HPV.

Beberapa cara lain untuk menghindari IMS dapat termasuk tidak berganti-ganti pasangan atau tidak melakukan hubungan seksual sama sekali.

2. Menjaga berat badan yang sehat

Obesitas tidak hanya bisa berdampak negatif pada kesehatan tubuh saja, melainkan juga kesehatan penis. Seseorang dengan obesitas memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami disfungsi ereksi (DE) atau impotensi.

DE adalah ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi selama aktivitas seksual.

Menurut Obesity Action Coalition, obesitas dapat menyebabkan DE dengan cara:

  • Menurunkan kadar testoteron
  • Menyebabkan peradangan di seluruh tubuh
  • Mengganggu fungsi dari pembuluh darah, termasuk pembuluh darah yang memasok darah ke penis

Maka dari itu, penting untuk menjaga berat badan yang sehat. Sebab, ini juga dilakukan untuk mengurangi risiko diabetes, kolesterol tinggi, ataupun penyakit jantung, yang mana dapat memengaruhi kesehatan penis.

3. Menerapkan pola makan sehat

Diet seimbang dengan pola makan sehat adalah kunci utama dalam membantu mencegah obesitas dan masalah kesehatan lainnya.

Jenis makanan yang dikonsumsi juga bisa memengaruhi kesehatan penis. Pada studi tahun 2016 menemukan bahwa diet yang kaya akan flavonoid dikaitkan dengan penurunan risiko disfungsi ereksi pada pria yang berusia di bawah 70 tahun.

Flavonoid sendiri banyak ditemukan dalam sayuran dan buah-buahan. Beberapa contoh makanan yang kaya akan kandungan flavonoid di antaranya adalah:

  • Kacang-kacangan
  • Buah beri
  • Anggur
  • Buah sitrus

Baca juga: Penis Gampang Ereksi Apakah Normal? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

4. Olahraga teratur

Kita tahu bahwa olahraga dapat membantu menjaga kesehatan tubuh, namun ini juga bisa membantu menjaga kesehatan penis.

Sebuah studi tahun 2015 menunjukkan bahwa orang-orang yang mengikuti program jalan kaki secara teratur memiliki penurunan sebesar 71 persen dari gejala disfungsi ereksi. Para peneliti pun menyimpulkan bahwa olahraga secara teratur dapat membantu mengurangi DE.

5. Hindari konsumsi alkohol

Mengonsumsi alkohol secara berlebihan memiliki dampak negatif terhadap kesehatan. Menurut CDC mengonsumsi alkohol secara berlebihan dapat menganggu produksi hormon pada pria, yang mana dapat berkontribusi terhadap risiko impotensi atau infertilitas.

6. Hindari rokok

Kita tahu bahwa merokok memiliki dampak yang buruk terhadap kesehatan, tetapi merokok juga bisa berdampak negatif terhadap kesehatan penis. Merokok memiliki kerterkaitan yang erat dengan DE.

Studi tahun 2013 menunjukkan bahwa hal tersebut mungkin saja disebabkan karena merokok dapat memengaruhi fungsi otonom jantung, yang pada gilirannya dapat menyebabkan DE. Tak sampai di situ saja, merokok juga bisa menurunkan tingkat kesuburan.

7. Selalu menjaga kebersihan

Cara menjaga kesehatan penis selanjutnya adalah membersihkan area penis setidaknya sekali sehari. Untuk membersihkan area penis, kamu dapat menggunakan air hangat dan sabun yang tidak mengandung pewangi. Sebab, sabun yang mengandung pewangi dapat mengiritasi kulit.

Pastikan kamu mencuci seluruh area penis. Ketika mencuci area penis, kamu bisa sambil memeriksa kondisi penis. Ini dilakukan guna mewaspadai tanda-tanda dari IMS, yang dapat meliputi ruam, lecet atau bahkan bintil kecil.

Nah, itulah informasi mengenai tips menjaga kesehatan penis. Jangan abaikan kebersihan serta kesehatan penis, ya.

Punya pertanyaan lain seputar kesehatan? Silakan chat kami melalui Aplikasi Good Doctor. Mitra dokter kami siap membantumu dengan akses layanan 24/7. Jangan ragu untuk berkonsultasi, ya!

Reference

Centers for Disease Control and Prevention (2020). Diakses pada 22 Desember 2020. How You Can Prevent Sexually Transmitted Diseases 

Centers for Disease Control and Prevention (2020). Diakses pada 22 Desember 2020. Excessive Alcohol Use is a Risk to Men’s Health 

Healthline (2019). Diakses pada 22 Desember 2020. Everything You Need to Know About Penis Health 

Medical News Today (2020). Diakses pada 22 Desember 2020. What to know about penis health 

Obesity Action Coalition (2014). Diakses pada 22 Desember 2020. Men: Is Obesity Affecting Your Sex Life?

Cassidy Aedin, Mary Franz, dan Eric B Rimm (2016). Dietary flavonoid intake and incidence of erectile dysfunction. NCBI  (diakses pada 22 Desember 2020)

Begot, Isis MsC, Thatiana C.A Peixoto MsC (2015). A Home-Based Walking Program Improves Erectile Dysfunction in Men With an Acute Myocardial Infarction. The American Journal of Cardiology  (diakses pada 22 Desember 2020)

Harte, Christopher B Ph.D, dan Cindy M. Meston Ph.D (2013). Association between Cigarette Smoking and Erectile Tumescence: The Mediating Role of Heart Rate Variability. NCBI (diakses pada 22 Desember 2020)

 

    register-docotr