Kamus Penyakit

Waspadai Penyakit Kutil Kelamin, Yuk Simak Penyebab, Gejala dan Cara Pengobatannya!

June 15, 2020 | Fitri Chaeroni | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Penyakit kutil kelamin merupakan salah satu infeksi menular seksual yang sangat sering terjadi. Orang yang aktif secara seksual sangat berisiko tertular penyakit ini.

Kutil kelamin sangat menular dan bisa terjadi pada siapa saja baik pria maupun wanita. Untuk mengetahui apa penyebab, pengobatan, dan pencegahan kutil kelamin, simak ulasan di bawah ini.

Mengenal penyakit kutil kelamin

Penyakit kutil kelamin biasanya ditandai dengan munculnya jaringan kulit pada area kelamin akibat infeksi. Jaringan kulit ini bisa biasanya lunak, dan bisa menyebabkan gatal.

Kutil kelamin adalah salah satu Penyakit Menular Seksual (PMS) yang sering terjadi. Penyebabnya adalah infeksi dari salah satu virus jenis human papillomavirus (HPV).

Penyakit ini bisa menyerang baik pria maupun wanita. Kutil kelamin pada wanita bisa lebih berisiko karena bisa memicu kanker serviks dan kanker vulva.

Penularan penyakit kutil kelamin

Kutil kelamin ditularkan melalui aktivitas seksual, termasuk seks oral, vagina, dan anal. Munculnya kutil sendiri tidak terjadi begitu kamu terinfeksi. Virus kutil kelamin dapat ditularkan meskipun tidak ada kutil yang terlihat.

Sebab kutil kelamin tidak selalu terlihat oleh mata manusia. Mereka mungkin sangat kecil, warnanya sama mirip warna kulit, atau sedikit lebih gelap. 

Faktor risiko kutil kelamin

Kutil kelamin bisa ditularkan dari satu orang ke orang lain. Nah, beberapa faktor di bawah ini bisa meningkatkan risiko penularan virus tersebut.

  • Berbagi mainan seks
  • Seks oral
  • Berhubungan seks tanpa kondom dengan banyak pasangan
  • Pernah mengalami infeksi menular seksual lainnya
  • Berhubungan seks dengan pasangan yang riwayat seksualnya tidak diketahui
  • Aktif secara seksual di usia muda
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang terganggu, seperti dari HIV atau konsumsi obat-obatan dari transplantasi organ
  • Merokok
  • Berusia di bawah 30 tahun
  • Riwayat korban pelecehan seksual saat anak-anak
  • Anak-anak dari ibu yang memiliki virus kutil kelamin saat melahirkan

Setiap orang yang aktif secara seksual berisiko terkena penyakit kutil kelamin ini. Maka pastikan untuk selalu melakukan hubungan seksual yang aman.

Gejala penyakit kutil kelamin

Saat kamu mengalami kutil kelamin, beberapa gejala yang bisa kamu rasakan adalah ketidaknyamanan dan gatal di area kelamin.

Lokasi munculnya kutil di pria dan wanita juga sangat beragam. Berikut tanda-tanda atau gejala kutil kelamin yang harus kamu tahu:

  • Munculnya benjolan jaringan kulit yang berwarna kecoklatan atau kemerahan di area kelamin
  • Bentuk permukaan atasnya menyerupai kembang kol dan terasa halus atau sedikit bergelombang saat disentuh
  • Gatal atau tidak nyaman di area genital
  • Terjadi pendarahan saat berhubungan intim
  • Ukuran kutil bisa sangat kecil dan datar sehingga tidak terlihat.

Saat kutil kelamin tidak terlihat dengan kasat mata, mereka masih dapat menyebabkan gejala, seperti keputihan, gatal, berdarah, dan sensasi rasa terbakar.

Lokasi munculnya kutil

Infeksi kutil kelamin ini tak hanya bisa muncul di area kelamin lho, bahkan bisa di mulut sampai saluran tenggorokan.

Kutil bisa saja berkembang menjadi lebih banyak, hal ini biasanya lebih berisiko bagi mereka yang memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh.

Kutil kelamin pada pria dapat muncul pada area berikut:

  • Penis
  • Skrotum
  • Selangkangan
  • Paha
  • Di dalam atau di sekitar anus

Untuk wanita, kutil ini dapat muncul:

  • Dalam vagina atau anus
  • Bagian luar vagina atau anus
  • Pada leher rahim

Kutil kelamin juga bisa muncul di bibir, mulut, lidah, atau tenggorokan seseorang yang telah melakukan kontak seksual secara oral dengan seseorang yang membawa virus kutil kelamin.

Komplikasi penyakit kutil kelamin

Infeksi akibat virus HPV ini bisa berakibat buruk baik bagi pria maupun wanita. Mulai dari gangguan kehamilan hingga kanker.

1. Kanker

Kutil kelamin akibat infeksi HPV bisa menjadi penyebab utama kanker leher rahim pada wanita. Selain itu, bisa juga sebabkan displasia atau perubahan prekanker pada sel-sel serviks.

Jenis HPV lain juga dapat menyebabkan kanker vulva, yang merupakan organ genital wanita. Tak hanya pada wanita, kutil kelamin juga juga dapat menyebabkan kanker penis pada pria.

Selain risiko kanker pada area genital, virus kutil kelamin juga bisa menyebabkan kanker anal.

2. Gangguan kehamilan

Kutil bisa saja membesar dan membuat penderitanya kesulitan buang air kecil. Namun, kasus ini sangat jarang terjadi. Selain gangguan saat kencing, kutil yang membesar juga dapat menghambat peregangan jaringan vagina saat melahirkan.

Kutil besar pada vulva atau di vagina bisa mengalami pendarahan saat diregangkan pada proses melahirkan. Selain itu, virus ini juga berisiko ditularkan ke bayi, meski kasusnya masih jarang.

Kutil bisa timbul di tenggorokan bayi dan menyebabkan ia kesulitan bernapas. Bayi itu mungkin perlu dioperasi agar saluran napas tidak tersumbat.

Diagnosis penyakit kutil kelamin

Seorang dokter biasanya dapat mendiagnosis kutil kelamin dengan cara melihatnya. Dokter juga kerap melakukan pengecekan ke dalam vagina atau anus.

Selain itu, dokter juga bisa melakukan tes biopsi kulit. Biopsi dilakukan dengan mengambil sampel kulit atau kutil untuk dicek di lab.

Segera hubungi dokter apabila kamu mengalami beberapa hal di bawah ini:

  • Mengalami gejala kutil kelamin
  • Memiliki kutil kelamin
  • Mengalami gejala kutil kelamin dan baru-baru ini melakukan hubungan seks tanpa kondom dengan pasangan baru
  • Kamu atau pasangan mengalami gejala kutil kelamin setelah salah satu dari kalian melakukan seks dengan pasangan lain
  • Pasangan kamu positif memiliki penyakit infeksi menular seksual
  • Pasien sedang hamil atau berusaha untuk hamil
  • Gatal atau pendarahan dari alat kelamin atau anus
  • Perubahan aliran kencing (misalnya, menyamping)

Pengobatan penyakit kutil kelamin

Untuk menghilangkan kutil kelamin secara tuntas, obat-obat over-the-counter yang biasa ditemukan di apotek mungkin tidak akan cukup.

Maka dari itu, kamu harus segera menghubungi dokter spesialis kelamin untuk mendapat penanganan yang tepat.

Dokter hanya akan merawat pasien yang memiliki kutil yang terlihat. Jenis perawatan tergantung pada lokasi kutil, jumlah kutil, dan penampilan kutil. 

Berikut metode yang bisa dilakukan untuk mengatasi kutil kelamin:

1. Obat topikal

Topikal berarti obat dioleskan langsung ke area munculnya kutil. Dokter mungkin akan meresepkan perawatan kutil topikal yang mengandung imiquimod (Aldara), podophyllin, podofilox (Condylox), asam trikloroasetat, atau TCA.

Perawatan ini dapat dilakukan di rumah atau di klinik. Perawatan dapat berlanjut selama beberapa minggu. Jika kutil yang terlihat tidak hilang seiring waktu, kamu mungkin perlu operasi kecil untuk menghilangkannya. 

Untuk mengetahui apa saja metode operasi menghilangkan kutil kelamin langsung saja simak ulasan di bawah ini.

2. Cryotherapy

Cryotherapy adalah proses menghilangkan kutil dengan cara membekukan area kutil dengan nitrogen cair. Proses pembekuan menyebabkan lapisan kulit di sekitar kutil melepuh.

Saat kulit sembuh, lesi atau jaringan kutil akan terlepas, memungkinkan kulit baru muncul. Kadang-kadang, treatment ini tidak cukup dilakukan sekali. Butuh beberapa kali operasi untuk menghilangkan kutil secara menyeluruh.

3. Electrocautery

Jika cryotherapy menggunakan suhu dingin, electrocautery ini menggunakan arus listrik untuk menghancurkan kutil. Proses ini biasanya mengharuskan pasien mendapat anestesi atau bius lokal.

4. Laser

Selain menggunakan suhu dingin dan arus listrik, bisa juga memanfaatkan laser. Terapi laser juga salah satu metode yang efektif untuk menghancurkan jaringan kutil.

5. Pembedahan

Metode terakhir pengobatan kutil yang biasanya dilakukan adalah dengan melakukan pembedahan langsung pada area kutil.

Untuk menghilangkannya, kutil akan langsung dieksisi alias dipotong. Untuk menjalankan prosedur ini biasanya pasien akan mendapat bius lokal.

Untuk mengatasi penyakit kutil kelamin, dokter bisa saja menggunakan beberapa metode sekaligus secara bersamaan.

Perawatan kutil pada ibu hamil

Kutil bisa saja tumbuh pada vagina Moms yang tengah mengandung dan berpotensi menularkannya ke bayi saat proses kelahiran. Jika ukuran dan jumlahnya makin besar, maka bisa dilakukan prosedur pengangkatan kutil.

Namun, untuk menentukan apa metode yang paling tepat Moms harus berkonsultasi dengan dokter. Sebab perlu dipastikan dulu seperti apa kondisi dan tingkat keparahan kutil yang Moms hadapi.

Sebagian besar ibu hamil yang mengalami kutil kelamin masih bisa melahirkan dengan normal. Namun, pada situasi tertentu bisa saja Moms diberikan opsi untuk melakukan persalinan sesar.

Setelah menjalani operasi pengangkatan kutil

Perawatan di atas umumnya tidak menyakitkan sebab saat dilakukan pasien akan dibius. Namun pasca treatment kadang-kadang dapat menyebabkan rasa sakit dan iritasi hingga 2 hari. 

Orang yang mengalami ketidaknyamanan setelah perawatan dapat mengonsumsi obat penghilang rasa sakit yang bisa didapatkan di toko-toko obat atau berdasarkan resep dokter.

Pasien tidak boleh menggunakan oil bath, sabun, atau krim sampai setelah perawatan selesai. Jika merasakan nyeri, mandi dengan air hangat mungkin bisa membantu meredakan sakitnya.

Setelah mandi, area yang mendapat perawatan harus benar-benar kering. Hubungi dokter apabila muncul gejala-gejala aneh.

Apakah kutil kelamin bisa muncul lagi?

Penyakit kutil kelamin ini disebabkan oleh virus yang disebut human papillomavirus (HPV). HPV ini sendiri ada begitu banyak jenisnya.

Virus HPV dapat tetap berada di kulit kamu dan kutil dapat berkembang kembali. Oleh karena itu, meski kutil tidak terlihat atau sudah diangkat, kamu masih bisa menularkan dan kemungkinan kutil kambuh tetap ada.

Pencegahan penyakit kutil kelamin

Membatasi jumlah pasangan seksual dan melakukan vaksinasi bisa membantu mencegah kamu mendapatkan kutil kelamin. Berikut beberapa saran yang bisa kamu lakukan.

1. Vaksinasi

Vaksin HPV yang disebut Gardasil dan Gardasil 9 dapat melindungi pria dan wanita dari jenis HPV yang paling umum yang menyebabkan kutil kelamin. Selain itu, bisa juga melindungi kamu dari jenis HPV yang sebabkan kanker serviks.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika atau CDC merekomendasikan vaksinasi HPV rutin untuk anak perempuan dan laki-laki usia 11 dan 12, meskipun dapat diberikan pada usia 9 tahun.

Vaksin ini diberikan dalam serangkaian dua atau tiga suntikan, tergantung usianya. Kedua jenis vaksin ini harus diberikan sebelum orang tersebut aktif secara seksual, karena vaksin ini akan bekerja secara efektif sebelum seseorang terpapar HPV.

2. Seks sehat

Untuk mencegah terkena atau menularkan virus kutil kelamin maka pastikan kamu melakukan hubungan seksual yang sehat. Berikut beberapa tindakan pencegahan yang bisa kamu lakukan:

  • Melakukan vaksinasi
  • Menggunakan kondom saat berhubungan intim
  • Saling terbuka pada pasangan jika memiliki riwayat penyakit kutil kelamin atau infeksi menular seksual lainnya
  • Jangan berganti pasangan seksual terlalu sering
  • Tidak berhubungan seks saat kamu menjalani perawatan untuk kutil kelamin
  • Berhenti merokok, banyak perawatan untuk kutil kelamin bekerja lebih baik jika kamu tidak merokok

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline. Diakses pada 13 Juni 2020. Genital Warts.

Mayo Clinic. Diakses pada 13 Juni 2020. Genital warts.

NHS. Diakses pada 13 Juni 2020. Genital warts.

Medical News Today. Diakses pada 13 Juni 2020. What you need to know about genital warts.

    register-docotr