Kamus Penyakit

Herpes Zoster: Penyebab, Gejala hingga Pencegahan

May 29, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Penyakit herpes zoster (shingles) atau yang juga dikenal sebagai cacar ular merupakan infeksi virus yang menyebabkan ruam yang menyakitkan. Penyakit ini dapat terjadi di bagian tubuh mana saja, akan tetapi penyakit ini lebih sering muncul pada satu bagian tubuh.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyakit ini, yuk simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Penyebab penyakit herpes zoster

Herpes zoster. Sumber foto: https://www.deherba.com/

Penyakit ini disebabkan oleh virus varicella-zoster, yakni virus yang sama dengan penyebab cacar air.

Bahkan setelah infeksi cacar air selesai, virus ini dapat hidup dalam sistem saraf selama bertahun-tahun sehingga dapat menimbulkan penyakit herpes zoster. Namun yang pelru diingat adalah, tidak semua penderita cacar air menderita herpes zoster.

Alasan munculnya penyakit ini tidak jelas. Tetapi kemungkinan, herpes zoster dapat muncul dikarenakan kekebalan tubuh lebih rendah terhadap infeksi seiring dengan pertambahan usia.

Penyakit ini rentan terjadi pada orang dewasa yang lebih tua dan pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

Baca juga: Kutu Air di Kaki Bikin Risih? Atasi dengan Cara Ampuh Ini

Apa gejala herpes zoster?

Ruam merah. Sumber foto: https://www.tenerifenews.com/

Sama seperti penyakit kulit kebanyakan, infeksi virus ini dapat menyebabkan ruam kulit berwarna merah melepuh serta dapat menimbulkan rasa sakit dan terbakar.

Tak hanya muncul di satu bagian tubuh saja, penyakit ini juga biasanya muncul di leher atau bahkan wajah.

Gejala utama yang ditimbulkan dari penyakit ini adalah rasa sakit dan terbakar. Rasa sakit tersebut, biasanya dirasakan pada satu bagian tubuh dan terjadi pada bercak kecil.

Kemudian perasaan tersebut diikuti dengan munculnya ruam berwarna merah. Berikut adalah beberapa gejala penyakit herpes zoster yang dilansir dari Healthline.

Karakteristik ruam meliputi:

  • Bercak merah.
  • Lepuh berisi cairan mudah pecah.
  • Lepuh yang muncul dari tulang belakang ke batang tubuh.
  • Dapat muncul juga di wajah dan telinga.
  • Gatal.

Beberapa orang juga mengalami gejala di luar rasa sakit dan ruam, misalnya saja:

  • Demam.
  • Meriang.
  • Sakit kepala.
  • Kelelahan.
  • Otot terasa lemah.

Pada beberapa kasus, penyakit ini juga dapat menimbulkan komplikasi serius tetapi jarang terjadi, seperti:

  • Rasa sakit atau ruam pada mata, jika ini terjadi sebaiknya segeralah diobati untuk menghindari kerusakan mata permanen
  • Kehilangan pendengaran, atau rasa sakit hebat di satu telinga, pusing, atau bahkan kehilangan rasa pada lidah. Hal ini bisa saja menjadi gejala sindrom ramsay hunt dan membutuhkan perawatan segera.
  • Infeksi bakteri yang dapat menyebabkan kulit menjadi memerah, bengkak, dan hangat saat disentuh.

Pengobatan herpes zoster

Obat antivirus dapat membuat penyakit ini lebih cepat untuk disembuhkan serta dapat mengurangi risiko terjadinya komplikasi.

Obat-obatan tersebut sangat efektif jika kamu mengonsumsinya 3 hari dari munculnya ruam awal.

Adapun obat yang biasanya digunakan untuk mengobati penyakit ini adalah:

  • Acyclovir (Zovirax).
  • Famciclovir (Famvir).
  • Valacyclovir (Valtrex).

Perawatan lainnya untuk mengatasi rasa sakit herpes zoster termasuk:

  • Obat-obatan antikonvulsan seperti gabapentin (neurontin).
  • Antidepresan seperti amitriptyline.
  • Mandi oatmeal.
  • Kompres dingin.
  • Obat dalam bentuk lotion.
  • Obat mati rasa seperti lidokain.
  • Obat bebas seperti acetaminophen atau ibuprofen.
  • Obet penghilang rasa sakit yang diresepkan seperti kodein.

Obat-obatan tersebut sebaiknya dikonsumsi dengan resep dokter. Pengobatan masing-masing pasien dapat berbeda tergantung pada berbagai macam faktor, seperti umur, kondisi kesehatan dll.

Baca juga: Mengenal Acylovir, Obat Antivirus untuk Meredakan Infeksi Herpes

Bagaimana cara mencegah herpes zoster?

1. Vaksin cacar air (chickenpox)

Vaksin varicella (varivax) menjadi vaksin yang banyak digunakan sebagai imunisasi saat kecil untuk mencegah cacar air. Vaksin ini juga direkomendasikan pada orang dewasa yang tidak pernah mengalami cacar air.

Meski vaksin ini tidak menjamin kamu terhindar dari cacar air atau herpes zoster, namun vaksin ini dapat mengurangi kemungkinan komplikasi serta mengurangi keparahan penyakit.

2. Vaksin herpes zoster

Orang yang ingin menggunakan vaksin herpes zoster memiliki dua pilihan, yakni zostavax dan shingrix.

Shingrix direkomendasikan untuk penderita berusia 50 tahun atau lebih tua Sedangkan zostavax tidak dianjurkan untuk usia 60 tahun.

Sama seperti vaksin cacar air, vaksin ini juga tidak menjamin kamu terhindar dari herpes zoster. Tetapi, vaksin ini kemungkinan akan mengurangi tingkat keparahan penyakit serta dapat mengurangi risiko post herpetic neuralgia.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Healthline (2019). Diakses pada 26 Mei 2020. Everything You Need to Know About Shingles 

Mayo Clinic (2018). Diakses pada 26 Mei 2020. Shingles

Webmd (2019). Diakses pada 26 Mei 2020. Shingles 

    register-docotr