Kamus Penyakit

Awas, Salah Posisi Duduk Bisa Bikin Sakit Kepala! Ketahui Juga 7 Penyebab Lainnya

November 13, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Sakit kepala adalah kondisi munculnya rasa nyeri pada satu atau semua sisi di area atas tulang tengkorak. Gejala ini seringkali muncul secara berulang dan tiba-tiba. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui penyebab sering sakit kepala agar kamu bisa menghindari faktor pemicunya.

Pusing atau sakit kepala bisa lebih rumit dari yang pernah kamu bayangkan. Karena, beda tipe sakit kepala, maka berbeda pula penyebabnya.

Mengetahui penyebab kepala sering pusing merupakan salah satu cara untuk mengetahui langkah apa yang harus kamu ambil untuk penanganan dan pencegahan di masa mendatang.

Baca Juga: Obat Ceftriaxone: Kenali Manfaat, Dosis serta Efek Samping Penggunaannya

Penyebab sering sakit kepala

Kepala sering pusing, baik itu rasa nyeri biasa atau yang disertai denyutan bisa terjadi akibat beberapa hal. Banyak orang yang tak sadar jika kebiasaan yang sering dilakukan bisa memicu hal tersebut. Simak delapan penyebab sering sakit kepala berikut ini.

1. Stres sebagai penyebab sering sakit kepala

Mengutip Harvard Medical School, salah satu penyebab sering sakit kepala yang paling umum adalah manajemen emosi yang tidak baik. Saat stres misalnya, otot di bahu dan leher akan menegang. Ini bisa menghambat aliran darah menuju otak. Akhirnya, rasa pusing tak bisa dihindari.

Gejala dari sakit kepala akibat faktor ini bisa berupa migrain, yaitu nyeri pada satu sisi. Kepala terasa berdenyut dan terasa berat. Rasa tak nyaman ini bisa bertahan berjam-jam, bahkan hitungan hari.

2. Faktor hormon

Penyebab sering sakit kepala yang satu ini lebih umum terjadi pada wanita. Pemicunya adalah ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh. Kondisi ini biasanya terjadi saat wanita memasuki siklus menstruasi setiap bulannya.

Hormon yang ikut andil dalam menyebabkan sakit kepala adalah estrogen. Saat sedang datang bulan, wanita biasanya akan merasakan nyeri atau rasa tak nyaman pada kepala, biasanya hanya pada satu sisi (migrain).

Baca juga: Jangan Remehkan, Kenali Jenis-Jenis Sakit Kepala yang Perlu Kamu Tahu

3. Kurang tidur

Rasa tak nyaman pada kepala bisa saja diakibatkan oleh kuantitas dan kualitas tidur yang buruk. Menurut dokter Sait Ashina, ahli saraf di Harvard Medical School, kurang tidur bisa mengakibatkan ketegangan pada kepala, yang bisa berubah menjadi migrain.

Selama ini, tidur dikenal sebagai aktivitas penghilang sakit kepala, terutama tidur siang. Artinya, saat sedang sakit kepala, kamu bisa meredakan atau bahkan menghilangkan gejalanya dengan tidur. Begitu juga sebaliknya, kurang tidur dapat memicu timbulnya kepala sering pusing tersebut.

4. Menghentikan kebiasaan minum kopi

Siapa sangka, menghentikan kebiasaan minum kopi ternyata juga bisa memicu munculnya nyeri di kepala, lho. Ini karena kafein dapat membuat pembuluh darah mengecil. Tapi bukan ini yang menjadi pemicu pusing.

Saat kamu menghentikan kebiasaan minum kopi, pembuluh darah yang biasanya mengecil akan melebar. Tentu saja, perubahan secara tiba-tiba ini bisa menghasilkan efek sakit kepala. Dengan kata lain, ini bisa menyeretmu kembali pada kebiasaan minum kopi.

Padahal, terlalu banyak asupan kafein justru dapat membahayakan tubuh. Orang dewasa tidak disarankan untuk minum kopi yang mengandung kafein lebih dari empat cangkir per hari.

5. Cahaya silau

penyebab sakit kepala karena paparan cahaya
Pusing akibat paparan cahaya. Sumber foto: www.avas.mv

Salah satu penyebab sering sakit kepala yang tak jarang diabaikan adalah paparan sinar berlebih. Sinar menyilaukan dan terlalu terang dapat memengaruhi otak. Ini juga termasuk saat kamu berada di depan layar ponsel atau laptop terlalu lama dan jarang mengedipkan mata.

Kamu bisa menggunakan kaca mata hitam atau lensa pengurang radiasi sinar. Sehingga, mata tidak akan mendapat paparan cahaya yang terlalu kuat. Atau, kamu bisa menyesuaikan tingkat kecerahan pada gadget-mu.

Kementerian Kesehatan baru-baru ini mengeluarkan ajakan kepada masyarakat untuk menerapkan teknik 20-20-20. Istirahatkan mata tiap 20 menit, dengan mengalihkan pandangan ke obyek lain sejauh 20 kaki (enam meter), selama 20 detik.

Langkah tersebut bisa mengurangi mata lelah yang dapat berujung pada sakit kepala.

6. Perubahan cuaca

Faktor cuaca juga bisa menyebabkan pusing. Temperatur yang berubah signifikan dapat memberi tekanan pada kepala. Ini termasuk kenaikan suhu dan tingkat kelembapan udara yang tinggi.

Perubahan tersebut berpengaruh pada komponen menyerupai listrik yang ada di otak. Sehingga, sakit kepala mungkin bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa kamu ketahui penyebab pastinya.

Baca juga: Sakit Kepala Tak Tertahankan, Ini 10 Cara Meredakannya

7. Kesalahan posisi tubuh

Jika kamu tiba-tiba merasakan pusing yang berulang, mungkin penyebabnya adalah kesalahan pada posisi tubuh dalam melakukan sesuatu. Mengutip NHS UK, kondisi ini umumnya muncul akibat berdiri terlalu lama atau posisi duduk yang tidak benar.

Hal tersebut bisa menciptakan ketegangan pada leher, punggung bagian bawah, dan bahu. Sehingga, rasa sakit berdenyut dapat terjadi pada pangkal tulang tengkorak. Bahkan, terkadang bisa menjalar ke bagian wajah, terutama dahi.

8. Dehidrasi sebagai penyebab sering sakit kepala

Dehidrasi adalah salah satu penyebab sakit kepala sekunder. Pusing bisa terjadi saat tubuh kehilangan sebagian elektrolit dan air dan yang diperlukan sejumlah organ dalam menjalankan fungsinya. Seperti diketahui, 60 persen dari tubuh manusia adalah air.

Sakit kepala akibat dehidrasi disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah saat tubuh mencoba mempertahankan cadangan air yang tersedia. Untuk menghindarinya, terapkan pola hidup sehat dengan penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum 1,5 liter air per hari.

Penyebab sering migrain

Migrain merupakan sakit kepala yang terjadi di satu sisi kepala saja. Jika terlalu sering terjadi, migrain bisa sangat mengganggu aktivitas. Lho.

Kamu dikatakan mengalami sering sakit kepala sebelah atau migrain kronis kalau sakit kepala dan gejala yang timbul berlangsung selama 15 hari atau lebih setiap bulannya. Sementara migrain yang sporadis hanya berlangsung satu atau dua hari saja.

Penyebab sering migrain pada beberapa orang berbeda-beda, tapi bisanya kondisi ini dipicu oleh beberapa hal yang sudah dijelaskan di atas seperti kurang tidur, kafein dan stres. Perempuan lebih sering sakit kepala sebelah karena mengalami perubahan hormon.

Migrain merupakan kondisi yang umum terjadi pada orang dewasa. Situs kesehatan National Health Service menyebut 1 dari 5 perempuan dan 1 dari 15 laki-laki lebih sering sakit kepala sebelah.

Gejala migrain

Gejala migrin kronis biasanya adalah kamu merasakan sering sakit kepala dan mual. Bahkan, dalam beberapa kasus, gejala lain yang timbul adalah muntah-muntah.

Selain itu, gejala dari migrain adalah kamu menjadi sensitif terhadap suara, bau, cahaya serta mengalami perubahan penglihatan.

Kenapa ibu hamil sering sakit kepala?

Perubahan hormon menjadi salah satu penyebab kenapa ibu hamil sering sakit kepala. Karena kehamilan menjadi salah satu penyebab perempuan mengalami perubahan hormon yang lebih sering.

Selain itu, peningkatan volume darah di awal masa kehamilan pun menjadi salah satu pemicu kenapa ibu hamil sering sakit kepala. Beberapa penyebab lain adalah:

  • Tidur yang kurang
  • Berhenti minum kopi
  • Gula darah yang rendah
  • Dehidrasi
  • Stres
  • Postur tubuh yang buruk, terutama saat bayi dalam kandungan semakin membesar
  • Depresi dan resah di masa kehamilan.

Ibu hamil juga bisa mengalami sakit kepala sebelah atau migrain, yang di awal masa kehamilan sangat terasa parah. Saat migrain terasa parah, maka ibu hamil akan merasa sering sakit kepala dan mual di waktu yang bersamaan.

Waspada sering sakit kepala tiba-tiba

Sering sakit kepala tiba-tiba harus ditanggapi dengan serius. Kondisi ini biasanya merupakan salah satu tanda bahaya adanya masalah di dalam tubuh yang tidak bisa kamu anggap remeh.

Situs kesehatan WebMD menyebut salah sakit kepala thunderclap sebagai jenis sakit kepala yang sangat buruk. Kondisi ini sering tiba-tiba tanpa gejala dan mencapai puncak sakitnya dengan sangat cepat.

Beberapa penyebab sering sakit kepala tiba-tiba ini adalah:

  • Sobek atau hambatan di pembuluh darah
  • Cedera kepala
  • Hemorrhage stroke karena pecah pembuluh darah di otak
  • Stroke iskemik karena sumbatan pembuluh darah di otak
  • Penyempitan pembuluh darah yang mengelilingi otak
  • Inflamasi pada pembuluh darah
  • Perubahan tekanan darah di akhir masa kehamilan.

Sering sakit kepala belakang

Sakit kepala bisa terjadi di bagian kepala mana saja, termasuk di belakang. Sering sakit kepala belakang bisa disebabkan oleh banyak hal dan kamu bisa mengenali penyebabnya dari gejala yang ditimbulkan.

Beberapa penyebab sering sakit kepala belakang adalah:

  • Arthritis
  • Postur tubuh yang buruk
  • Tension headaches
  • Migrain.

Nah, itulah delapan penyebab sering sakit kepala yang jarang disadari banyak orang selama ini. Yuk, perhatikan lagi kebiasaan dalam menjalankan rutinitas harian agar terhindar dari kepala sering pusing!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Harvard Medical School, diakses 13 Juni 2020, Have a headache? The top 7 triggers.
  2. NHS UK, diakses 13 Juni 2020, 10 headache triggers.
  3. Everyday Health, diakses 13 Juni 2020, 5 Strange Reasons You Have a Headache.
  4. Kementerian Kesehatan, diakses 13 Juni 2020, Yuk, Simak Teknik Pencegahan Computer Vision Syndrome (CVS) dengan 20-20-20 Rule.
  5. WebMD, diakses 13 November 2020. Headache Basics
  6. Pregnancy birth&baby, diakses 13 November 2020. Headaches during pregnancy
  7. Healthline, diakses 13 November 2020. What Causes Migraine and Chronic Migraine?
  8. National Health Service, diakses 13 November 2020. Migraine
  9. Healthline, diakses 13 November 2020. Pain in the Back of the Head

    Berita Terkait
    register-docotr