Kamus Penyakit

Penyakit ADHD: Pengertian, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

May 14, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Pitoyo Marbun
no-image

ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder merupakan gangguan ketika seseorang mengalami kesulitan dalam mempertahankan atau mengendalikan gerakan fisik.

Penyakit ini sebagian besar diderita oleh anak-anak, namun tidak sedikit orang dewasa yang menderitanya.

Pada anak-anak, ADHD biasanya dimulai sejak usia 3 tahun. Berbagai peristiwa kehidupan, gangguan psikologis, dan kondisi medis bisa menyebabkan karakteristik tertentu.

Meskipun begitu, penyebab pasti penyakit ini masih sulit untuk dipahami sehingga perlu penanganan langsung dokter ahli.

Baca juga: Pilihan Obat Sakit Pinggang yang Efektif, Sudah Tahu Belum?

Apa itu ADHD?

Seseorang dengan ADHD mengalami berbagai gangguan, termasuk kesulitan mempertahankan perhatian atau fokus pada tugas tertentu.

Beberapa orang dengan ADHD mungkin akan kesulitan untuk duduk diam dan lainnya bisa menunjukkan kombinasi gejala yang berbeda.

Penderita ADHD akan mengalami gangguan melebihi tingkat yang akan menjadi khas untuk usia seseorang.

Ada tiga penentu berbeda sesuai diagnosis dari dokter untuk mengidentifikasi karakteristik penyakit, yakni kelalaian, ADHD hiperaktif atau impulsif dan gabungan ADHD. Berikut penjelasan mengenai karakteristik ADHD yang perlu diketahui.

Ceroboh

Seseorang  dengan karakteristik ADHD satu ini cenderung menunjukkan karakteristik yang khas. Salah satunya seperti ketidakmampuan untuk memerhatikan tugas atau cenderung melakukan kesalahan yang ceroboh.

Selain itu, mereka juga akan mengalami kesulitan untuk fokus pada kegiatan atau tugas, memberikan kesan tidak mendengarkan saat orang lain berbicara, dan memiliki kesulitan dengan manajemen waktu.

Beberapa gejala lain yang mungkin ditunjukkan adalah sering kehilangan barang, lupa menyelesaikan tugas, sulit mengikuti instruksi, dan tidak suka terhadap tugas dengan fokus yang tinggi.

Hiperaktif atau impulsif

Pada jenis karakteristik ADHD ini, penderita biasanya lebih menunjukkan banyak tanda hiperaktif daripada tidak memerhatikan. Salah satu gejala yang akan terlihat adalah tidak mampu untuk tetap duduk dengan tenang.

Tak hanya itu, penderitanya juga akan mengalami kesulitan untuk menunggu giliran, sering kali menyelesaikan kalimat orang lain atau menjawab sebelum pertanyaan berakhir, hingga gelisah terus menerus.

Penderita ADHD jenis ini merasa sulit untuk bermain atau terlibat dalam kegiatan tanpa menimbulkan kebisingan yang berlebihan, sering mengetuk tangan dan kaki, dan terkadang menggeliat. 

Faktor penyebab gabungan

Seseorang dengan ADHD gabungan menunjukkan karakteristik dari kedua pen spesifikasi. Karakteristik jenis ini dapat mengganggu kehidupan sehari-hari, hubungan dengan orang lain, hingga kesuksesan di sekolah atau pekerjaan.

Untuk karakteristik jenis ini, wanita jarang terdiagnosis. Biasanya, wanita lebih sering mengalami kesulitan dengan karakteristik lalai. Sementara diagnosis secara keseluruhan lebih banyak dialami oleh pria.

Jika karakteristik ini sudah mengganggu kehidupan sehari-hari, maka segera lakukan pemeriksaan bersama dokter ahli. Dokter akan memberikan penanganan paling tepat untuk berbagai masalah ADHD yang dialami. 

Penyebab dan faktor risiko ADHD

Dokter belum mengetahui secara persis apa penyebab utama penyakit ADHD. Namun, dokter telah mengidentifikasikan kecenderungan ADHD berasal dari riwayat keluarga.

Beberapa faktor risiko yang mungkin bisa memicu munculnya penyakit ini yakni stres, konsumsi alkohol atau tembakau selama kehamilan, hingga paparan racun.

Kesalahan umum mendistorsi pemahaman ADHD sebagai gangguan, serta memberi stigma pada orang dengan kondisi ini.

Jika seseorang di dalam keluarga kamu menunjukkan gejala penyakit ini, maka segera lakukan konsultasi dengan dokter. Hal ini dilakukan untuk mencegah masalah lain yang mungkin timbul karena mengabaikan penyakit. 

Diagnosis ADHD

Sebagian besar anak-anak dengan ADHD menerima diagnosis selama masa sekolah dasar. Namun, beberapa di antaranya mungkin tidak menerima diagnosis sampai remaja atau bahkan dewasa.

Sampai sekarang, tidak ada diagnosis spesifik yang dapat mengidentifikasi ADHD. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain, seperti masalah pendengaran atau penglihatan.

Karakteristik ADHD mungkin mirip dengan gejala kecemasan, depresi, ketidakmampuan belajar, dan gangguan tidur. Karena itu, dokter sering kali mengajukan pertanyaan, seperti seperti apa riwayat perilaku untuk mendapatkan diagnosis terbaik.

Perawatan dan terapi pada ADHD

Dokter biasanya akan merekomendasikan perawatan terhadap gangguan mental ini dengan kombinasi terapi.

Perawatan sering bergantung pada gejala individu dan sejauh mana penyakit sudah berdampak pada kehidupan sehari-hari penderitanya. Beberapa perawatan yang akan dilakukan oleh dokter, antara lain:

Terapi perilaku

Perawatan penyakit dengan metode ini biasanya melibatkan terapis untuk membantu penderita membangun keterampilan sosial, mempelajari teknik perencanaan, dan meningkatkan kemampuan dalam menyelesaikan tugas

Pemberian obat

Dokter akan meresepkan obat untuk membantu meningkatkan perhatian dan fokus pada penderitanya. Dari berbagai obat yang tersedia, jenis yang paling umum digunakan adalah stimulan, seperti adderall, focalin, concerta, dan ritalin

Dukungan orang tua

Selain terapis, dukungan dari orang tua juga diperlukan untuk membantu dalam menanggapi perilaku yang sering kali sulit dihadapi. Hal ini juga dapat bermanfaat ketika pemberian obat-obatan pada pasien. 

ADHD tidak bisa sembuh dengan cepat karena membutuhkan waktu, termasuk tergantung pada usia penderitanya. Beberapa orang mungkin akan memperlihatkan bahwa gejala membaik seiring bertambahnya usia.

Orang dengan diagnosis penyakit ini memerlukan perawatan khusus dan bantuan untuk memproses serta mengelola karakteristik.

Jika penderita ADHD tidak mendapatkan perawatan yang tepat, maka bisa menyebabkan depresi, merasa harga diri rendah, masalah sosial, hingga menimbulkan konflik di dalam keluarga.

Adakah efek samping pada obat stimulan ADHD dari dokter?

Penderita penyakit yang berusia dewasa biasanya akan direkomendasikan obat stimulan oleh dokter.

Studi menunjukkan bahwa sekitar dua pertiga orang dewasa dengan ADHD yang menggunakan obat akan mengalami peningkatan kesembuhan. Namun, penggunaan obat ini juga bisa menyebabkan efek samping seperti:

Risiko penyalahgunaan

Stimulan adalah zat yang mengendalikan tubuh atau memiliki artian bisa disalahgunakan oleh penggunanya. Beberapa orang dewasa dengan kondisi penyakit ini memiliki masalah penyalahgunaan zat.

Sulit mengingat

Jenis stimulan short-acting atau versus long-acting bisa menyebabkan kesulitan dalam mengingat hal-hal tertentu. Beberapa orang dengan kondisi penyakit ini dapat mengalami masalah dalam mengingat, seperti sudah berapa kali minum obat dalam sehari. 

Sulit mengatur waktu

Jika seseorang memilih berhenti untuk menggunakan obat, maka bisa menyebabkan kesulitan dalam fokus dalam melakukan pekerjaan. Namun, jika diminum keesokan harinya, maka mungkin akan tergoda menggunakan alkohol atau hal lain untuk membuat tubuh rileks.

Karena itu, untuk mencegah beberapa efek samping tersebut biasanya dokter akan merekomendasikan obat non-stimulan untuk dikonsumsi.

Beberapa obat yang dimaksud, seperti atomoxetine, guanfacine, dan clonidine.

Baca juga: Ini Lho Obat Penurun Gula Darah yang Aman untuk Diminum

Suplemen untuk membantu penyembuhan ADHD

Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan ADHD sering memiliki kadar vitamin dan mineral yang rendah. Namun, belum dapat dipastikan adanya bukti jika kekurangan mineral dapat menyebabkan penyakit ini.

Dalam beberapa kasus, kekurangan vitamin dan mineral adalah konsekuensi dari pengobatan masalah gangguan mental ini.

Misalnya, obat stimulan dapat menekan nafsu makan dan menyebabkan penurunan asupan gizi seseorang. Nah, untuk itu berikut beberapa suplemen hormon yang efektif mengobati penyakit:

Melatonin

Melatonin adalah hormon yang mengatur siklus tidur dan bangun pada seseorang. Suplemen ini mungkin berguna untuk orang yang memiliki masalah pada gangguan tidur, baik pada anak-anak maupun orang dewasa.

Dalam beberapa kasus, gangguan tidur merupakan efek samping dari obat stimulan yang diresepkan dokter. Karena itu, diperlukan melatonin karena dapat mengembangkan masalah tidur sebagai akibat dari penggunaan stimulan.

Dosis dalam mengonsumsi melatonin juga akan berbeda-beda selama setidaknya 4 minggu. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penggunaan suplemen ini, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter.

Vitamin D

Vitamin D berperan penting dalam perkembangan dan fungsi otak yang sehat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa telah ditemukan hubungan antara kekurangan vitamin D dan gangguan perkembangan saraf, seperti ADHD.

Seseorang dengan ADHD memiliki kadar vitamin D dalam darah lebih rendah. Karena itu, suplemen vitamin D bisa diberikan karena dapat menunjukkan peningkatan signifikan dalam perhatian, impulsif, dan hiperaktif.

Zinc untuk ADHD

Zinc merupakan mineral penting yang memainkan peran dalam fungsi otak. Anak-anak yang kekurangan seng atau zinc dapat mengalami gejala mirip dengan ADHD, contohnya gelisah, kurang perhatian, dan keterlambatan perkembangan kognitif.

Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kekurangan seng dan ADHD pada seseorang. Karena itu, dapat disimpulkan bahwa suplemen seng dapat membantu mengobati gejala pada anak dengan kondisi kekurangan zinc.

Zat besi

Zat besi diperlukan untuk produksi dopamin kimia dalam otak. Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan ADHD cenderung memiliki kadar dopamin yang rendah di otak. Karena itu, anak-anak dengan kekurangan zat besi lebih mungkin menderita penyakit ini.

Hasil penelitian menunjukkan jika suplemen zat besi mungkin berguna untuk anak-anak yang kekurangan zat besi dengan ADHD. Namun, perlu perawatan lebih lanjut dengan dokter untuk keamanan penggunaan suplemen tersebut.

Asam lemak omega 3

Omega 3 dan omega 6 merupakan asam lemak esensial atau EFA yang memainkan peran penting dalam kesehatan otak. Omega 3 sangat penting untuk melindungi jaringan otak dan membantu komunikasi antara sel-sel otak.

Beberapa manfaat yang akan didapatkan jika mengonsumsi suplemen ini adalah perhatian, pembelajaran visual, serta ingatan jangka pendek. Anak-anak dengan kondisi ADHD perlu meningkatkan asupan asam lemak esensial.

Jika ingin mendapatkan penanganan lebih tepat, kamu sebaiknya segera konsultasi ke dokter ahli. Melakukan perawatan segera dapat membantu mempercepat penyembuhan penyakit dan menghindari kemungkinan efek berbahaya lain yang mungkin bisa terjadi.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Medical News Today (2018), diakses 13 Mei 2020. What to know about ADHD
  2. Webmd, diakses 13 Mei 2020. Attention Deficit Hyperactivity Disorder in Adults
  3. Medical News Today (2019), diakses 13 Mei 2020. ADHD supplements: Are they effective?
    Berita Terkait
    register-docotr