Kamus Penyakit

Tumor Askin

May 1, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Tumor askin termasuk ke dalam famili kanker sarkoma Ewing yang menyebabkan masalah pernapasan. Perlu diketahui, penyakit ini sangat ganas dengan prognosis yang buruk dan kelangsungan hidup singkat.

Untuk lebih lengkapnya, yuk simak penjelasan tentang tumor askin berikut!

Baca juga: Benjolan di Leher, Yuk Cek Penyebab dan Cara Mengatasinya

Apa itu penyakit tumor askin?

Tumor askin adalah tumor neruoektodermal primitif perifer di dalam wilayah dada atau torakopulmialis. Penyakit ini umumnya terjadi pada anak-anak, remaja, atau orang dewasa yang lebih muda.

Terkadang, tumor askin sering salah diagnosis karena mudah disalahartikan sebagai tumor sel bulat kecil lainnya. Tumor ini sendiri bisa mengakibatkan berbagai masalah pernapasan, termasuk nyeri pada dada, dispnea, dan penurunan massa serta berat badan.

Apa penyebab tumor askin?

Penyebab tumor askin tidak dapat diketahui secara pasti, namun dokter menduga kemunculannya karena ada kelainan genetika.

Dilansir Medical News Today, kelainan genetik adalah suatu kondisi yang terjadi akibat mutasi DNA. Perlu diketahui, terdapat beberapa kelainan genetik yang berbeda.

Kebanyakan sel di dalam tubuh mengandung molekul DNA. Molekul ini memberi sel instruksi tentang bagaimana cara berfungsi. Perubahan atau mutasi di dalam DNA dapat menyebabkan sel berfungsi secara tidak normal.

Meski tumor ini diketahui terjadi akibat perubahan genetik, namun sejumlah penelitian menunjukkan jika tumor ini tidak dipengaruhi oleh faktor keturunan. Karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui penyebab tumor askin dengan jelas dan tepat.

Siapa saja yang lebih berisiko terkena tumor askin?

Tumor ini bisa menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Kasus tumor askin paling banyak ditemukan pada ras kaukasoid atau berkulit putih dengan rasio sembilan kali lipat lebih banyak dari ras lainnya.

Selain itu, tumor ini juga lebih sering menyerang anak-anak atau remaja dan jarang terjadi pada orang dewasa. Salah satu kasus tumor askin yang terjadi adalah pada seorang gadis berusia 14 tahun dengan keluhan nyeri dada di sisi kanan tubuh.

Meskipun jarang, kasus individu terkadang dilaporkan pada pasien yang lebih tua dan bayi baru lahir. Perlu diketahui pula, kasus tumor ini lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita dengan perbandingan 1,5:1.

Apa gejala dan ciri-ciri tumor askin?

Askin adalah tumor sel bulat kecil ganas yang diketahui berasal dari sel neuroektodermal karena penampakan sitogenetiknya.

Tumor neuroektodermal primitif perifer atau PPNET termasuk kanker anak langka yang bermula di tulang atau jaringan lunak di mana memiliki gejala mirip dengan sarkoma Ewing tulang. 

Tumor ganas ini terkadang dapat memengaruhi saraf perifer di leher, dinding dada, retroperitoneum, serta panggul.

Gejala tumor ini umumnya tidak spesifik, namun mirip seperti empyema, limfoma, atau tuberkulosis. Beberapa gejala yang mungkin dirasakan penderitanya, yakni sebagai berikut:

Nyeri di bagian dada

Penderita tumor askin bisa merasakan sakit dan nyeri di bagian dada yang menjalar hingga ke bahu. Nyeri di dada ini merupakan satu-satunya gejala yang paling dominan dirasakan, yakni hampir sekitar 60 persen penderita.

Sesak napas

Benjolan yang tumbuh di bagian dada dapat mengakibatkan batuk dalam jangka panjang. Karena itu, penderita tumor askin juga berisiko mengalami masalah pernapasan lain yang lebih parah seperti sesak napas.

Penurunan berat badan

Selain sesak napas dan nyeri dada, penderita tumor ini juga bisa mengalami gejala lain berupa penurunan berat badan. Berat badan akan turun secara drastis, sehingga beberapa di antaranya membutuhkan penanganan bersama medis dengan segera.

Demam

Salah satu gejala klinis umum dari tumor askin adalah demam di mana dapat berisiko menyebabkan kematian akibat lemas jika tidak segera ditangani. Tanda-tanda tertentu lainnya juga menyertai, seperti penyakit jangka pendek, perkembangan cepat, dan metastasis.

Dalam beberapa kasus, tumor ini dapat pula ditandai dengan gejala-gejala tertentu. Misalnya seperti pengenduran kelopak mata, limfadenopati regional, efusi pleura, hingga kerusakan pada tulang rusuk.

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat tumor askin?

Penderita tumor askin harus segera memeriksakan diri ke dokter agar penyakit dapat ditangani dengan tepat. Jika deteksi dini dan penanganan tidak dilakukan, maka berisiko menyebabkan komplikasi atau efek samping lebih lanjut.

Tumor ini bisa menyebabkan metastasis atau penyebaran ke organ tubuh lainnya. Beberapa organ tubuh yang mungkin diserang tumor ganas ini adalah hati, otak, paru-paru, kelenjar adrenal, serta kelenjar getah bening di rongga tengah dada dan rongga perut.

Bagaimana cara mengatasi dan mengobati tumor askin?

Sebelum penanganan dilakukan, dokter biasanya akan mendiagnosis penyakit dengan pemeriksaan fisik. Beberapa pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan untuk melihat kondisi tumor, antara lain:

  • Sinar-X. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil gambar dari area tertentu di tubuh yang dicurigai tumor. Jika sinar-X menunjukkan adanya masalah, maka dokter mungkin akan melakukan tes pencitraan lain.
  • Magnetic Resonance Imaging atau MRI. Untuk tes ini, pasien berbaring datar dan diam di permukaan yang mendorong tubuh masuk ke dalam mesin MRI berbentuk tabung. Pemeriksaan ini akan membuat gambar 3D yang mendetail di dalam tubuh.
  • CT Scan. Seperti yang dilakukan untuk MRI, pasien akan diminta berbaring di dalam pemindai CT yang mengambil gambar sinar-X saat terhubung ke komputer.

Setelah pemeriksaan dilakukan, dokter kemudian akan melakukan penanganan lebih lanjut terhadap tumor. Beberapa perawatan tumor taksin yang biasa dokter lakukan, adalah sebagai berikut:

Perawatan tumor askin di dokter

Untuk perawatan tumor aksin bersama dengan dokter, beberapa tindakan yang perlu diberikan untuk penderita, dapat berupa:

Operasi

Pembedahan digunakan sebagai pilihan dalam pengobatan tumor aksin karena dapat memberikan pengendalian lokal dengan sangat baik. Banyak penelitian telah melaporkan hasil yang memuaskan setelah operasi pada tumor dilakukan.

Menurut sebuah studi tentang tumor ganas di dinding dada pada anak-anak dan dewasa muda, reseksi bedah dengan pengangkatan secara en bloc dari otot atau organ yang berdekatan dan rekonstruksi dinding dada memberikan kontrol baik.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Memorial Sloan-Kettering Cancer Center atau MSKCC, remisi total dicapai pada pasien setelah pembedahan dan kemoterapi.

Hasil ini lebih baik daripada hanya kemoterapi saja sehingga perlu digarisbawahi pentingnya pembedahan. Namun, terdapat pendapat yang kontradiktif mengenai perlu dan pentingnya pembedahan.

Pertama, meskipun pengobatan yang paling efektif adalah operasi namun tidak menjamin munculnya metastasis. Kedua, eksisi bedah tidak lengkap kurang efektif untuk pengobatan tumor jenis ini.

Radioterapi

Peran utama radioterapi adalah untuk mencapai pengendalian penyakit primer sebagai terapi tambahan sebelum atau setelah reseksi. Radioterapi pra-operasi sangat cocok untuk pasien dengan respons klinis yang buruk terhadap kemoterapi awal atau jika memiliki regresi tumor lebih lanjut.

Berdasarkan sebuah studi, iradiasi atau radiasi pascaoperasi sebagai terapi lokal memiliki hasil yang memuaskan dalam kontrol lokal dan kelangsungan hidup pasien. Radioterapi terbukti sama efisiennya dengan pembedahan untuk lesi kecil.

Hasil dari studi Memorial Sloan-Kettering menunjukkan bahwa radioterapi adalah modalitas yang efektif untuk kontrol lokal, terutama untuk pasien tanpa metastasis. Radioterapi sinar eksternal merupakan strategi pengobatan alternatif pada pasien yang menunjukkan risiko kambuh tinggi.

Kemoterapi

Kemoterapi adalah pilihan pertama untuk pengobatan sarkoma Ewing dan kombinasi pembedahan dan radiasi berikutnya merupakan terapi standar. Namun, tidak ada terapi standar yang tersedia untuk pengobatan tumor ini karena penyakit ini langka dan prognosisnya buruk.

Namun, berdasarkan pengelompokan kedua penyakit ini ke dalam klasifikasi WHO tahun 2002 menyatakan bahwa pedoman terapi untuk sarkoma Ewing mungkin berguna dalam memandu pengobatan tumor askin.

Dalam kasus tertentu, operasi yang diperpanjang diikuti dengan kemoterapi pasca operasi dan radioterapi adalah pilihan pengobatan pertama. Sejumlah penelitian telah melaporkan keuntungan potensial praoperasi dengan mengacu pada pengobatan sarkoma Ewing.

Cara mengatasi tumor askin secara alami di rumah

Perlu diketahui, tumor askin adalah salah satu jenis penyakit ganas yang sulit diobati dengan perawatan rumahan. Karena itu, perawatan harus dilakukan bersama dokter ahli karena penyakit ini memiliki tingkat kematian yang tinggi.

Apa saja obat tumor askin yang biasa digunakan?

Tidak ada pengobatan rumahan yang benar-benar bisa menyembuhkan tumor askin, termasuk obat di apotek dan obat dari bahan alami. Karena itu, cara paling tepat untuk merawat gejala tumor ini adalah pemeriksaan dan pengobatan bersama dokter ahli.

Dokter ahli akan melakukan pengobatan sesuai diagnosis yang telah dilakukan sehingga sulit untuk menemukan obat di pasaran atau over-the-counter.

Pastikan untuk melakukan pemeriksaan agar penyakit dapat diketahui dan mencegah kemungkinan terburuk akibat penanganan yang terlambat.

Apa saja makanan dan pantangan untuk penderita tumor askin?

Untuk mengurangi keparahan gejala, kamu perlu mengetahui makanan dan pantangan untuk penyakit tumor ini . Beberapa makanan atau pantangan yang harus dijauhi penderita tumor askin, berupa:

Daging olahan

Daging yang digoreng, dipanggang, atau dibakar harus dihindari oleh penderita tumor ganas. Hal ini dikarenakan, jika protein hewani terkena panas tinggi maka dapat menciptakan produk sampingan karsinogenik atau disebut dengan amina heterosiklik yang berbahaya bagi tubuh.

Makanan tinggi garam

Makanan tinggi garam tak hanya buruk pada tekanan darah, namun juga bisa menyebabkan kanker. Metastasis tumor askin perlu dihindari, salah satunya adalah mengurangi konsumsi makanan tinggi garam.

Ketika membeli makanan, pastikan untuk melihat label produksi untuk menghindari konsumsi garam berlebih.

Makanan yang diawetkan

Agar tumor askin tidak bertambah parah, kamu juga perlu menghindari konsumsi makanan yang diawetkan. Beberapa makanan yang dimaksud seperti acar, selai, dan sawi asin. Hal ini dikarenakan, makanan tersebut mengandung nitrit yang bersifat karsinogenik.

Selain itu, beberapa daging merah dan daging olahan termasuk bacon, ham, dan sosis juga harus dihindari. Terapkan pola gaya hidup sehat dan pola makan yang baik seperti kurangi konsumsi minuman beralkohol.

Bagaimana cara mencegah tumor askin?

Penyebab yang belum pasti mengenai tumor askin menyebabkan sulitnya memastikan cara tepat untuk pencegahan penyakit. Namun, pencegahan terbaik untuk tumor askin adalah melakukan pemeriksaan sedini mungkin.

Pemeriksaan harus dilakukan bersama dokter ahli, terutama jika gejala yang dicurigai sebagai tumor askin sudah muncul. Apabila pemeriksaan dini dilakukan maka diagnosis akan segera diketahui dan pengobatan tumor bisa segera dilakukan.

Baca juga: Kenali Asam Urat: Gejala Asam dan Cara Pengobatannya

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. NCBI (2015), diakses 23 April 2021. Askin tumor: A rare neoplasm of thoracopulmonary region
  2. NCBI (2015), diakses 23 April 2021. Askin’s tumor: 11 cases and a review of the literature
  3. NCBI (2013), diakses 23 April 2021. Treatment of an Askin tumor: A case report and review of the literature
  4. Biomedcentral.com (2018), diakses 23 April 2021. Multimodal treatment of pediatric patients with Askin’s tumors: our experience
  5. Webmd (2021), diakses 23 April 2021. What Is Ewing’s Sarcoma?
  6. Medical News Today (2020), diakses 23 April 2021. What to know about genetic disorders
  7. Healthxchange.sg, diakses 23 April 2021. ​​​​Top Foods for Cancer Patients
    register-docotr