Kamus Penyakit

Kanker Paru-paru: Ketahui Penyebab dan Cara Pencegahannya

June 8, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Kanker paru-paru adalah penyakit yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Menurut Indonesian Cancer Information and Support Center (CISC), penyakit ini merupakan kanker pembunuh nomor satu di Indonesia.

Penyakit ini tak lepas dari kebiasaan merokok secara umum. Merokok dapat memperbesar potensi terjadinya kanker paru.

Lalu, apa saja gejala dan cara pencegahan kanker paru-paru? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Mengenal kanker paru

Kanker paru-paru adalah salah satu jenis kanker yang menyerang organ pernapasan. Penyakit ini tak boleh disepelekan, karena bisa mengganggu aktivitas pernapasan manusia.

Paru-paru sendiri adalah organ yang dibutuhkan manusia untuk menghirup oksigen dan melepaskan karbon dioksida.

Penyebab kanker paru

Setiap orang memiliki risiko terkena kanker paru-paru. Hanya saja, menurut American Lung Association, 90 persen dari kasus kanker ini di seluruh dunia disebabkan oleh aktivitas merokok, baik perokok aktif maupun pasif.

Saat asap rokok masuk ke dalam paru-paru, ia perlahan merusak berbagai jaringan pada organ tersebut. Paru-paru memang dirancang untuk memperbaiki kerusakan tersebut secara mandiri, tapi paparan asap berlebih akan mengurangi kemampuannya.

Setelah sel-sel baik di dalam paru-paru mulai rusak, kini giliran sel kanker yang melakukan invasi besar-besaran. Paparan radon, gas radioaktif pemicu kanker akan semakin berkuasa di dalam organ pernapasan tersebut.

Meski begitu, masih ada beberapa zat eksternal yang bisa memicu munculnya kanker, misalnya senyawa karsinogenik yang bisa saja terhirup melalui udara.

Jenis kanker paru-paru

Mengutip American Cancer Society, kanker paru-paru dibedakan dalam dua kategori utama, yaitu kanker paru-paru sel kecil dan bukan sel kecil, yang kemudian diturunkan lagi menjadi lebih banyak tipe. Masing-masing jenis kanker paru-paru memiliki karakteristik berbeda.

Baca juga: 8 Gejala Paru-Paru Basah yang Tidak Boleh Disepelekan

Kanker paru-paru sel kecil

Kanker jenis ini juga disebut sebagai kanker sel oat, diderita sekitar 10 hingga 15 persen dari total pasien di seluruh dunia.

Karena ukurannya sangat kecil, sel kanker pada jenis ini cenderung menyebar sangat cepat. Tidak kurang dari 70 persen pasien kanker jenis ini mendapati sel telah menyebar ke hampir seluruh bagian tubuh pada saat mendapat diagnosis pertama.

Kabar baiknya, kanker jenis ini mempunyai daya respons cukup baik terhadap berbagai pengobatan kanker, seperti kemoterapi dan terapi radiasi. Ini disebabkan oleh tingkat sensitivitas sel yang relatif lebih tinggi dibanding dengan jenis kanker lain.

Kanker paru-paru bukan sel kecil

Jenis kanker yang satu ini dikenal dengan istilah medis non-small cell lung cancer (NSCLC), diidap sekitar 80 hingga 85 persen dari total seluruh pasien di seluruh dunia. Tipe lain dari kanker paru-paru jenis ini adalah karsinoma sel skuamosa, karsinoma sel besar, dan adenokarsinoma.

1. Karsinoma sel skuamosa

Sel skuamosa sendiri adalah salah satu sel kanker paling umum yang juga menjadi pemicu kanker lain seperti kanker kulit. Sel ini berbentuk datar, melapisi saluran udara bagian dalam di organ paru-paru.

Kanker paru-paru karsinoma sel skuamosa sering dikaitkan dengan perokok berat, karena sel kanker tersebut ditemukan pada bagian tengah paru-paru atau area saluran napas utama (bronkus).

2. Karsinoma sel besar

Jenis kanker paru-paru ini adalah salah satu yang cukup berbahaya, karena sel jahat bisa muncul di bagian mana pun dari organ paru-paru. Artinya, sel bisa menyerang banyak bagian, tidak hanya satu atau dua area.

Pertumbuhannya juga sangat cepat, membuat proses pengobatan seperti kemoterapi akan berjalan lambat dan lebih sulit.

3. Adenokarsinoma

Adenokarsinoma adalah sel kanker yang bekerja dengan mengeluarkan cairan seperti lendir. Jenis kanker ini umum ditemukan pada perokok berat. Meski, bisa juga terjadi pada wanita dan bukan perokok.

Sel adenokarsinoma menyerang bagian luar paru-paru. Oleh karena itu, keberadaan sel ini jauh lebih mudah dideteksi sehingga memudahkan dokter untuk menghentikan penyebarannya.

Gejala kanker paru-paru

Sebagian besar kanker paru-paru tidak memiliki gejala secara langsung, misalnya batuk dan gangguan pada saluran pernapasan. Gejala atau tanda-tanda tersebut bisa bervariasi tergantung kondisi tubuh seseorang, seperti:

  • Batuk yang terus memburuk.
  • Batuk disertai darah.
  • Napas pendek yang muncul tiba-tiba.
  • Nyeri dada, bahu, dan punggung saat tertawa, bernapas, dan batuk.
  • Penurunan berat badan secara signifikan.
  • Berkurangnya atau hilang nafsu makan.
  • Tubuh menjadi mudah lelah.
  • Suara serak.
  • Sulit menelan makanan dan minuman.
  • Pembengkakan di leher dan wajah.

Gejala-gejala tersebut biasanya muncul pada tahapan awal. Sedangkan saat memasuki stadium menengah, tanda-tandanya bisa berupa:

  • Rasa nyeri pada tulang.
  • Pusing yang tidak biasa.
  • Saraf pengecap tidak berfungsi.
  • Benjolan di area leher atau tulang selangka.

Stadium kanker paru-paru

Sama seperti jenis kanker lain, tingkat keparahan lung cancer juga bisa diukur menggunakan pengelompokan stadium.

Setiap tahapan menunjukkan penyebaran sel, baik secara signifikan atau tidak, terutama menuju kelenjar getah bening, bagian dari sistem limfatik yang terhubung ke seluruh tubuh.

Jika sel kanker mencapai kelenjar getah bening, sel bisa bermetastasis, atau menyebar lebih jauh dan lebih berbahaya.

  • Okultisme: kondisi sel kanker yang masih tersembunyi atau tidak terlihat pada alat pemindaian pencitraan. Sel kanker mungkin terdapat di lendir atau dahak yang telah mencapai bagian lain dari tubuh.
  • Stadium 0: sel abnormal ditemukan pada lapisan atas saluran udara, jumlahnya masih sangat terbatas.
  • Stadium 1: tumor telah berkembang di organ paru-paru, tapi ukurannya di bawah lima sentimeter, serta belum menyebar ke bagian lain.
  • Stadium 2: Sel masih berukuran kecil, ada kemungkinan telah menuju kelenjar getah bening di area paru-paru, namun belum berkembang secara sporadis.
  • Stadium 3: Sel kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening dan mencapai banyak bagian dari organ tersebut.
  • Stadium 4: Sel kanker telah menyebar dan tumbuh ke bagian tubuh yang lebih jauh, misalnya otak dan tulang.

Saat memasuki stadium terakhir, pasien benar-benar harus mendapat penanganan serius, seperti rawat inap di rumah sakit. Pasien dengan stadium ini juga biasanya telah atau sedang menjalani proses pengobatan kemoterapi.

Penanganan kanker paru-paru

Perawatan kanker paru-paru dibedakan berdasarkan kategori dan stadiumnya, serta kondisi kesehatan pasien. Pembedahan atau terapi radiasi adalah prosedur paling umum diberikan kepada pasien. Meski, kemoterapi juga menjadi salah satu pengobatan yang cukup populer.

1. Prosedur bedah

Prosedur bedah dilakukan oleh dokter atau tim medis terhadap pasien kanker paru-paru untuk mengangkat jaringan pada organ paru yang sudah terkena penyebaran sel kanker. Pada kasus yang parah, bukan tidak mungkin dokter akan mengangkat sebagian organ paru-paru.

Baca juga: Penyakit Endometriosis: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya

2. Pengobatan kemoterapi

Kemoterapi adalah istilah pengobatan yang sudah umum diketahui sebagai perawatan berbagai jenis kanker. Metode ini berupa memberikan obat-obatan untuk menghentikan penyebaran sel kanker itu sendiri.

Prosedur kemoterapi bisa dilakukan menggunakan obat oral, suntikan, injeksi, atau kombinasi dari semuanya. Obat kemoterapi langsung menarget sel-sel jahat yang bisa berkembang dengan sangat cepat.

Meski begitu, metode ini tidak boleh dilakukan sembarangan. Dokter akan meminta persetujuan kepada pasien terlebih dulu, mengingat ada banyak efek samping tidak ringan yang bisa ditimbulkan. Kemoterapi bisa berlangsung dalam waktu harian, mingguan, atau bulanan.

3. Terapi radiasi

Terapi radiasi dilakukan menggunakan sinar yang memiliki energi tinggi untuk menghadang. Menyetop, menghambat, dan membunuh sel-sel kanker.

Terapi ini juga terkadang digunakan untuk mengecilkan tumor sebelum pelaksanaan prosedur pengangkatan jaringan melalui pembedahan.

Tapi, metode ini hanya bisa digunakan pada saat sel kanker masih ada di satu lokasi dan belum menyebar secara sporadis. Oleh karena itu, terapi radiasi biasanya tidak akan diterapkan pada pasien kanker yang telah memasuki stadium menengah hingga akhir.

Komplikasi kanker paru-paru

Jika tidak mendapat penanganan yang tepat, kanker paru-paru bisa menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan, misalnya:

  • Sesak napas. Ini bisa terjadi karena saluran udara di dalam tubuh terhalang oleh cairan lendir yang menumpuk. Cairan tersebut dipicu oleh berkembangnya sel kanker yang terus menyebar.
  • Paru-paru basah. Kanker paru-paru dapat memicu terjadinya paru-paru basah, yaitu adanya cairan berlebih pada rongga pleura di sekitar dada.
  • Batuk darah. Kanker paru-paru bisa memicu terjadinya perdarahan di saluran pernapasan. Akibatnya, batuk darah atau hemoptisis tak bisa dihindari.
  • Sakit di sekujur tubuh. Ini disebabkan oleh sel kanker yang telah menyebar ke seluruh bagian tubuh diakibatkan oleh penanganan yang lambat.

Bisakah kanker paru-paru dicegah?

Berbicara soal pencegahan, sampai saat ini belum ada langkah pasti yang terbukti efektif. Hanya saja, kamu bisa mengurangi risiko terkena kanker paru dengan menerapkan pola hidup sehat.

1. Jangan merokok

Merokok adalah pemicu sel kanker, apapun jenisnya. Saat merokok sudah menjadi kebiasaan, risiko kanker paru-paru menjadi terbuka lebar. Ini disebabkan ada banyak racun yang terdapat pada rokok yang bisa masuk ke dalam saluran dan organ pernapasan.

2. Hindari asap rokok

Perokok pasif juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker paru jika terlalu sering menghirup asap meski tak sengaja. Jika kamu tak bisa melarang seseorang untuk merokok, menjauhlah darinya agar terhindar dari paparan asap rokok tersebut.

Baca juga: 7 Cara Menjaga Kesehatan Paru-paru yang Mudah Diterapkan

3. Minimalkan terpapar karsinogenik

Karsinogenik adalah zat berbahaya yang mengacu pada senyawa pemicu kanker. Karsinogenik terdapat pada banyak hal, termasuk udara yang tercemar polusi. Biasakan dirimu untuk selalu memakai masker atau pelindung wajah agar tak menghirup karsinogenik.

Karsinogenik juga bisa ditemukan pada tas plastik berwarna hitam pekat. Oleh karena itu, jangan pernah gunakan tas plastik hitam untuk membungkus makanan secara langsung tanpa perantara. Makanan tersebut bisa terkontaminasi.

4. Makan makanan bergizi

Memiliki asupan gizi seimbang adalah salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Saat tubuh dalam kondisi prima, sistem imun dan metabolisme akan lebih mudah melakukan perlawanan terhadap berbagai penyakit.

Kamu bisa memadukan asupan vitamin bersama nutrisi lain yang bisa diperoleh dari buah-buahan segar dan sayuran hijau.

5. Olahraga

Olahraga memiliki banyak manfaat, selain menyehatkan, juga bisa meningkatkan sensitivitas tubuh dalam melakukan perlawanan terhadap penyakit.

Buat tubuhmu bergerak, setidaknya 30 menit dalam sehari. Jika memungkinkan, luangkan waktu secara rutin untuk berolahraga setiap hari dalam seminggu.

Nah, itulah ulasan lengkap tentang kanker paru-paru yang perlu kamu. Pola hidup sehat bisa menjagamu dari risiko terkena penyakit ini. Jangan lupa, kurangi atau hentikan kebiasaan merokok agar terhindar dari kanker paru-paru!

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

  1. Medical News Today, diakses 3 Juni 2020, What to know about lung cancer.
  2. Mayo Clinic, diakses 3 Juni 2020, Lung Cancer.
  3. Healthline, diakses 3 Juni 2020, Everything You Need to Know About Lung Cancer.
  4. American Lung Association, diakses 3 Juni 2020, What causes lung cancer.
  5. Cancer Treatment Centers of America, diakses 3 Juni 2020, Lung cancer symptoms.
  6. American Cancer Society, diakses 3 Juni 2020, What Is Lung Cancer?
  7. CNN Indonesia, diakses 3 Juni 2020, Kanker Paru-Paru, Kanker Pembunuh Nomor Satu di Indonesia.

    register-docotr