Kamus Penyakit

Radang Selaput Otak

January 1, 2021 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Penyakit radang selaput otak umumnya disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Perlu diketahui, meningitis virus merupakan jenis yang paling umum sementara meningitis bakteri jarang terjadi. Nah, untuk mengetahui penyakit radang selaput otak lebih lengkap, yuk, simak penjelasan berikut.

Baca juga: Penyebab Telinga Berair: Mulai dari Cedera Kepala hingga Infeksi

Apa itu penyakit radang selaput otak?

Radang selaput otak adalah infeksi langka yang memengaruhi selaput halus atau disebut juga meninges dimana letaknya menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit yang sering juga disebut dengan meningitis ini dapat terjadi ketika cairan di sekitar meninges terinfeksi.

Penyakit ini dapat menyerang siapa saja. Namun, paling sering terjadi pada bayi, anak kecil, remaja, dan dewasa muda. Bayi berisiko tinggi terkena meningitis bakterial dan dapat menyebar dengan mudah di tempat-tempat berkumpulnya banyak orang.

Tanda awal yang mungkin dirasakan penderitanya, yakni demam dan leher kaku, sakit kepala, mual, muntah, kebingungan, dan peningkatan kepekaan terhadap cahaya. Meningitis bisa menjadi sangat serius jika tidak ditangani dengan cepat. 

Seseorang yang menderita meningitis bisa berisiko mengalami keracunan darah yang mengancam jiwa atau septikemia dan mengakibatkan kerusakan permanen pada otak atau saraf. Karena itu, sejumlah vaksinasi tersedia yang menawarkan perlindungan terhadap meningitis.

Apa penyebab radang selaput otak?

Dilansir dari Webmd, penyakit radang selaput otak hampir selalu terjadi akibat infeksi bakteri atau virus yang dimulai di bagian tubuh lain seperti telinga, sinus, atau tenggorokan.

Penyebab meningitis yang kurang umum, meliputi gangguan autoimun, konsumsi obat kanker, sipilis, dan tuberkulosis.

Meningitis yang disebabkan bakteri biasanya akibat infeksi dari Haemophilus influenzae tipe B, Neisseria meningitidis, Streptococcus pneumoniae. Pada usia yang berbeda, orang lebih mungkin terpengaruh oleh jenis penyebab berbeda. 

Bakteri penyebab meningitis biasanya menular dari satu orang ke orang lain melalui tetesan pada batuk dan bersin atau lewat air liur. Beberapa jenis bakteri atau virus juga bisa menyebar melalui makanan.

Streptokokus grup B dapat menular dari ibu ke bayi baru lahir selama persalinan. Beberapa orang bisa menjadi pembawa di mana tidak menunjukkan adanya gejala. Untuk itu, sangat penting mengikuti jadwal vaksinasi yang direkomendasikan guna mencegah meningitis.

Siapa saja yang lebih berisiko terkena radang selaput otak?

Penyakit radang selaput otak bisa menyerang pria maupun wanita dari berbagai kalangan usia. Namun, umumnya meningitis lebih sering terjadi pada kelompok usia yakni anak-anak di bawah 5 tahun, remaja dan dewasa muda usia 16 sampai 25 tahun, dan dewasa di atas 55 tahun.

Meningitis lebih berbahaya bagi orang dengan kondisi medis tertentu, seperti limpa yang rusak atau hilang, penyakit jangka panjang, dan gangguan sistem kekebalan.

Wabah paling mungkin terjadi di tempat tinggal orang yang berdekatan karena kuman tertentu dapat menyebar dengan mudah.

Apa gejala dan ciri-ciri radang selaput otak?

Gejala meningitis berkembang secara tiba-tiba dan dapat berkembang. Beberapa gejala yang mungkin dirasakan penderita, yakni demam, sakit kepala, ruam yang tidak memudar, leher kaku, mengantuk atau tidak responsif, hingga kejang.

Tanda atau gejala ini dapat muncul dalam urutan apapun dan terkadang tidak selalu merasakannya. Sementara itu, gejala pada bayi mungkin termasuk demam tinggi, menangis konstan dan semakin keras, tampak lesu atau tidak aktif, leher atau badan kaku, dan rewel.

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat radang selaput otak?

Meningitis dapat menyebabkan komplikasi parah pada orang dewasa dan anak-anak, terutama jika menunda pengobatan. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi, meliputi kejang, kerusakan otak, kehilangan pendengaran, masalah memori, sulit berjalan, gagal ginjal, dan kematian.

Infeksi meningitis dapat menghasilkan bakteri dalam aliran darah. Bakteri ini akan berkembang biak dan sebagian mengeluarkan racun. Kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan bocornya darah ke kulit serta organ.

Jaringan tubuh bisa mati atau bisa disebut dengan gangren dan akan merusak kulit serta jaringan. Dalam kasus yang jarang terjadi, amputasi mungkin perlu dilakukan bersama dokter ahli untuk mencegah kondisi kesehatan lebih serius.

Bagaimana cara mengatasi dan mengobati radang selaput otak?

Orang yang diduga menderita meningitis biasanya akan menjalani tes di rumah sakit untuk memastikan diagnosis dan memeriksa penyebab penyakit. Beberapa cara mengatasi dan mengobati meningitis, yakni:

Perawatan radang selaput otak di dokter

Jika penyakit radang selaput otak disebabkan oleh bakteri, maka biasanya memerlukan perawatan di rumah sakit selama kurang lebih satu minggu. Perawatan yang diberikan termasuk antibiotik ke pembuluh darah, cairan ke pembuluh darah, dan oksigen melalui masker wajah.

Cara mengatasi radang selaput otak secara alami di rumah

Penderita meningitis virus cenderung dapat membaik dengan sendirinya dalam waktu 7 hingga 10 hari dan seringkali hanya memerlukan perawatan di rumah. Banyak istirahat dan minum obat penghilang rasa sakit bisa membantu meringankan gejala untuk sementara waktu.

Apa saja makanan dan pantangan untuk penderita radang selaput otak?

Penyakit radang selaput otak termasuk jenis yang berbahaya karena bisa menyebabkan masalah fatal, yakni kematian. Salah satu hal yang perlu diketahui untuk menghindari komplikasi semakin serius adalah mengetahui makanan atau pantangan untuk penderitanya.

Terdapat beberapa makanan yang perlu dihindari saat menderita meningitis. Makanan dan pantangan tersebut, berupa produk susu, daging, makanan manis, makanan tepung putih, alkohol, teh serta kopi, ikan, dan makanan yang diproses.

Bagaimana cara mencegah radang selaput otak?

Meningitis mungkin dapat dihindari dengan melakukan beberapa pencegahan.

Langkah pencegahan untuk menghindari infeksi meningitis adalah cuci tangan sesering mungkin, tidak berbagi peralatan makan atau mandi dengan orang lain, tutup mulut dan hidung saat batuk, dan dapatkan imunisasi. 

Pastikan untuk mengikuti nasihat dokter tentang suntikan imunisasi. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyakit yang dapat menyebabkan meningitis bakterial, termasuk vaksin flu dan pneumonia.

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mental Selama Liburan Natal dan Tahun Baru

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Webmd (2020), diakses 18 Desember 2020. Meningitis
  2. Healthline (2019), diakses 18 Desember 2020. What Do You Want to Know About Meningitis?
  3. NHS (2019), diakses 18 Desember 2020. Meningitis
  4. Everyday Health (2009), diakses 18 Desember 2020. Using Antibiotics to Treat Meningitis
  5. Medical News Today (2017), diakses 18 Desember 2020. All about bacterial meningitis
  6. Mtatva.com (2016), diakses 18 Desember 2020. Meningitis: Treatment, Diet and Home Remedies
    register-docotr