Kamus Penyakit

Mengenal Alergi Dingin, Reaksi Kulit akibat Paparan Suhu Rendah

September 6, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Dari semua jenis gangguan kulit, mungkin alergi dingin adalah yang paling jarang diketahui. Padahal, kondisi ini bisa memunculkan rasa tak nyaman pada kulit, sama seperti gejala alergi lainnya.

Meski tak membahayakan apalagi sampai menyebabkan kematian, tak ada salahnya untuk mencari tahu apa saja yang bisa memicu alergi jenis ini. Yuk, simak ulasan lengkap tentang penyebab, gejala, dan cara pencegahan alergi dingin berikut ini.

Apa itu alergi dingin

Alergi dingin adalah reaksi kulit terhadap paparan suhu udara rendah. Kondisi ini dikenal sebagai cold urticaria. Tanda paling umum dari alergi ini adalah munculnya ruam, bercak, dan bintik kemerahan. Serta, tak jarang yang disertai rasa gatal. Kondisinya mirip dengan biduran.

Alergi jenis ini adalah salah satu gangguan kulit yang tidak berbahaya. Bercak atau bintik kemerahan bisa muncul beberapa saat setelah kulit terpapar suhu rendah, lalu hilang sendiri seiring berjalannya waktu.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada seseorang yang baru memasuki masa pubertas dan dewasa muda.

Baca juga: Bintik Merah pada Kulit, Yuk, Kenali Jenis dan Penyebabnya

Penyebab alergi dingin

Mengutip Mayo Clinic, sampai sekarang, belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan alergi dingin. Hanya saja, sel kulit yang sangat sensitif disebut-sebut menjadi pemicunya. Kondisi ini biasanya sudah ada sejak lahir.

Cold urticaria biasanya lebih sering muncul saat seseorang terpapar udara dingin di luar. Meski, alergi ini juga dapat terjadi saat suhu di dalam ruangan menjadi lebih dingin karena penggunaan AC.

Menurut Healthline, umumnya tubuh manusia memiliki daya tahan beradaptasi pada suhu udara rendah hingga 4° Celsius. Di bawah itu, tubuh akan sangat rentan mengalami kedinginan, hipotermia, dan beberapa gangguan kesehatan lain seperti alergi dingin.

Saat tubuh dipaksa beradaptasi dengan suhu rendah, zat kimia pemicu alergi dan infeksi bernama histamin akan dilepaskan. Ini yang akan menyebabkan berbagai gejala seperti timbulnya bintik merah dan rasa gatal.

Gejala alergi dingin

Muncul bintik merah pada kulit. Sumber foto: www.bachhoaxanh.com

Gejala dari alergi dingin tidak sampai mengancam hilangnya nyawa, meski bisa berakibat pada tahapan yang serius pada kulit. Tanda-tanda dari alergi ini meliputi:

  • Muncul bercak dan bintik merah pada kulit yang terbuka
  • Rasa gatal tak tertahankan
  • Muncul benjolan atau pembengkakan pada kulit
  • Suhu tubuh yang ikut menurun akibat paparan temperatur udara
  • Sensasi terbakar saat mencoba menghangatkan diri
  • Demam, sebagai reaksi alami untuk mempertahankan panas tubuh di tengah suhu yang dingin
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi pada bagian tertentu
  • Lelah dan mudah gelisah

Gejala-gejala di atas umumnya dapat mereda seiring berjalannya waktu. Tapi, tak jarang yang berujung pada kondisi yang memburuk, seperti:

  • Anafilaksis, alergi akut yang lebih parah dari sebelumnya
  • Gangguan pada pernapasan
  • Tekanan darah yang menurun
  • Palpitasi jantung, ditandai dengan detak yang lebih kencang dari biasanya
  • Syok
  • Pingsan

Gejala dari alergi ini bisa muncul lima menit setelah tubuh terpapar suhu rendah, lalu menghilang dalam satu atau dua jam sesudahnya.

Pada beberapa kasus, seseorang dapat merasakan gejala-gejala tersebut hingga dua hari, bahkan lebih. Semuanya tergantung pada daya tahan tubuh masing-masing.

Faktor risiko

Alergi dingin biasanya terjadi pada orang-orang yang baru memasuki masa pubertas dan dewasa muda. Gangguan ini juga bisa diturunkan dari anggota keluarga, terutama orang tua. Selain itu, beberapa hal yang bisa memicu terjadinya kondisi ini adalah:

  • Penyakit cacar air
  • Penyakit autoimun
  • Infeksi virus mononukleosis
  • Penyakit hepatitis

Baca juga: Jenis-jenis Alergi Kulit dan Cara Mengatasinya

Obat alergi dingin 

Ketika kamu mengalami alergi dingin, bisanya dokter akan fokus melakukan pengobatan untuk mengatasi pengurangan gejala.

Namun obat yang diberikan tentunya jug akan bergantung pada tingkat keparahan kondisi alergimu. Tingkat keparahan itu akan terlihat setelah kamu merasakan paparan dari suhu dingin. 

Obat-obatan seperti antihistamin dapat mencegah atau meminimalkan pelepasan histamin saat terkena dingin. Jika kondisi tubuh tidak merespons antihistamin, kamu mungkin membutuhkan pengobatan lain.

Melansir penjelasan Healthline, sebuah studi tahun 2019 menemukan bahwa mengonsumsi 150 hingga 300 mg omalizumab (xolair) setiap 4 minggu efektif dalam mengobati alergi dingin yang tidak merespons antihistamin.

Dokter mungkin juga merekomendasikan obat lain, seperti: 

  • kortikosteroid
  • hormon sintetis
  • antibiotik
  • antagonis leukotrien
  • imunosupresan 

Kamu juga perlu membawa epinefrin suntik, misalnya EpiPen, jika mengalami gejala yang parah atau mengancam jiwa, seperti anafilaksis, akibat paparan dingin.

Mengalami reaksi tertentu akibat paparan dingin mungkin merupakan gejala alergi. Segera bicara dan periksa dengan dokter tentang cara mengelola alergi dingin untuk menghindari gejala yang tidak diinginkan di masa mendatang.

Perlu kamu ketahui bahwa alergi dingin dapat sembuh sendiri dalam beberapa tahun. Jika kondisi kamu tidak sembuh dengan sendirinya, bicarakan dengan dokter dan sebaiknya jangan anggap hal ini sepele.

Dokter biasanya akan membuat rencana untuk membantu kamu menghindari pilek, serta mengembangkan perawatan untuk membantu mengendalikan gejala alergi dingin

Gejala alergi dingin mungkin mengancam jiwa, jadi segera cari perawatan medis jika kamu mengalami kesulitan bernapas, kehilangan kesadaran, serta gejala parah lainnya saat terkena paparan suhu dingin.

Bisakah dicegah?

pencegahan alergi dingin
Kenakan jaket tebal untuk melindungi diri dari paparan suhu dingin. Sumber foto: www.celebrity-fashion.net

Risiko alergi dingin akan meningkat jika kamu sedang berada di luar ruangan. Sebab, tak ada yang bisa melindungi badan dari paparan suhu rendah selain baju yang melekat. Oleh karena itu, kamu perlu melakukan sejumlah hal sebagai langkah pencegahan, di antaranya:

  • Pakai baju atau jaket tebal saat sedang beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika temperatur udara mulai menurun.
  • Minum antihistamin yang dijual bebas di apotek sebelum melakukan aktivitas yang berpotensi terkena paparan suhu dingin.
  • Jika ingin berenang, celupkan tanganmu terlebih dulu. Periksa apakah ada reaksi yang muncul pada kulit.
  • Hindari makanan dan minuman dingin.
  • Sebisa mungkin tetaplah berada di dalam ruangan saat suhu udara di luar mulai menurun.
  • Jika sedang menggunakan AC, atur pada suhu normal.

Nah, itulah ulasan lengkap tentang alergi dingin yang perlu kamu tahu. Perhatikan temperatur udara dan selalu pakai pakaian tebal agar tidak mengalami kondisi ini, ya!

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

  1. Mayo Clinic, diakses 20 Juni 2020, Cold urticaria.
  2. Healthline, diakses 20 Juni 2020, Can You Be Allergic to the Cold?

    register-docotr