Kamus Penyakit

Kena Diagnosis Kanker Paru Padahal Tidak Merokok, Kok Bisa?

July 20, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Kanker paru-paru merupakan penyakit yang sebagian besar penyebabnya adalah karena merokok. Tapi, secara tidak langsung, ternyata kamu bisa meningkatkan risiko terkena kanker paru meski tidak merokok, lho. Bagaimana bisa?

Kanker paru-paru bisa terjadi karena sel di organ tersebut berubah. Seringnya, perubahan itu diakibatkan oleh paparan benda asing dari luar.

Meski selama ini rokok adalah pemicu tertinggi, ternyata ada berbagai faktor lain yang juga bisa menimbulkan kanker. Apa saja? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Penyebab kanker paru padahal tidak merokok

Mengutip Centers for Disease Control and Prevention(CDC), 90 persen kasus kanker jenis ini dipicu oleh aktivitas merokok. Tapi, masih ada 10 persen faktor pemicu lain yang tak boleh diabaikan, di antaranya adalah:

1. Perokok pasif

Perokok pasif adalah orang yang sangat berpotensi terkena kanker paru-paru. Menurut American Cancer Society, beberapa jenis rokok memiliki partikel karsinogenik yang sangat kecil, bisa terhirup ke dalam tubuh tanpa disadari.

Saking kecilnya, partikel tersebut sangat mudah untuk menjangkau paru-paru melalui saluran pernapasan, lalu menempel pada sel yang ada di dalamnya. Mengutip Medicine Net, perokok pasif memiliki tingkat kerentanan hingga 24 persen untuk terkena kanker paru-paru.

Bahkan di Amerika Serikat sendiri, tiap tahun tidak kurang dari 3 ribu perokok pasif meninggal akibat penyakit ini.

Baca juga: Kanker Paru-paru: Ketahui Penyebab dan Cara Pencegahannya.

2. Polusi udara

Seseorang bisa saja terkena kanker paru padahal tidak merokok, melainkan karena paparan polusi udara. Ada banyak senyawa membahayakan yang terkandung pada polusi. Selain karbon monoksida, udara kotor di jalanan mengandung karsinogen pemicu kanker.

Polusi tersebut bisa berasal dari asap kendaraan, pembangkit listrik, asap pabrik, dan lainnya. Karsinogen dapat memengaruhi metabolisme dan merusak DNA dari sel-sel yang ada di organ paru.

Karsinogen juga menjadikan sel-sel yang rusak sebagai tempat untuk berkembang menjadi tumor. Saat tumor mulai berkembang tak terkendali, di sinilah awal mula kanker stadium awal terdeteksi.

3. Gas radon

Gas radon yang naik dari dalam tanah. Sumber foto: www.radonridct.com

Salah satu penyebab utama dari kanker paru padahal tidak merokok adalah paparan gas radon. Radon adalah gas yang dihasilkan dari pembusukan atau peluruhan uranium, biasanya berasal dari bawah tanah.

Rumah yang berdiri di atas tanah terkontaminasi dapat meningkatkan risiko kanker paru pada penghuningnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memerhatikan ventilasi sebagai jalur keluar masuknya udara.

Karena tidak bisa dicium maupun dilihat, American Cancer Society menyarankan setiap orang untuk melakukan tes kualitas udara di rumah masing-masing, menggunakan alat tertentu. Ini akan membantu para penghuni mengetahui kemungkinan adanya gas berbahaya di dalam rumah.

Di Amerika Serikat sendiri, menurut Badan Perlindungan Lingkungan setempat, tidak kurang dari 2 ribu orang yang meninggal akibat paparan gas ini.

4. Paparan asbestos

Asbestos adalah serat yang ditemukan pada asbes, benda yang umum dijadikan bahan atap bangunan, baik rumah, sekolah, perkantoran, dan tempat-tempat lainnya. Serat asbes yang berukuran sangat kecil bisa terlepas ke udara, kemudian ikut terhirup masuk ke dalam tubuh.

Setelah terhirup, serat kecil tersebut sangat memungkinkan untuk tetap berada di paru-paru dalam jangka waktu yang tidak sebentar. Menumpuknya serat ini mampu membentuk jaringan parut, yang kemudian memicu pembengkakan.

Saat organ pernapasan mulai terdampak, inilah waktu yang tepat bagi sel-sel parasit mengambil alih, yaitu dengan cara memunculkan tumor yang bisa mengganas menjadi kanker.

Baca juga: Kenali Sejak Awal, Ini Gejala Kanker Paru dan Faktor Risikonya!

5. Faktor keturunan

Seseorang bisa saja terkena kanker paru padahal tidak merokok, melainkan karena faktor keturunan. Ya, seseorang yang punya orang tua dengan riwayat kanker paru-paru memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit yang sama.

Mengutip American Lung Association, mutasi genetik adalah alasan mengapa kondisi ini bisa terjadi. Hanya saja, persentasenya relatif kecil jika dibandingkan faktor-faktor pemicu lainnya.

Menurut sebuah penelitian, jumlah pasien kanker paru karena faktor keturunan adalah sekitar 8 persen dari total kasus di seluruh dunia.

Nah, itulah 5 faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker paru padahal tidak merokok. Yuk, mulai sadar dengan rutinitas dan kondisi sekitar agar terhindar dari penyakit ini. Tetap jaga kesehatan, ya!

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

  1. American Cancer Society, diakses 11 Juli 2020, Lung Cancer Risks for Non-smokers.
  2. Medicine Net, diakses 11 Juli 2020, 5 Causes of Lung Cancer in Non-Smokers.
  3. Harvard Medical School, diakses 11 Juli 2020, Lung cancer: Not just for smokers.
  4. US Environmental Protection Agency (EPA), diakses 11 Juli 2020, Health Risks of Radon.
  5. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 11 Juli 2020, Familial risk for lung cancer.
  6. AsbestosNation.org, diakses 11 Juli 2020, Asbestos bans around the world.
  7. Bandung.go.id, diakses 11 Juli 2020, Larang Penggunaan Asbes, Kota Bandung Dapat Penghargaan dari Australia.

    register-docotr