Kamus Penyakit

Mengenal Penyakit Pernicious Anemia: Penyebab, Gejala hingga Pengobatannya

August 4, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Secara umum kekurangan darah merah atau rendahnya sel darah merah dikenal dengan sebutan anemia. Namun ternyata anemia memiliki beberapa jenis dan salah satunya dalam bahasa medis disebut dengan penyakit pernicious anemia.

Berbeda dari penyakit anemia secara umum, anemia jenis ini memiliki penyebab yang lebih spesifik, begitu juga dengan perawatan yang lebih pasti. Untuk mengenal lebih lanjut mengenai penyakit pernicious anemia, berikut penjelasan selengkapnya.

Baca Juga: Bukan Sekadar Kurang Darah, Apa Itu Anemia?

Apa itu penyakit pernicious anemia?

Penyakit pernicious anemia atau anemia pernisiosa adalah kondisi tubuh yang tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat. Sementara tubuh membutuhkan sel darah merah yang sehat untuk menyediakan oksigen untuk tubuh.

Tubuh tidak bisa menghasilkan sel darah merah yang sehat karena kekurangan vitamin B-12. Dulunya, kondisi ini termasuk berbahaya karena dapat mengakibatkan kematian. Namun kini sudah ada pilihan pengobatan yang bisa dilakukan.

Selain itu, kamu juga perlu mengetahui jika penyakit pernicious anemia adalah salah satu kondisi langka dengan kemungkinan 0.1 persen pada populasi umum. Dilansir dari Healthline, ada 1.9 persen kemungkinan penderita penyakit ini yang berusia lebih dari 60 tahun.

Apa yang menyebabkan penyakit pernicious anemia?

penyakit pernicious anemia
Kondisi penyakit pernicious anemia. Foto: https://www.thinglink.com

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kondisi anemia jenis ini berawal karena tubuh kekurangan kandungan vitamin B-12. Dan ada beberapa kondisi yang membuat seseorang bisa kekurangan vitamin B-12. Berikut kondisi yang umum terjadi pada penderita penyakit pernicious anemia.

Faktor intrinsik

Kekurangan kadar vitamin B-12 ini biasanya disebabkan karena kurangnya protein lambung dan protein ini disebut dengan faktor intrinsik. Kurangnya faktor intrinsik ini yang membuat tubuh tidak dapat menyerap vitamin B-12 dengan baik.

Kekurangan faktor intrinsik terjadi karena adanya masalah imunitas tubuh atau biasa disebut autoimun. Di mana sistem kekebalan tubuh salah membaca sel dalam tubuh dan menargetkannya sebagai sel yang mengancam tubuh.

Kemudian sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel penghasil faktor intrinsik, sehingga membuat tubuh tidak bisa menyerap vitamin B-12. Walaupun penderitanya telah memakan makanan yang mengandung cukup vitamin B-12.

Kondisi usus kecil

Penyakit pada usus kecil dapat menyebabkan seseorang kekurangan vitamin B-12. Beberapa penyakit tersebut antara lain:

  • Penyakit celiac
  • Penyakit crohn
  • HIV.

Selain itu pernah menjalani operasi pengangkatan bagian usus halus juga bisa mengakibatkan seseorang mengalami kekurangan vitamin B-12.

Kondisi bakteri normal usus yang terganggu juga bisa menyebabkan kekurangan vitamin B-12. Terlalu banyak bakteri di usus kecil dapat menyebabkan gangguan penyerapan nutrisi termasuk terganggunya penyerapan vitamin B-12.

Menggunakan obat-obatan tertentu

Beberapa jenis obat dapat menghambat penyerapan vitamin. Seperti obat yang digunakan untuk mengobati diabetes tipe 2 dapat mengganggu penyerapan vitamin B-12.

Diet yang kurang asupan vitamin B-12

Seseorang yang menjalani diet, seringkali meninggalkan beberapa jenis makanan tertentu. Padahal bisa jadi makanan tersebut adalah sumber yang kaya akan vitamin B-12. Diet itu lah yang kemudian membuat tubuh kekurangan vitamin B-12.

Beberapa makanan yang mengandung vitamin B-12 antara lain:

  • daging
  • unggas
  • kerang
  • telur
  • produk susu
  • susu kedelai
  • kacang
  • suplemen nutrisi.

Selain diet makanan tertentu, kekurangan vitamin B-12 juga mungkin dialami oleh orang yang menjalani pola makan vegetarian.

Baca Juga: Waspada, Hal-hal Ini Bisa Jadi Penyebab Hemoglobin Rendah

Faktor risiko penyakit pernicious anemia

Selain disebabkan oleh faktor intrinsik, masalah pada usus kecil dan menjalani diet, ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit pernicious anemiav.

Faktor tersebut antara lain:

  • Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit pernicious anemia
  • Keturunan Eropa Utara atau Skandinavia
  • Penderita diabetes melitus
  • Kondisi autoimun tertentu
  • Pernah menjalani operasi pada bagian perut tertentu
  • Berusia 60 tahun atau lebih.

Risiko penyakit ini juga akan bertambah seiring dengan pertambahan usia seseorang.

Apa saja gejala penyakit pernicious anemia?

Penyakit pernicious anemia berkembang dengan lambat, sehingga gejalanya pun tidak langsung terlihat. Ada beberapa tahapan gejala yang bisa dikenali, yaitu:

Gejala umum

  • Kelelahan
  • Sesak napas
  • Pusing
  • Kulit pucat atau kekuningan
  • Penurunan berat badan.

Pada kondisi yang lebih parah atau sudah berlangsung lama, pengidapnya akan menunjukkan gejala lanjutan.

Gejala lanjutan

  • Mati rasa atau kesemutan di tangan dan kaki
  • Kelemahan otot
  • Kepribadian berubah
  • Gerakan tidak stabil
  • Demensia
  • Sulit mengingat atau hilang ingatan.

Gejala lain yang mungkin timbul

  • Detak jantung tidak teratur
  • Mual dan muntah
  • Kebingungan
  • Sembelit
  • Kehilangan selera makan
  • Maag.

Bagaimana mendiagnosis penyakit pernicious anemia?

Dokter akan melakukan pemeriksaan awal untuk mengetahui gejala yang muncul. Kemudian dokter akan menanyakan riwayat penyakit pasien. Jika dicurigai adanya penyakit pernicious anemia, maka dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan.

Pemeriksaan lanjutan ini untuk memastikan jenis anemia, karena ada jenis anemia lainnya. Pasien umumnya akan diminta untuk melakukan tes:

  • Cek darah lengkap. tes ini untuk memastikan kondisi anemia, melihat sel darah merah, melihat kadar hemoglobin dan hematokrit.
  • Pengecekan tingkat vitamin B-12. Jika diduga karena kurangnya vitamin B-12, dokter akan meminta pasien melakukan tes darah khusus untuk mengecek tingkat vitamin B-12 dalam darah.
  • Pengujian faktor intrinsik. Tes ini dilakukan jika ternyata benar anemia disebabkan karena kekurangan vitamin B-12. Pengujian faktor intrinsik ini mencari tahu apakah yang menyebabkan penyakit ini karena gangguan autoimun atau penyebab lainnya.

Bagaimana mengobati penyakit pernicious anemia?

Ada dua kemungkinan pengobatam, yang dilakukan berdasarkan dari penyebab terjadinya penyakit pernicious anemia.

Kekurangan vitamin B-12 bukan karena masalah penyerapan nutrisi

Pengobatan penyakit pernicious anemia akan disesuaikan oleh penyebabnya. Jika tidak ada masalah penyerapan vitamin B-12 dalam tubuh, dokter mungkin hanya akan meresepkan suplemen vitamin B-12 yang perlu dikonsumsi secara rutin.

Meski hanya mengonsumsi suplemen, namun dokter akan tetap memantau kondisi kesehatan pasien hingga sel darah kembali normal. Setelahnya dokter akan melakukan penyesuaian dosis suplemen, untuk menjaga jumlah sel darah yang ideal.

Disebabkan masalah penyerapan vitamin B-12 di dalam tubuh

Namun jika penyakit disebabkan oleh masalah penyerapan vitamin, maka umumnya dokter akan melakukan terapi suntik vitamin B-12. Suntikan dapat diberikan setiap hari atau setiap minggu hingga kadar B-12 kembali normal atau mendekati normal.

Pada beberapa minggu pertama melakukan suntik vitamin, dokter akan merekomendasikan pasien untuk mengurangi kegiatan atau aktivitas fisik. Dan dokter akan memantau perkembangan kadar vitamin B-12 dalam tubuh.

Jika dirasa sudah cukup, maka dosis akan dikurangi. Misalkan tadinya setiap hari, bisa menjadi sebulan sekali. Jika kondisi dirasa sudah ideal, dokter mungkin akan mengubah pengobatan menjadi hanya meminum suplemen vitamin B-12 dan menghentikan suntikan.

Di awal pengobatan, dokter akan melakukan suntikan untuk pasien. Namun dengan sendirinya, pasien dapat belajar untuk menyuntik diri sendiri.

Pengobatan kondisi khusus

Namun, dalam beberapa kasus terdapat kondisi penyerapan yang sangat buruk akibat faktor intrinsik dan kondisi ini akan membuat penderitanya membutuhkan suntikan vitamin B-12 seterusnya.

Pada kasus-kasus khusus seperti itu, maka diperlukan perawatan dan pemantauan seumur hidup. Pemantauan dilakukan selain untuk mengawasi kondisi anemia juga untuk melihat perkembangan masalah autoimun yang mungkin bisa mengganggu sistem tubuh lainnya.

Apakah ada kemungkinan komplikasi dari penyakit pernicious anemia?

Pengobatan penyakit pernicious anemia membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga dalam masa perawatan dokter juga bisa memantau kemungkinan adanya komplikasi.

Berikut beberapa komplikasi yang mungkin terjadi saat mengalami penyakit pernicious anemia.

Gangguan sistem saraf

Selain mengakibatkan anemia, kekurangan vitamin B-12 juga dapat menyebabkan masalah saraf. Karena vitamin B-12 juga berperan penting dalam menjaga kesehatan saraf.

Jika sistem saraf terganggu, bisa menyebabkan berbagai masalah seperti kesemutan di tangan, kaki atau masalah keseimbangan.Selain itu masalah neurologis juga dapat menyebabkan kebingungan, kesulitan mengingat atau masalah yang berkaitan dengan fungsi otak.

Masalah pada pencernaan

Biasanya komplikasi ini terjadi saat kekurangan vitamin B-12 disebabkan karena masalah penyerapan. Karena penyerapan tubuh melibatkan sistem pencernaan, melibatkan usus dan juga lambung.

Selain dua komplikasi di atas, penyakit ini juga bisa menyebabkan komplikasi berupa masalah jantung.

Pencegahan penyakit pernicious anemia

Jika kamu tidak mengalami masalah autoimun, kamu bisa mencegah penyakit ini dengan menjalani hidup sehat seperti:

Diet dengan menu yang sehat

Jika kamu tengah menjalani diet, pastikan kamu tetap mendapat asupan gizi yang seimbang. Kamu tetap membutuhkan asupan vitamin B-12 yang cukup. Kamu bisa mendapat asupan vitamin B-12 dari makanan seperti:

  • Telur
  • Makanan yang diperkaya, seperti sereal sarapan
  • Susu, keju, dan yoghurt
  • Daging dan kerang.

Mengonsumsi suplemen vitamin

Jika merasa asupan kurang mendukung kebutuhan vitamin, kamu bisa mengonsumsi suplemen vitamin. Khususnya suplemen yang mengandung Vitamin B-12.

Jika merasa ragu, kamu bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Umumnya suplemen vitamin tambahan akan disarankan untuk mereka yang sedang melakukan diet tertentu.

Penggunaan suplemen biasanya dilakukan untuk memastikan kebutuhan harian vitamin B-12. Kebutuhan harian vitamin -12 orang dewasa sebanyak 2.4 mikrogram.

Berhenti merokok

Merokok ternyata bukan hanya menyebabkan berbagai penyakit kronis yang membahayakan tubuh, tapi juga dapat mengganggu penyerapan beberapa vitamin. Sehingga meningkatkan risiko kekurangan kadar vitamin dalam tubuh.

Tidak banyak minum minuman beralkohol

Alkohol dapat memengaruhi anemia yang diakibatkan oleh kekurangan vitamin. Jika sulit menghindari alkohol, setidaknya batasi jumlahnya dengan takaran:

  • Dua takaran minum dalam sehari untuk pria di bawah 65 tahun
  • Satu gelas sehari untuk pria di atas 65 tahun
  • Satu gelas sehari untuk segala usia.

Takaran satu gelas berupa:

  • 355 milliliter bir
  • 148 milliliter anggur
  • 44 mililiter minuman beralkohol campuran

Baca Juga: Jangan Cuek, 5 Gejala Anemia Ini Bisa Berakibat Fatal

Informasi lain terkait penyakit pernicious anemia

  • Selain anemia jenis pernicious ada anemia lainnya yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti kekurangan zat besi, kurangnya folat atau kekurangan vitamin C dalam tubuh.
  • Sementara anemia pernisiosa seringkali dianggap sebagai salah satu bentuk kelainan autoimun. Karena salah satu penyebab yang paling umum adalah masalah autoimun pada sistem pencernaan.
  • Namun selain itu, ada juga yang menganggap penyakit ini adalah penyakit turunan yang diwariskan oleh keluarga.
  • Jika pada anemia jenis lain dapat diobati dengan suplemen nutrisi, anemia jenis pernisiosa dalam beberapa kasus harus mendapatkan suntikan B-12 yang dilakukan dalam jangka panjang untuk menjaga kesehatan penderitanya.

Demikian informasi mengenai penyakit pernicious anemia atau anemia pernisiosa. Jika memiliki pertanyaan lain terkait penyakit ini, kamu bisa segera melakukan konsultasi dengan dokter.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Healthline diakses 30 Juli 2020 Pernicious Anemia 
  2. Webmd diakses 30 Juli 2020 What Is Pernicious Anemia?
  3. Mayoclinic diakses 30 Juli 2020 Vitamin deficiency anemia
  4. Medlineplus diakses 30 Juli 2020 Pernicious anemia
    register-docotr