Penyakit Endometriosis: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

Penyakit endometriosis menjadi salah satu kondisi yang umum dialami wanita. Penyakit ini terjadi ketika jaringan endometrium tumbuh di luar rahim, namun kamu bisa melakukan sejumlah perawatan untuk mengatasinya.

Berikut ulasan lengkap tentang penyakit endometriosis yang perlu kamu ketahui:

Apa itu endometriosis?

Endometriosis terjadi ketika endometrium, yakni jaringan yang biasanya melapisi bagian dalam rahim perempuan, malah tumbuh di luar atau di bagian lain dari tubuh.

Kondisi ini umumnya terjadi pada ovarium, permukaan luar rahim, saluran tuba, ligamen yang menopang uterus, dan kandung kemih. Rasa sakitnya terasa pada daerah panggul.

Sebenarnya jaringan ini bertindak seperti jaringan rahim biasa selama masa menstruasi, namun demikian jaringan ini akan pecah dan berdarah pada akhir siklus. Tapi karena darah ini tidak punya tempat untuk ‘pergi’, daerah sekitarnya bisa meradang atau bengkak.

Endometriosis juga dapat menyebabkan kista besar dan berisi darah di ovarium. Ini disebut kista cokelat, karena warnanya yang gelap.

Jenis-jenis penyakit endometriosis

Jenis endometriosis
Jenis-jenis endometriosis. Sumber foto: mayoclinic.org

Ada tiga jenis endometriosis berdasarkan tempatnya:

  • Superficial peritoneal lesion, ini adalah jenis paling umum, di mana kamu memiliki luka pada peritoneum, bagian tipis yang melapisi rongga panggul kamu
  • Endometrioma (ovarian lesion), ini adalah kista gelap yang berisi cairan, terbentuk di dalam indung telur, biasanya tidak merespons baik pada perawatan dan dapat merusak jaringan sehat
  • Deeply infiltrating endometriosis, ini adalah endometriosis yang tumbuh di bawah peritoneum kamu dan dapat melibatkan organ di dekat rahim, seperti usus atau kandung kemih

Gejala penyakit endometriosis

Nyeri adalah gejala endometriosis paling umum, yang biasanya muncul sebagai:

  • Menstruasi yang terasa menyakitkan yang mungkin menjadi semakin tidak nyaman seiring berjalannya waktu
  • Nyeri persisten (kronis) di punggung bawah atau panggul
  • Nyeri panggul selama atau setelah berhubungan seks
  • Buang air besar atau buang air kecil yang menyakitkan selama periode menstruasi

Gejala-gejala lain termasuk pendarahan di antara periode menstruasi, dan masalah-masalah pencernaan, seperti diare, sembelit, perut kembung, atau sakit perut, terutama selama periode-periode menstruasi.

Beberapa wanita dengan endometriosis bisa hamil tanpa kesulitan, namun hampir setengah dari wanita yang mengalami kesulitan hamil ternyata banyak terjadi menderita endometriosis.

Endometriosis biasanya menjadi lebih baik setelah masa menopause, ketika ada penurunan dalam produksi hormon reproduksi tubuh. Namun karena tubuh masih menghasilkan estrogen dalam jumlah kecil, beberapa wanita terus memiliki gejala bahkan setelah menopause.

Penyebab penyakit endometriosis

Penyebab endometriosis belum diketahui secara pasti, dan saat ini belum ada obatnya. Para ahli tidak yakin apa yang menyebabkan endometriosis, dan ada banyak teori, di antaranya:

  • Genetika, kondisi ini cenderung berjalan dalam keluarga, yang mana mungkin ada komponen genetik juga
  • Menstruasi retrograde, yakni darah dan jaringan yang biasanya meninggalkan tubuh selama menstruasi, justru pindah ke panggul
  • Masalah dengan sistem kekebalan tubuh, yang mana terkait dengan pertahanan alami tubuh terhadap penyakit dan infeksi
  • Sel-sel endometrium menyebar melalui tubuh dalam aliran darah atau sistem limfatik, yang mana serangkaian tabung dan kelenjar membentuk bagian dari sistem kekebalan tubuh

Namun demikian, tidak satu pun dari teori-teori di atas yang sepenuhnya menjelaskan mengapa endometriosis terjadi. Maka dari itu, kemungkinan kondisi ini disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor.

Tahapan penyakit endometriosis

Endometriosis memiliki empat tahap atau tipe, dan berbagai faktor yang menentukan tahap gangguan. Faktor-faktor ini dapat mencakup lokasi, jumlah, ukuran, dan kedalaman implan endometrium.

  • Tahap 1: Minimal, yakni terdapat luka kecil dan implan endometrium dangkal di ovarium. Mungkin juga ada peradangan di dalam atau di sekitar rongga panggul kamu
  • Tahap 2: Ringan, yakni umumnya melibatkan luka ringan dan implan dangkal pada ovarium dan pelvis
  • Tahap 3: Sedang, yakni melibatkan implan dalam pada lapisan ovarium dan pelvis, dan bisa juga ada lebih banyak luka
  • Tahap 4: Parah, yakni implan dalam pada lapisan pelvis dan ovarium, dan mungkin juga ada luka pada tuba falopi dan usus

Diagnosis penyakit endometriosis

Diagnosa endometriosis
Diagnosa endometriosis. Sumber foto: webmd.com

Gejala endometriosis pada seorang wanita, termasuk lokasi rasa sakitnya dan waktu ketika itu terjadi, adalah informasi kunci dalam mendiagnosis endometriosis. Beberapa tes dapat dilakukan untuk memeriksa endometriosis, di antaranya:

  • Tes panggul
  • Tes ultrasound
  • Laparoskopi

Laparoskopi adalah cara terbaik mendiagnosis endometriosis. Selama prosedur ini, dokter menggunakan laparoskop, instrumen ramping dengan cahaya dan kamera, untuk melihat organ di panggul.

Kadang-kadang endometriosis dapat dikenali hanya melalui bagaimana jaringan terlihat. Di lain waktu, dokter harus mengambil sampel jaringan dan mengirimkannya ke laboratorium untuk evaluasi.

Pengobatan penyakit endometriosis

Ada dua tujuan dasar dalam mengobati endometriosis: menghilangkan dan mencegah rasa sakit, serta mengobati infertilitas terkait endometriosis untuk wanita yang ingin hamil.

Untuk wanita dengan endometriosis gejala ringan bisa menggunakan pereda nyeri yang dijual bebas kala dibutuhkan. Pilihannya termasuk obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen dan naproxen, dan obat resep sakit juga bisa menjadi pilihan.

Perubahan gaya hidup seperti olahraga teratur dan membatasi alkohol dan kafein dapat membantu mengendalikan kadar estrogen.

Pembedahan untuk menghilangkan area endometriosis dapat memberikan penghilang rasa sakit yang signifikan, namun hasilnya mungkin sementara, karena setiap siklus menstruasi terkadang memberikan endometriosis kesempatan untuk kembali.

Gaya hidup untuk atasi penyakit endometriosis

Berikut adalah beberapa perubahan gaya hidup yang dapat membantu mengatasi endometriosis:

Berolahraga

Kamu mungkin tidak ingin berolahraga ketika mengalami nyeri panggul. Namun jika kamu berlari, bersepeda, atau melakukan jenis latihan cepat lainnya, kadar hormon estrogen dalam tubuh bisa turun, sehingga menstruasi bisa lebih sedikit atau lebih ringan.

Latihan aerobik juga membantu tubuh kamu memproduksi lebih banyak endorfin, bahan kimia yang membuat kamu kurang peka terhadap rasa sakit. Jadi ketika kamu merasa sanggup melakukannya, biasakan untuk bergerak lebih banyak.

Makan lebih banyak sayuran

Untuk merasa lebih baik, makan lebih banyak sayuran, juga buah dan ikan. Perempuan yang mengonsumsi plant-based diet, cenderung jarang mendapatkan endometriosis.

Yang juga bagus adalah lemak sehat seperti asam lemak omega-3 dalam salmon, tuna, dan walnut.

Kurangi minuman beralkohol

Wanita yang minum banyak alkohol cenderung lebih mudah mengalami endometriosis dan juga memperparah gejala. Sebab alkohol meningkatkan kadar estrogen, yang dapat menyebabkan gejala endometrium yang lebih menyakitkan.

Tenangkan diri

Hidup dengan rasa sakit yang terus-menerus bisa membuat kamu stres, dapat memperburuk gejala endometriosis, dan membuat kamu lebih sensitif terhadap rasa sakit. Jadi coba lebih tenang dan bersantai.

Cobalah bernapas dalam-dalam, dan tarik napas melalui hidung untuk mengisi paru-paru dengan udara. Tenangkan pikiran dan tubuh kamu, dan mungkin seorang konselor atau terapis dapat mengajari kamu cara untuk meredam stres kamu.

Hindari kafein

Beberapa penelitian telah melihat kemungkinan hubungan antara endometriosis dan kafein dalam minuman seperti soda dan kopi.

Namun mungkin ada baiknya untuk menikmati kopi dan teh dalam jumlah sedang. Jika kamu mendapati bahwa kafein memperburuk gejala, beralihlah ke kopi tanpa kafein.

Kesimpulan

Perlu diingat bahwa sama seperti gejala penyakit yang bervariasi pada setiap orang, perawatan yang paling baik untuk satu wanita mungkin tidak tepat untuk yang lain.

Bicarakan dengan dokter kamu dan temui ahli gizi untuk menemukan rencana tindakan terbaik untuk mengelola kondisi kamu, sebab tubuh setiap orang berbeda. Rencana spesifik dan khusus berdasarkan kebutuhan pribadi kamu akan menjadi yang terbaik.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar endometriosis? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Caranya, buka aplikasi Grab kemudian pilih fitur Kesehatan, atau langsung klik di sini.

  • Health Harvard, Endometriosis https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/endometriosis2, diakses 3 Juni 2020
  • Healthline, Endometriosis https://www.healthline.com/health/endometriosis, diakses 3 Juni 2020
  • Healthline, What to Eat and What to Avoid If You Have Endometriosis https://www.healthline.com/health/endometriosis/endometriosis-diet, diakses 3 Juni 2020
  • NHS, Overview-Endometriosis https://www.nhs.uk/conditions/endometriosis, diakses 3 Juni 2020
  • WebMD, Endometriosis Health Center https://www.webmd.com/women/endometriosis/default.htm, diakses 3 Juni 2020
  • WebMD, Lifestyle Changes That May Help With Endometriosis https://www.webmd.com/women/endometriosis/know-endometriosis-18/slideshow-endometriosis-lifestyle-changes, diakses 3 Juni 2020
Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin