Diet dan Nutrisi

Awas! Ini Efeknya Jika Tubuh Kekurangan Vitamin B12

May 29, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Kekurangan vitamin B12 bisa berpengaruh buruk pada tubuh sehingga asupannya harus benar-benar tepat. Kamu sudah tahu belum?

Vitamin B12 sendiri merupakann salah satu nutrisi penting yang bisa membuat bagian-bagian tubuh berfungsi dengan semestinya.

Perlu diketahui, tubuh manusia tidak memproduksi vitamin B12 sendiri sehingga nutrisi ini harus didapatkan melalui makanan. Tak hanya itu, vitamin satu ini juga penting untuk membuat DNA, sel darah merah, serta membantu mendukung sistem saraf.

Baca juga: Jerawat di Kulit Kepala, Ini Perawatan Mudah yang Bisa Dilakukan

Apa gejala kekurangan vitamin B12?

Gejala kekurangan vitamin B12, termasuk kelelahan, suasana hati rendah, dan masalah saraf. Vitamin B12 berperan penting dalam produksi sel darah merah dimana melalui sel ini tubuh mendapatkan oksigen sehingga kesehatan organ terjaga dengan baik. 

Tubuh yang kekurangan vitamin B12 juga bisa menyebabkan masalah fisik dan psikologis. Jika tidak yakin mengenai gejala ini, segera ke dokter dan lakukan pemeriksaan untuk memeriksa kadar vitamin B12 dalam tubuh.

Sangat penting untuk mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B12 secara teratur. Umumnya, orang dewasa membutuhkan sekitar 2,4 mikrogram atau mcg vitamin B12 setiap harinya.

Vitamin B12 adalah vitamin yang larut dalam air dan biasanya adalah di dalam makanan hewani, seperti daging merah, telur, susu, dan ikan.

Nah, beberapa tanda dan gejala kekurangan vitamin B12 yang perlu kamu ketahui, antara lain:

Kulit pucat atau kuning

Orang yang tubuhnya kurang vitamin B12 sering terlihat pucat atau memiliki sedikit warna kuning pada kulit serta putih mata. Hal ini dikarenakan vitamin B12 yang kurang akan mengakibatkan masalah dengan produksi sel darah merah tubuh.

Vitamin B12 berperan penting dalam produksi DNA yang dibutuhkan untuk membuat sel darah merah pada tubuh. Tanpa itu, instruksi untuk membangun sel menjadi tidak lengkap dan tidak bisa membelah.

Sel-sel darah merah ini terlalu besar untuk dikeluarkan dari sumsum tulang dan masuk ke dalam sirkulasi. Karenanya, jika tidak memiliki banyak sel darah merah yang beredar di seluruh tubuh maka akan menyebabkan kulit terlihat pucat atau kuning.

Lemah dan mudah lelah

Gejala lain yang akan dirasakan akibat tubuh kurang vitamin B12 adalah merasa mudah lelah dan lemah. Hal ini terjadi karena tidak memiliki cukup vitamin B12 untuk membuat sel darah merah yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Akibatnya, tubuh tidak dapat mengangkut oksigen secara efisien ke sel-sel tubuh dan membuat seseorang yang kurang vitamin B12 menjadi lemah dan lemas. Orang dengan anemia pernisiosa tidak menghasilkan cukup protein penting disebut sebagai faktor intrinsik.

Faktor intrinsik sangat penting untuk mencegah kurangnya vitamin B12 di tubuh karena vitamin dalam usus akan mengikat dan dapat diserap dengan baik. 

Glositis dan bisul mulut

Glositis merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan peradangan pada lidah. Jika lidah meradang, biasanya akan berubah warna, bentuk, dan terasa sakit hingga membengkak. Selain menyakitkan, glositis bisa mengubah cara makan dan berbicara. 

Dilansir Healthline, sebuah penelitian menunjukkan bahwa lidah yang bengkak dan meradang merupakan tanda awal defisiensi vitamin B12.

Selain itu, beberapa orang dengan defisiensi B12 mungkin akan mengalami gejala oral lainnya, seperti sariawan, perasaan seperti tertusuk atau ada jarum, serta sensasi terbakar dan gatal.

Napas pendek dan pusing

Jika seseorang mengalami anemia akibat kekurangan vitamin B12, salah satu gejala yang akan dirasakan adalah sesak napas dan sedikit pusing. Hal ini dikarenakan tubuh kekurangan sel darah merah untuk mendapatkan cukup oksigen.

Gejala sesak napas ini dapat memiliki banyak penyebab yang mendasari. Karena itu, jika sudah merasakan pusing hingga sesak napas maka segera lakukan pemeriksaan dan bicarakan dengan dokter ahli.

Gangguan pada penglihatan

Gejala defisiensi vitamin B12 selanjutnya adalah penglihatan terganggu atau kabur. Hal ini dikarenakan, ketika tubuh kurang vitamin B12 dan tidak segera diobati maka akan mengakibatkan kerusakan sistem pada saraf optik yang mengarah ke mata.

Kerusakan ini dapat mengganggu sinyal yang bergerak dari mata ke otak sehingga mengganggu penglihatan. Kondisi ini bisa juga disebut sebagai neuropati optik.

Untuk mencegah gejala terjadi, maka segera cukupi asupan vitamin B12 untuk tubuh.

Baca juga: 12 Manfaat Buah Bit, Salah Satunya Bisa Turunkan Risiko Anemia!

Cara mengatasi gejala akibat kekurangan vitamin B12

Jika menderita anemia pernisiosa atau kesulitan menyerap vitamin B12, maka yang diperlukan adalah perawatan dengan suntikan vitamin. Selain itu, cara lain untuk mengatasinya adalah dengan meminum suplemen dosis tinggi melalui mulut. 

Vitamin B12 bisa didapatkan dari produk hewani, namun jika tidak bisa mengonsumsinya bisa diganti dengan mengonsumsi biji-bijian yang diperkaya vitamin.

Orang dewasa dengan usia tua yang memiliki kekurangan vitamin B12 kemungkinan akan membutuhkan suplemen setiap hari atau multivitamin tambahan.

Selain melakukan perawatan, pencegahan juga dibutuhkan dengan mengonsumsi cukup daging, unggas, makanan laut, produk susu, dan telur.

Ingat ya, semua terapi medis hanya bisa dilakukan berdasarkan pemeriksaan dan pengawasan dokter. Dosis suplemen pun sebaiknya dipastikan hanya oleh dokter.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Medical News Today (2019), diakses 27 Mei 2020. What are the symptoms of vitamin B-12 deficiency?
  2. Webmd, diakses 27 Mei 2020. Vitamin B12: What to Know
  3. Healthline (2017), diakses 27 Mei 2020. 9 Signs and Symptoms of Vitamin B12 Deficiency
    register-docotr