Kamus Penyakit

Takikardia

March 15, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Penyakit takikardia merupakan suatu kondisi ketika detak jantung berdetak terlalu cepat. Bergantung pada penyebab yang mendasari dan seberapa keras jantung harus bekerja, kondisi ini harus diwaspadai.

Ketahui selengkapnya mengenai penyebab, gejala serta informasi lainnya dari takikardia di bawah ini.

Baca juga: Mengenal Penyakit Thalasemia: Kelainan Darah karena Faktor Keturunan

Apa itu takikardia?

Penyakit takikardia adalah suatu kondisi yang ditandai dengan detak jantung lebih dari 100 kali per menit. Dalam keadaan normal, jantung berdetak sebanyak 60-100 kali per menit pada orang dewasa.

Terkadang detak jantung dapat meningkat akibat beberapa faktor. Misalnya, ini merupakan hal yang wajar terjadi ketika berolahraga atau sebagai respons terhadap stres.

Namun pada takikardia, peningkatan detak jantung disebabkan oleh kondisi yang tidak terkait stres fisiologis normal. Ketika takikardia terjadi, ruang yang berada pada bagian atas atau bawah jantung berdetak lebih cepat secara signifikan.

Pada saat detak jantung berdetak sangat cepat, proses memompa darah menjadi kurang efisien. Akibatnya, aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk jantung berkurang.

Apa penyebab takikardia?

Dikutip dari Mayo Clinic, takikardia disebabkan oleh sesuatu yang mengganggu impuls listrik normal yang mengatur laju proses pemompaan jantung. Terdapat beberapa faktor yang bisa menyebabkan detak jantung cepat, di antaranya adalah:

  • Anemia
  • Konsumsi minuman berkafein atau alkohol secara berlebihan
  • Tekanan darah tinggi atau rendah
  • Ketidakseimbangan elektrolit, yakni zat mineral yang diperlukan untuk menghantarkan impuls listrik
  • Efek samping dari obat-obatan tertentu
  • Merokok
  • Kondisi tertentu yang memengaruhi paru-paru serta gangguan tiroid
  • Suplai darah yang buruk dan kerusakan pada jaringan jantung akibat penyakit jantung, penyakit arteri koroner, penyakit katup jantung, gagal jantung, hingga tumor ataupun infeksi
  • Stres yang terjadi secara tiba-tiba, seperti ketakutan

Dalam beberapa kasus, sulit untuk menentukan penyebab pasti dari kondisi ini.

Siapa saja yang lebih berisiko terkena takikardia?

Pertambahan usia atau memiliki riwayat keluarga dengan takikardia bisa meningkatkan risiko kondisi ini. Di sisi lain, kondisi tertentu yang membebani jantung atau mengganggu fungsi jaringan jantung juga dapat meningkatkan risiko takikardia.

Adapun beberapa kondisi tersebut di antaranya adalah:

  • Anemia
  • Diabetes
  • Konsumsi alkohol atau kafein secara berlebihan
  • Tekanan darah tinggi
  • Merokok
  • Stres atau kecemasan psikologis
  • Penggunaan obat stimulan

Apa gejala dan ciri-ciri takikardia?

Ketika jantung berdetak sangat kencang, ini dapat menyebabkan jantung tidak cukup memompa darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, dapat membuat organ dan jaringan tidak mendapatkan cukup oksigen. Gejala tertentu yang bisa muncul di antaranya:

  • Sesak napas
  • Pusing atau seolah-olah ingin pingsan
  • Denyut nadi cepat
  • Palpitasi jantung, yakni jantung berdebar sangat cepat
  • Nyeri dada

Sebagian orang dengan kondisi ini tidak mengalami gejala dan baru mengetahui bahwa mereka mengalami takikardia selama pemeriksaan fisik atau tes pemantauan jantung.

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat takikardia?

Adapun beberapa komplikasi yang perlu diwaspadai terkait dengan kondisi ini di antaranya adalah:

  • Pusing hingga pingsan
  • Kelelahan
  • Nyeri dada, sesak, atau angina
  • Tekanan darah rendah
  • Gagal jantung
  • Stroke
  • Penggumpalan darah, yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke

Baca juga: Patut Dicoba, Ini Cara Mencegah Stroke Paling Mudah

Bagaimana cara mengatasi dan mengobati takikardia?

Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya mengenai cara menangani takikardia:

Perawatan takikardia di dokter

Pada dasarnya, pengobatan kondisi ini bertujuan untuk mengatasi penyebabnya. Namun, tujuan lain dari pengobatan yakni menstabilkan detak jantung, mencegah episode takikardia lebih lanjut, serta mengurangi risiko komplikasi.

Melansir Medical News Today, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menstabilkan atau memperlambat detak jantung, ini termasuk:

  • Manuver vagal: Manuver vagal memengaruhi saraf vagus, yang mana dapat membantu mengontrol detak jantung
  • Kardioversi: Pada prosedur ini, sengatan listrik dikirimkan ke jantung melalui automated external defibrillator (AED). Arus listrik dapat memengaruhi impuls listrik di jantung, sehingga dapat membantu memulihkan detak jantung normal. Prosedur ini biasanya dilakukan sebagai perawatan darurat atau ketika manuver vagal maupun perawatan melalui obat-obatan tidak berfungsi dengan baik

Cara mengatasi takikardia secara alami di rumah

Untuk mengobati takikardia, perawatan medis perlu dilakukan. Namun selain itu, ada beberapa hal lain terkait pola hidup yang bisa diterapkan.

Misalnya saja rutin olahraga dan menjaga berat badan sehat. Ini dapat membantu mengurangi risiko kesehatan terkait takikardia dengan cara mengurangi efek negatif dari tekanan darah tinggi atau sleep apnea.

Apa saja obat takikardia yang biasa digunakan?

Berikut ini adalah beberapa obat yang digunakan untuk membantu mengatasi takikardia:

Obat takikardia di apotek

Dokter mungkin saja akan meresepkan obat antiaritmia, seperti antagonis kalsium (calcium channel blocker) atau beta-blocker. Obat ini bertujuan untuk mengembalikan irama jantung normal serta mengontrol detak jantung.

Penting untuk diingat adalah jangan konsumsi obat-obatan tersebut sembarangan dan selalu ikuti instruksi hanya dari dokter.

Obat takikardia alami

Obat-obatan untuk menangani takikardia harus diresepkan oleh dokter. Hingga sekarang, belum diketahui bahwa obat herbal tertentu mampu atau efektif menangani kondisi ini.

Bagaimana cara mencegah takikardia?

Cara yang paling efektif untuk mencegah takikardia adalah dengan menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko penyakit jantung.

Berikut ini adalah cara mencegah takikardia atau masalah jantung lainnya yang penting untuk diketahui:

  • Hindari rokok
  • Batasi konsumsi kafein
  • Mengontrol atau mengurangi stres
  • Konsumsi makanan bergizi
  • Berolahraga secara teratur
  • Menjaga berat badan sehat
  • Menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol tetap terkendali dengan baik
  • Beristirahat dengan cukup

Demikianlah beberapa informasi mengenai penyakit takikardia. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar kondisi ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 09 Maret 2021. Tachycardia 

Medical News Today (2020). Diakses pada 09 Maret 2021. Everything you need to know about tachycardia 

Webmd (2019). Diakses pada 09 Maret 2021. Tachycardia: Causes, Types, and Symptoms 

    register-docotr