Kamus Penyakit

Mengenal Penyakit Leukositosis, Saat Sel Darah Putih Meningkat Drastis

May 8, 2020 | Ajeng Annastasia | dr Tarash Burhanuddin
no-image

Penyakit leukositosis menjadi salah satu jenis kondisi yang perlu kamu perhatikan. Ini terjadi ketika sel darah putih tumbuh dalam jumlah yang meningkat drastis dalam tubuh.

Ada tiga jenis sel darah yang bersirkulasi di dalam tubuh manusia: sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Sel-sel darah ini bergabung dengan triliunan jenis sel lainnya untuk membantu setiap organ tubuh agar dapat berfungsi dengan baik.

Jumlah sel yang berada di dalam tubuh juga penting untuk dijaga agar tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit karena pengaruhnya terhadap tubuh cukup besar.

Peran penting sel darah putih

Apa yang sudah kamu ketahui tentang penyakit leukositosis? Foto: Pexels.com

Sel darah putih atau leukosit adalah sel darah yang berperan untuk melindungi tubuh dari infeksi dan penyakit.

Jumlah leukosit secara normal memang akan meningkat ketika tubuh terserang infeksi atau penyakit. Ini merupakan respons untuk melindungi diri dari penyakit.

Nah, kondisi tubuh ketika sel darah putih meningkat drastis dan terlalu banyak disebut dengan leukositosis.

Tipe-tipe penyakit leukositosis

Leukositosis sendiri terbagi atas 5 tipe bergantung pada jenis sel darah putih yang meningkat:

Neutrofilia

Neutrofilia adalah meningkatnya angka sel darah putih bernama neutrofil. Sekitar 40-60 persen sel darah putih terdiri atas neutrophil, menjadikannya sel darah putih paling banyak.

Perlu diketahui abhwa neutrofilia adalah kasus leukositosis paling umum. Terjadinya neutrofilia biasanya dikaitkan dengan infeksi dan peradangan.

Baca juga: Mengenal Tentang Kanker Darah: Gejala dan Penanganannya

Limfositosis

Leukositosis memiliki beberapa tipe. Foto: Pexels.com

Limfositosis terjadi ketika sel darah putih limfosit meningkat. Limfosit mencakup 20-40 persen sel darah putih. Limfositosis adalah kondisi leukositosis yang sangat umum. Kondisi ini biasanya terjadi ketika tubuh terinfeksi virus dan leukemia.

Monositosis

Monositosis terjadi ketika sel darah putih jenis monosit yang mencakup 2-8 persen sel darah putih dalam tubuh meningkat. Kejadian ini cukup jarang terjadi dan biasanya monosit meningkat pada kondisi tubuh terserang infeksi-infeksi tertentu dan kanker.

Eosinofilia

Eosinofilia terjadi ketika sel darah putih jenis eosinofil yang mencakup 1-4 persen sel darah putih dalam tubuh meningkat. Eosinofilia cukup jarang terjadi namun kondisi ini biasanya terjadi ketika tubuh mengalami alergi atau terinfeksi parasit.

Basofilia

Basofilia terjadi ketika sel darah putih jenis basofil yang mencakup 0,1-1 persen sel darah putih meningkat. Kejadian ini sangat langka terjadi dan umumnya terjadi kala terserang leukemia.

Salah satu pertanda awal dapat dirasakan jika terjadi gejala-gejala bisa saja terjadi kala sel darah putih meningkat. Gejala-gejalanya yakni seperti demam, berdarah atau memar, lemah lesu, kelelahan, pusing, berkeringat, hingga pingsan.

Bisa juga berupa kesemutan di tangan, kaki, atau perut, susah tidur, berpikir, atau penglihatan kabur, gatal-gatal, masalah pernapasan dan kehilangan nafsu makan atau bahkan kehilangan berat badan secara drastis.

Meski demikian gejala atau pertanda ini tidak selalu terjadi, dan seringkali datang dari penyebab terjadinya leukositosis.

Gejala yang mungkin kamu alami tidak bisa dijadikan diagnosis sendiri bahwa itu sudah pasti kamu sedang mengalami penyakit leukositosis. Untuk itu, sebaiknya kamu segera periksakan diri ke dokter.

Baca juga: 8 Gejala Paru-Paru Basah yang Tidak Boleh Disepelekan

Normalnya, saat tidak hamil, sel darah putih dalam tubuh mencapai 4.000-11.000 per mikroliter. Lebih dari itu, maka kamu bisa dikatakan mengalami leukositosis.

Angka di antara 50.000-100.000 per mikroliter menandakan terjadinya infeksi yang sangat parah atau kanker dalam tubuh. Sementara itu, lebih dari 100.000 biasanya terjadi ketika leukemia atau kanker sumsum tulang belakang, serta kanker darah lainnya.

Cara diagnosis penyakit leukositosis

Cek ke dokter untuk menemukan diagnosis penyakit leukositosis. Foto: Shutterstock.com

Untuk mengetahui diagnosis pasti leukositosis, dokter biasanya melakukan serangkaian tes seperti hitung darah lengkap dan dibagi berdasarkan masing-masing jenis sel darah dan sel darah putih.

Mengetahui jumlah sel darah berdasarkan tipenya dapat membantu dokter mengetahui kemungkinan penyebabnya.

Selanjutnya, jika terjadi neutrofilia atau limfositosis, dokter akan melakukan tes hapusan darah atau peripheral blood smear. Tes ini dilakukan dengan cara mengoleskan lapisan tipis dari sampel darah dan melihat selnya secara detail dengan mikroskop.

Selain itu, dokter juga bisa melakukan tes biopsi terhadap sumsum tulang belakang ketika ditemukan beberapa jenis neutrofil yang meningkat dalam sel darah putih.

Sel darah putih diproduksi di dalam sumsum tulang belakang dan dilepas untuk bersirkulasi di dalam darah.

Dalam biopsi ini, sampel sumsum tulang belakang diambil dari bagian tengah tulang, biasanya dari panggul dengan jarum panjang dan diperiksa menggunakan mikroskop.

Tes ini dilakukan untuk mengetahui terjadinya sel yang tidak normal atau masalah dengan produksi atau pelepasan sel dari sumsum tulang belakang.

Penanganan penyakit leukositosis

Konsumsi obat mungkin diperlukan sesuai anjuran dokter. Foto: Shutterstock.com

Jika penyebab terjadinya leukositosis, ada beberapa cara untuk menurunkannya berdasarkan penyebab meningkatnya sel darah putih, seperti konsumsi antibiotik untuk infeksi bakteri, mengobati dan merawat kondisi yang menjadi penyebab peradangan.

Leukositosis yang terjadi akibat reaksi alergi dapat diobati dengan antihistamin dan inhaler sementara jika terjadi akibat reaksi obat, perubahan jenis obat dapat dilakukan jika memungkinkan. 

Pada kasus yang lebih parah seperti leukositosis yang disebabkan oleh leukemia, maka kemoterapi, radiasi, atau transplantasi sel induk dapat dilakukan.

Jika leukositosis menyebabkan darah menjadi sangat kental atau terjadi sindrom hiperviskositas dalam keadaan darurat dokter dapat menyuntikkan obat ke dalam pembuluh darah.

Metode ini dilakukan untuk mempercepat penurunan sel darah putih agar darah yang kental kembali mampu mengalir dengan normal.

Baca juga: Mengenal Diet Sehat: Cara Jitu Turunkan Badan dengan Aman

Leukositosis tanpa penyebab yang serius bisa kembali normal setelah beberapa waktu, termasuk pada ibu hamil. Namun pencegahan dapat dilakukan dengan cara menghindari atau mengurangi risiko-risiko yang bisa menjadi penyebabnya.

Oleh sebab itu, menjalani pola hidup sehat dan menjauhi hal-hal yang dapat merugikan tubuh bisa menjadi permulaan.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

How Many Cells Are in the Human Body? Fast Facts. Diakses pada 14 Desember 2019. Healthline. https://www.healthline.com/health/number-of-cells-in-body.
Leukocytosis. Diakses pada 14 Desember 2019. Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/956278-overview.
Leukocytosis. Diakses pada 14 Desember 2019. Healthline. https://www.healthline.com/health/leukocytosis.
Leukocytosis. Diakses pada 14 Desember 2019. Drugs. https://www.drugs.com/cg/leukocytosis.html.
Leukocytosis. Diakses pada 14 Desember 2019. Healthline. https://www.healthline.com/health/leukocytosis#diagnosis.

    Berita Terkait
    register-docotr