Kamus Penyakit

Hati-hati! Inilah Penyebab Detak Jantung Cepat yang Bisa Jadi Penyakit Serius

July 25, 2020 | Felicia Elfriestha | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Jika kamu sering merasakan jantung berdetak lebih cepat, bisa jadi masalah yang serius jika tidak ditangani segera. Berikut ini penyebab detak jantung cepat yang harus kamu waspadai, simak ulasannya di bawah ini!

Baca Juga: Yuk, Ketahui Cara Menormalkan Detak Jantung Berdasarkan Jenisnya

Apa yang dimaksud dengan detak jantung cepat?

Sebelum kita membahas mengenai penyebab detak jantung cepat, sebaiknya kita mengetahui dulu apa yang dimaksud detak jantung cepat. Detak jantung cepat atau biasanya yang dikenal dengan nama palpitasi atau takikardi.

Palpitasi merupakan kondisi ketika jantung terasa berdebar dan berdetak lebih cepat daripada biasanya. Biasanya penderita akan merasa tidak nyaman dengan timbulnya palpitasi. Secara umum jantung orang dewasa pada umumnya berdetak 60-100 kali per menit dengan irama yang teratur.

Detak jantung tidak hanya akan terasa di bagian dada saja, tetapi bagian lainnya seperti leher dan tenggorokan juga ikut merasakan ketika jantung sedang berdetak.

Detak jantung cepat atau palpitasi jantung bisa terjadi pada siapa saja, tanpa pandang jenis kelamin dan usia. Baik pria maupun wanita, bahkan di usia berapa pun bisa saja mengalami palpitasi jantung ini.

Penyebab detak jantung cepat

Penyebab detak jantung cepat beragam ada yang tidak berbahaya, ada yang bisa menjadi masalah serius yang patut kamu waspadai.

Berikut ini adalah beberapa penyebab detak jantung cepat, antara lain:

  • Berolahraga.
  • Stres, merasa cemas, atau ketakutan.
  • Mengonsumsi kafein, misalnya setelah minum kopi atau teh.
  • Demam.
  • Efek samping obat tertentu, misalnya obat flu yang mengandung pseudoefedrin atau efedrin.
  • Mengonsumsi terlalu banyak alkohol.
  • Mengonsumsi obat-obat terlarang seperti kokain.

Namun, ada juga penyebab detak jantung cepat yang disebabkan oleh penyakit serius, antara lain:

  • Penyakit jantung koroner yang menyebabkan gangguan aliran listrik jantung.
  • Penyakit katup jantung.
  • Gagal jantung atau pembengkakan jantung.
  • Tidak seimbangnya cairan elektrolit dalam tubuh.
  • Hipertiroid yaitu kelebihan hormon tiroid di dalam darah.

Cara mengatasi detak jantung cepat

Secara umum, ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi detak jantung cepat, antara lain:

Menghindari stimulan

Sebaiknya kamu menghindari stimulan yang dapat menyebabkan jantung berdetak cepat, seperti:

  • Produk yang mengandung tembakau seperti rokok.
  • Mengonsumsi makanan dan minuman yang berkafein seperti kopi dan teh.
  • Mengonsumsi jenis obat batuk dan obat flu tertentu.
  • Mengonsumsi obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan kejiwaan.
  • Mengonsumsi obat yang menambah nafsu makan.
  • Mengonsumsi obat untuk tekanan darah tinggi.
  • Mengonsumsi obat-obatan terlarang seperti kokain, metamfetamin, dan ganja.

Usahakan minum air yang cukup

Penyebab detak jantung cepat lainnya bisa karena tubuh kamu mengalami dehidrasi. Saat dehidrasi, darah akan semakin mengental dan hal yang dapat terjadi ketika darah semakin kental darah, maka kerja jantung juga akan semakin berat.

Akibatnya, kamu akan merasa jantung berdegup kencang. Jadi usahakan kamu memenuhi asupan cairan kamu sehari-hari secukupnya agar terhindar dari dehidrasi.

Menghindari stres berlebih

Stres bisa menjadi penyebab detak jantung cepat. Ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mengurangi stres, seperti meditasi, menarik napas dalam-dalam, yoga, berakitivitas di luar ruangan, traveling, olahraga, dan melakukan hal yang kamu sukai.

Menjaga elektrolit di dalam tubuh agar tetap seimbang

Elektrolit memiliki fungsi penting untuk mengatur detak jantung sehingga dapat dimanfaatkan untuk meredakan jantung yang berdetak kencang.

Kamu dapat meningkatkan jumlah elektrolit di tubuh dengan mengonsumsi makanan yang mengandung sodium, kalium, kasium, dan magnesium.

Berolahraga secara rutin

Olahraga merupakan kegiatan yang sangat baik agar tubuh tetap sehat. Selain itu, olahraga juga dapat mengembalikan fungsi jantung dan ritme detak jantung pada kondisi normal. 

Olahraga jantung juga dapat memperkuat jantung, serta mencegah dan mengurangi jantung berdegup kencang. Kamu bisa melakukan olahraga seperti jogging, lari, bersepeda, dan berenang.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. rsupwahidin.com (2019) diakses 22 Juli 2020. JANTUNG BERDEBAR DEBAR (PALPITASI). 22 Juli 2020 pukul 15.30.
  2. chemocare.com diakses 22 Juli 2020. Rapid Heartbeat. 22 Juli 2020 pukul 16.00.
  3. healthline.com (2018) diakses 22 Juli 2020. Heart Palpitations: 6 Home Remedies for Fast Heartbeat. 22 Juli 2020 pukul 16.45.
    Berita Terkait
    register-docotr