Kamus Penyakit

Penyakit Tukak Lambung: Ketahui Gejala dan Pencegahannya

June 17, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Lambung adalah salah satu bagian terpenting dalam tubuh yang berfungsi sebagai pencerna makanan. Tapi, saat penyakit tukak lambung terjadi, fungsi dari organ tersebut akan menurun, bahkan mampu memicu timbulnya rasa sakit dan nyeri.

Menurut American Academy of Family Physicians, secara global, ada sekitar 10 persen orang dewasa yang mengalami penyakit ini. Artinya, prevalensinya masih cukup tinggi.

Lalu, apa saja gejala dan penyebab dari penyakit ini? Serta, bagaimana langkah pencegahannya? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Mengenal penyakit tukak lambung

Penyakit tukak lambung adalah luka terbuka yang ada di lapisan dalam dari perut atau bagian atas dari usus kecil. Penyakit yang juga disebut dengan ulkus peptikum ini dibagi menjadi dua klasifikasi berdasarkan lokasi lukanya, yaitu:

  • Radang lambung, posisi luka ada di bagian dalam dari perut.
  • Ulkus duodenum, posisi luka ada di sekitar atau di dalam usus kecil (deudenum).

Luka tersebut dapat memicu berbagai gejala yang sangat mengganggu. Semua tanda-tandanya berhubungan dengan lambung itu sendiri.

Penyebab penyakit tukak lambung

penyebab penyakit tukak lambung
Bakteri H. pylori pada lambung. Sumber foto: www.link.springer.com

Penyakit ini dapat terjadi saat asam atau cairan pada saluran pencernaan mencapai permukaan bagian dalam dari lambung atau usus kecil. Asam tersebut lalu menyebabkan luka terbuka yang bisa memunculkan rasa sakit. Pada tahapan yang parah, luka bisa disertai perdarahan hebat.

Pada dasarnya, saluran pencernaan manusia dilapisi oleh mukosa, membran atau selaput lendir yang bertugas menangkal asam. Tapi jika kadar asam meningkat dan jumlah lendir berkurang, infeksi akan rentan terjadi. Beberapa penyebabnya adalah:

1. Bakteri Helicobacter pylori

Bakteri ini hidup pada lapisan mukosa yang menutupi jaringan atau lapisan di lambung dan usus kecil. Bakteri H. pylori sendiri umumnya tak menyebabkan masalah. Tapi jumlah yang terlalu banyak bisa memengaruhi kadar asam itu sendiri.

Mengutip Mayo Clinic, masih belum jelas bagaimana bakteri ini bisa memicu infeksi. H. pylori dan bisa ditularkan dari orang ke orang melalui kontak dekat, misalnya berciuman, serta makanan dan minuman yang terkontaminasi.

Baca juga: Saat Asam Lambung Naik, Tubuh akan Memberikan Sederet Sinyal Ini

2. Penggunaan obat tertentu

Obat-obatan tertentu, terutama pereda nyeri, memiliki efek samping menimbulkan luka pada lambung jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang cukup lama. Obat-obatan ini meliputi ibuprofen, aspirin, ketoprofen, dan naproxen sodium.

Oleh karena itu, tukak lambung lebih umum terjadi pada orang dewasa yang sering mengonsumsi obat-obatan tersebut. Biasanya digunakan untuk osteoartritis atau radang sendi.

Gejala penyakit tukak lambung

Ilustrasi asam lambung yang naik. Sumber foto: www.oslobodjenje.ba

Gejala pada penyakit tukak lambung sangat erat kaitannya dengan perut dan area di sekitarnya. Mulai dari gejala ringan seperti sering bersendawa, hingga tanda-tanda yang menunjukkan tahapan parah seperti munculnya darah pada feses. Gejala-gejala itu meliputi:

1. Sensasi terbakar di perut

Salah satu gejala dari tukak lambung yang paling umum adalah muncul rasa panas pada perut. Sensasi terbakar ini bisa berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama, sehingga seringkali membuat seseorang tak dapat melakukan aktivitas yang biasa dilakukan.

Rasa panas ini dipicu oleh cairan atau asam yang bersentuhan langsung dengan bagian dalam lambung atau usus kecil. Rasa panas disertai nyeri biasanya terjadi pada dada bagian bawah hingga perut.

2. Rasa mual

Rasa mual akan muncul secara otomatis saat ada gangguan pada lambung, apapun jenis penyakitnya. Gejala ini biasanya terjadi pada pagi hari, ketika perut atau lambung masih dalam keadaan kosong.

Peningkatan kadar asam adalah hal yang sering dikaitkan dengan kondisi ini. Iritasi atau radang selaput perut juga bisa memperburuk kondisi.

3. Muntah darah

Tidak hanya mual, seseorang yang memiliki tukak lambung bisa muntah darah. Gejala ini mengindikasikan adanya perdarahan yang sedang terjadi pada lambung. Saat kamu sudah mengalami kondisi ini, tak perlu ragu untuk menghubungi dokter untuk mendapat penanganan medis yang tepat.

4. Penurunan berat badan

Gejala ini merupakan salah satu tanda penyakit tukak lambung yang sering diabaikan. Sebab, berat badan yang menurun adalah kondisi yang sangat wajar. Hanya saja, pada penyakit tukak lambung, penurunan bobot tubuh lebih dipicu oleh hilangnya nafsu makan.

Tukak lambung bisa mengganggu lapisan perut, seperti adanya penyumbatan pada saluran pencernaan dan pembengkakan usus kecil. Efek yang dihasilkan adalah rasa kenyang yang dapat kamu rasakan. Akibatnya, kamu akan enggan makan, dan berat tubuh akan semakin menurun.

5. Kekurangan darah

Penyakit tukak lambung bisa menyebabkan kekurangan darah. Ini disebabkan oleh perdarahan yang terus terjadi. Biasanya, anemia akan muncul saat kamu memasuki fase batuk atau muntah darah.

Saat kekurangan darah, tubuh akan mudah lelah, lemah, rentan pusing, dan pucat. Setelah membuat diagnosis, dokter biasanya akan memberikan resep obat yang bisa memacu produksi sel darah merah.

6. Rasa panas di dada

Gejala ini hampir mirip dengan maag, yaitu dada bagian tengah merasakan sensasi panas yang membuat tak nyaman. Kondisi ini tak lepas dari naiknya asam dari lambung menuju organ kerongkongan.

Keadaan ini umumnya terjadi saat badan sedang tidak dalam kondisi tegak, yang mana gaya gravitasi bisa mencegah naiknya asam. Asam biasanya akan bergerak ke kerongkongan saat seseorang sedang dalam posisi berbaring, membuat katup pada esofagus bagian bawah menjadi terbuka.

7. Perut kembung

Seperti yang telah dijelaskan, penyakit tukak lambung bisa disebabkan oleh infeksi bakteri H. pylori. Jumlah bakteri yang terlalu banyak di dalam usus bisa membuat produksi gas menjadi berlebih. Sehingga, perut bisa saja kembung dan mengeras.

Saat perut sedang kembung, rasa tak nyaman akan mencegahmu untuk melakukan beberapa aktivitas, termasuk makan. Dokter biasanya akan memberi resep antibiotik untuk membunuh bakteri tersebut.

8. Sendawa pada penyakit tukak lambung

Gejala dari tukak lambung yang satu ini mungkin terbilang ringan, tapi bisa mengganggu jika terjadi secara berulang dan intens. Sendawa diakibatkan oleh produksi gas berlebih pada organ pencerna. Kondisi ini dipicu oleh ketidakseimbangan asam pada lambung itu sendiri.

Baca juga: Hal-hal yang Wajib Kamu Ketahui Seputar Penyakit Asam Lambung.

9. Feses berwarna gelap

Feses yang berwarna lebih gelap dari biasanya dapat mengindikasikan adanya ketidakberesan pada lambung. Normalnya, feses memiliki warna kuning kecokelatan. Warna ini dipengaruhi oleh zat bilirubin yang dihasilkan oleh hati.

Warna kuning tersebut juga tak lepas dari kontribusi bakteri baik pada usus. Tapi pada penyakit tukak lambung, feses akan berwarna lebih gelap cenderung kehitaman. Semakin gelap warna feses menandakan tingkat keparahan luka.

Saat kondisi ini terjadi, tak perlu ragu untuk mendatangi dokter. Biasanya, pemeriksaan lebih lanjut pada feses akan dilakukan di laboratorium.

10. Darah pada feses

Tidak hanya feses yang berubah warna menjadi lebih gelap, luka yang ada pada lambung  juga bisa membawa darah keluar dari anus.

Menurut Neil Sengupta, seorang dokter gastroenterologi di University of Chicago Amerika Serikat, pada penyakit tukak lambung, darah yang keluar bersama feses umumnya disertai rasa nyeri di perut bagian atas.

Pemeriksaan lebih lanjut mungkin perlu dilakukan, karena munculnya darah pada feses juga dapat mengindikasikan adanya penyakit lain, seperti kanker perut dan ambeien.

Pemeriksaan penyakit tukak lambung

pemeriksaan penyakit tukak lambung
Pemeriksaan endoskopi. Sumber foto: www.simshospitalsatana.com

Untuk mendeteksi adanya luka pada lambung, dokter bisa melakukan sejumlah pemeriksaan fisik, seperti:

  • Pemeriksaan H. pylori, dilakukan di laboratorium melalui tes darah atau tes feses.
  • Endoskopi, pemeriksaan sistem pencernaan bagian atas, dengan memasukkan tabung atau alat kecil melalui tenggorokan menuju lambung dan usus kecil.
  • Barium swallow, pemeriksaan menggunakan sinar-X untuk mendeteksi sistem pencernaan bagian atas melalui hasil visual kerongkongan, perut, dan usus kecil.

Penanganan penyakit tukak lambung

Penanganan terhadap tukak lambung biasanya menggunakan obat-obatan untuk membunuh bakteri pemicunya dan membantu meredakan peradangan yang terjadi. Obat-obatan ini meliputi:

  • Antibiotik, digunakan untuk membunuh bakteri H. pylori. Penggunaannya disesuaikan dengan tingkat keparahan luka. Obat ini bisa dikonsumsi bersama obat lain untuk mengurangi asam lambung.
  • Obat penghambat asam lambung, bekerja menghambat produksi asam yang berlebih, sehingga meningkatkan peluang kesembuhan luka. Obat ini meliputi omeprazole, rabeprazole, lansoprazole, pantoprazole, dan esomeprazole.
  • Obat penetral asam lambung, berfungsi menetralkan dan menghilangkan rasa sakit dengan efek yang cepat. Obat antasida sering digunakan untuk mendapatkan efek tersebut.
  • Obat pelindung selaput perut dan usus kecil, berfungsi melindungi lapisan dinding perut dan usus kecil dari paparan asam yang dapat menimbulkan luka. Obat ini meliputi sukralfat dan misoprostol.

Pencegahan penyakit tukak lambung

Cuci tangan sebagai pencegahan. Sumber foto: www.thejakartapost.com

Luka yang ada pada tukak lambung bisa memunculkan rasa tak nyaman pada perut hingga kerongkongan. Oleh karena itu, ada baiknya kamu melakukan pencegahan agar terhindar dari penyakit ini.

Mengutip WebMD, kamu bisa melakukan sejumlah hal untuk mencegah terjadinya luka pada lambung, seperti:

1. Hindari paparan bakteri pemicu

Salah satu penyebab tukak lambung adalah infeksi bakteri H. pylori. Dua pertiga orang di seluruh dunia memiliki bakteri ini di dalam tubuhnya, tapi tidak sampai menyebabkan infeksi jika jumlahnya tak berlebih.

Penyakit yang muncul biasanya terjadi akibat bakteri yang berpindah dari satu orang ke orang lain, baik melalui makanan atau air. Gaya hidup bersih adalah salah satu cara untuk menghindari paparan bakteri tersebut, yaitu dengan:

  • Sering cuci tangan dengan sabun. Tangan, terutama bagian telapaknya, adalah bagian tubuh manusia yang mengandung banyak bakteri. Pastikan telapak tangan tetap bersih sebelum makan dan menyentuh wajah.
  • Masak daging atau makanan lain sampai habis. Daging yang tersisa adalah tempat terbaik bagi bakteri yang berkembang, meski ditempatkan di lemari es atau kulkas.
  • Minum air yang bersih. Pastikan seluruh air yang kamu minum telah terjamin kebersihannya. Ini bisa menjadi tantangan tersendiri saat kamu bepergian ke tempat baru. Membawa atau membeli air mineral kemasan bisa menjadi solusi.

Baca juga: 9 Manfaat Pisang, Mengobati Tukak Lambung hingga Risiko Stroke

2. Kelola stres dengan baik

Stres adalah kondisi tubuh yang berhubungan dengan manajemen emosi yang buruk. Saat keadaan ini terjadi, berbagai organ dan bagian tubuh bisa terdampak, termasuk lambung. Tidur adalah solusi terbaik untuk membantu meredakan stres.

3. Jangan merokok dan batasi alkohol

Merokok dan minum alkohol adalah dua kebiasaan yang bisa menyebabkan luka pada lambung. Keduanya bisa membuat lapisan lendir yang melindungi perut dari asam menjadi tipis. Akibatnya, infeksi pada dinding lambung sangat mungkin terjadi.

4. Perbanyak probiotik

Ada jutaan bakteri yang hidup di ususmu, termasuk H. pylori. Ketidakseimbangan bakteri baik dan bakteri jahat bisa memicu timbulnya berbagai penyakit, termasuk tukak lambung.

Oleh karena itu, kamu perlu memperbanyak bakteri baik dalam tubuh untuk minimalkan risiko ini. Bakteri baik inilah yang disebut probiotik.

Bakteri baik dapat diperoleh pada sejumlah makanan, seperti tempe, kimchi, kedelai, dan sayur kol.

5. Pertimbangkan konsumsi obat

Bisa jadi, luka yang ada pada lambung adalah efek samping dari obat-obatan tertentu. Efek samping ini biasanya diberikan oleh obat pereda nyeri yang diminum dalam jangka waktu panjang.

Obat-obatan tersebut termasuk ibuprofen, aspirin, dan naproxen sodium. Penggunaan dalam jangka waktu tertentu bisa memengaruhi lendir pelindung dinding lambung dari asam.

Nah, itulah ulasan lengkap tentang penyakit tukak lambung yang perlu kamu tahu. Melakukan pencegahan sangat efektif untuk menurunkan risiko munculnya penyakit ini. Tapi jika gejala yang dialami semakin memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapat penanganan yang tepat, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. American Academy of Family Physicians, diakses 6 Juni 2020, Peptic Ulcer Disease.
  2. Medical News Today, diakses 6 Juni 2020, What’s to know about peptic ulcers?
  3. Mayo Clinic, diakses 6 Juni 2020, Peptic ulcer.
  4. WebMD, diakses 6 Juni 2020, Can You Prevent Peptic Ulcer?
  5. Health Grades, diakses 6 Juni 2020, 6 Signs You May Have a Stomach Ulcer.
  6. WestGastro.com, diakses 6 Juni 2020, 8 Signs You May Have a Stomach Ulcer.
  7. Reader’sDiggest.ca, diakses 6 Juni 2020, 10 Signs of an Ulcer You Should Never Ignore

    register-docotr