Kamus Penyakit

Kanker Serviks

September 17, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Ada beberapa penyakit yang mungkin dialami oleh kaum wanita tapi tidak dialami oleh pria. Salah satunya kanker serviks. Sudahkah kamu mengetahui penyakit yang satu ini?

Apa itu kanker serviks?

Kanker serviks adalah jenis kanker yang dimulai dari serviks atau leher rahim. Serviks sendiri merupakan organ berbentuk silinder berlubang yang menghubungkan bagian bawah rahim wanita ke vaginanya. Sebagian besar kanker leher rahim dimulai pada sel-sel di permukaan serviks tersebut.

Seorang wanita yang menderita kanker leher rahim akan merasakan sakit yang cukup parah. Karena itu, biasanya penderita kanker leher rahim akan mengalami perdarahan yang tidak biasa.

Apa penyebab kanker serviks?

Pada sebagian besar kasus, kanker yang menyerang perempuan ini disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV). Meskipun ada setidaknya 150 jenis HPV yang berbeda, hanya beberapa jenis yang dapat menyebabkan kanker serviks. 

Beberapa dari mereka menyebabkan jenis pertumbuhan yang disebut papilloma, atau lebih dikenal sebagai kutil. HPV-16 dan HPV-18 merupakan dua jenis yang paling umum ditemukan pada banyak penderita kanker yang satu ini.

Meskipun demikian, kamu tidak perlu khawatir. Terinfeksi HPV yang merupakan penyebab kanker bukan berarti kamu pasti terkena kanker leher rahim. Karena sistem kekebalan tubuh seseorang yang baik akan melawan dan menghilangkan virus HPV tersebut.

Lalu bagaimana seseorang bisa terpapar HPV yang merupakan penyebab utama kanker leher rahim?

  1. Aktivitas seksual
  2. Merokok
  3. Memiliki sistem imunitas yang lemah
  4. Infeksi chlamydia
  5. Penggunaan Pil KB dalam jangka waktu panjang
  6. Mengalami kehamilan penuh beberapa kali
  7. Berusia muda pada kehamilan pertama (< 17 tahun)
  8. Status ekonomi
  9. Diet dengan kurangnya buah dan sayuran
  10. Diethylstilbestrol (DES)
  11. Faktor keturunan

Siapa saja yang lebih berisiko terkena kanker serviks?

Faktor risiko adalah segala sesuatu yang dapat meningkatkan kemungkinan terkena penyakit, seperti kanker serviks. Beberapa faktor risiko mungkin saja bisa meningkatkan risiko terkena kanker.

Untuk itu, wanita tanpa faktor risiko jarang terjangkit kanker leher rahim. Meski faktor risiko bisa meningkatkan kemungkinan terkena kanker leher rahim, banyak juga wanita dengan faktor risiko tidak terinfeksi penyakit ini.

Karena itu, penting untuk mengetahui faktor risiko bagi wanita ketika ingin mendapatkan tes skrining rutin. Nah, beberapa faktor risiko yang mungkin mengembangkan kanker leher rahim pada wanita, antara lain:

  • Riwayat seksual.
  • Kebiasaan buruk, seperti merokok.
  • Memiliki sistem imun yang lemah.
  • Terinfeksi bakteri klamidia.
  • Pemakaian KB jangka panjang.
  • Berusia muda saat kehamilan penuh pertama.
  • Melakukan diet rendah buah dan sayuran.

Apa gejala dan ciri-ciri kanker serviks?

Gejala kanker serviks di tahap awal disebut pra-kanker. Foto:(https://www.shutterstock.com)

Tahukah kamu bahwa banyak wanita yang menderita kanker leher rahim pada mulanya tidak menyadari bahwa mereka memiliki penyakit ini. Hal ini disebabkan karena pada kanker yang satu ini biasanya tidak menunjukkan gejala awal kanker serviks atau tahap pra-kanker. 

Namun, ketika memasuki tahap lebih lanjut dan mengalami gejala, banyak wanita keliru mengenai gejala tersebut. Mereka menganggap bahwa gejala awal kanker serviks ini merupakan tanda umum seperti datangnya menstruasi atau hanya infeksi saluran kemih.

Untuk mencegah hal tersebut, mari kenali gejala awal kanker serviks yang perlu kamu ketahui:

  1. Adanya pendarahan yang tidak biasa, seperti pada waktu di antara masa menstruasi, setelah berhubungan seks dan setelah masa menopause.
  2. Dapat juga ditandai dengan berlangsungnya masa menstruasi yang lebih lama atau lebih berat dari biasanya.
  3. Adanya keputihan yang terlihat dan berbau berbeda seperti biasanya, seperti terdapat bercak darah.
  4. Rasa sakit pada panggul yang terus-menerus.
  5. Rasa sakit ketika berhubungan seksual.
  6. Pembengkakan pada kaki.
  7. Buang air kecil lebih sering dari biasanya dan ada rasa sakit yang tidak biasa saat buang air kecil, kadang disertai darah.

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat kanker serviks?

Banyak wanita yang menderita kanker leher rahim akan mengalami komplikasi. Biasanya, komplikasi bisa muncul sebagai akibat langsung dari kanker atau efek samping perawatan yang dijalani, seperti radioterapi, kemoterapi, dan pembedahan.

Komplikasi terkait dengan kanker leher rahim dapat berkisar dari yang relatif kecil hingga besar. Komplikasi kecil, seperti perdarahan di vagina sementara yang besar akan mengancam jiwa yakni berupa perdarahan hebat atau gagal ginjal.

Bagaimana cara mengatasi dan mengobati kanker serviks?

Kanker leher rahim bisa diatasi dengan melakukan beberapa pengobatan, termasuk dari dokter dan menggunakan bahan alami. Untuk lebih jelasnya, berikut pengobatan kanker leher rahim yang bisa dilakukan:

Perawatan kanker serviks di dokter

Perawatan bersama dokter merupakan cara terbaik untuk mengatasi penyakit kanker leher rahim. Pengobatan terhadap kanker leher rahim dapat dilakukan melalui empat cara yaitu :

  1. Operasi

Operasi pada penderita kanker lehar rahim dimaksudkan untuk mengangkat sebanyak mungkin sel kanker. Pengangkatan tersebut beragam tergantung area mana yang terdapat sel kanker.

Pada kasus yang sudah mencapai stadium akhir, operasi memungkinkan adanya pengangkatan serviks serta organ-organ lain yang terdapat di panggul.

  1. Terapi radiasi

Terapi radiasi dilakukan dengan tujuan membunuh sel kanker menggunakan sinar-X dengan energi tinggi. Prosesnya dilakukan dengan mesin dari luar tubuh atau dari dalam tubuh menggunakan tabung logam yang ditempatkan di rahim atau vagina penderitanya.

  1. Kemoterapi

Kemoterapi merupakan cara penyembuhan kanker serviks stadium 3 dengan obat-obatan yang diharapkan dapat membunuh sel-sel kanker di seluruh tubuh. Pada kemoterapi, dokter akan melakukan perawatan dengan siklus dan jangka waktu tertentu.

  1. Terapi target

Pengobatan jenis ini menggunakan obat yang berbeda dengan kemoterapi. Pada terapi target, bevacizumab atau avastin merupakan obat yang diharapkan dapat menghambat pertumbuhan pembuluh darah baru yang dapat menumbuhkan sel-sel kanker baru. 

  1. Imunoterapi

Berbeda dengan kemoterapi dan terapi target, pada imunoterapi obat-obatan digunakan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh seseorang untuk mengenali dan menghancurkan sel kanker di dalam tubuh. 

Cara mengatasi kanker serviks secara alami di rumah

Selain pengobatan dengan dokter, kanker leher rahim juga bisa diatasi melalui perawatan di rumah. Perawatan serviks lokal yang mungkin dilakukan adalah supositoria vagina.

Supositoria vagina sendiri bisa menggunakan teh hijau dan atau kurkumin. Kedua bahan alami tersebut diketahui dapat menarik infeksi dari sel-sel serviks dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Apa saja obat kanker serviks yang biasa digunakan?

Terdapat berbagai cara pengobatan untuk kanker leher rahim, termasuk obat dari apotek atau bahan alami. Beberapa obat-obatan yang digunakan untuk mengobati penyakit kanker leher rahim, antara lain:

Obat kanker serviks di apotek

Kanker leher rahim bisa juga diatasi dengan mengonsumsi beberapa obat-obatan dari apotek. Obat-obatan yang bisa digunakan, antara lain avastin, bevacizumab, belomycin sulfate, hycamtin, keytruda, mvasi, pembrolizumab, dan topotecan hydrochloride.

Obat kanker serviks alami

Sementara itu, kanker leher rahim bisa pula diatasi dengan beberapa bahan herbal alami. Pengobatan alami untuk HPV dan kesehatan serviks, antara lain vitamin C, seng, asam folat, beta karoten, dan selenium.

Apa saja makanan dan pantangan untuk penderita kanker serviks?

Bagi penderita kanker leher rahim, sangat penting untuk mengonsumsi makanan seimbang, seperti buah-buahan, sayuran, dan sereal gandum utuh. Namun, untuk mencegah keparahan penyakit maka penderita kanker leher rahim dianjurkan untuk membatasi konsumsi daging merah.

Daging merah dan daging olahan harus dibatasi konsumsinya karena bisa memicu peningkatan kanker usus dan perut. Karena itu, bicarakan dengan dokter lebih lanjut mengenai makanan pantangan lainnya untuk penderita kanker leher rahim.

Bagaimana cara mencegah kanker serviks?

Salah satu cara termudah untuk mencegah kanker serviks stadium 3 adalah melakukan skrining secara teratur dengan tes Pap Smear atau hrHPV. Skrining ini bertujuan untuk mengambil sel prakanker sehingga bisa diobati sebelum berubah menjadi kanker.

Selain itu, terdapat beberapa cara mengurangi risiko HPV dan kanker leher rahim pada wanita. Langkah-langkah yang harus dilakukan agar terhindar dari kanker leher rahim, yakni batasi jumlah pasangan seksual dan selalu gunakan kondom saat berhubungan intim.

Vaksin kanker serviks

Untuk mencegah kanker serviks stadium 3, maka cara yang bisa dilakukan adalah memberikan vaksin kanker serviks. Vaksin kanker serviks ini paling efektif bekerja sebelum seseorang menjadi aktif secara seksual.

Infeksi dapat dicegah dengan beberapa jenis vaksin kanker leher rahim, yakni gardasil dan cervarix. Anak laki-laki dan perempuan dapat divaksinasi HPV guna mencegah terjadinya kanker di masa mendatang.

Kenali jenis kanker leher rahim

Berdasarkan hasil tes laboratorium, umumnya kanker yang menyerang perempuan ini akan dibagi menjadi dua, yaitu karsinoma sel skuamosa dan adenokarsinoma.

  1. Karsinoma sel skuamosa merupakan sel-sel kanker yang berkembang dari sel-sel exoservix. Karsinoma sel skuamosa biasanya dimulai di zona transformasi atau bagian luar leher rahim. 9 dari 10 kasus kanker leher rahim merupakan karsinoma sel skuamosa.
  2. Adenokarsinoma merupakan kanker yang berkembang dari sel kelenjar penghasil lendir endoserviks yang letaknya ada pada saluran leher rahim.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
    register-docotr