Kamus Penyakit

Hal-hal yang Harus Kamu Ketahui Tentang Terapi Hormon untuk Kanker Payudara

August 17, 2020 | Husni Efendi | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Salah satu penyakit yang banyak ditakuti dan bisa menyerang siapa saja adalah kanker. Terlebih pada wanita, jenis kanker yang umum terjadi yakni kanker payudara.

Salah satu pengobatan yang umum dilakukan untuk mengatasi kanker payudara tersebut adalah kemoterapi. Namun demikian, ada beberapa metode lain yang biasa dilakukan, salah satunya terapi hormon.

Seberapa efektif sebenarnya terapi hormon untuk pengobatan kanker payudara?

Terapi hormon untuk kanker payudara

Terapi hormon sejauh ini dipercaya bisa menjadi salah satu alternatif pengobatan kanker payudara. Tujuan dari terapi hormon adalah menahan kemampuan tubuh dalam memproduksi hormon untuk memperlambat atau menghentikan pertumbuhan sel kanker.

Metode ini paling sering digunakan dalam mengurangi risiko kambuh kembalinya sel kanker, baik setelah maupun sebelum operasi.

Biasanya, terapi hormon dilakukan apabila pertumbuhan sel kanker pada kanker payudara dipicu oleh estrogen atau progesteron.

Langkah ini juga kadang dilakukan sebelum operasi untuk mengecilkan tumor agar mudah diangkat, tapi umumnya diterapkan setelah operasi dan kemoterapi.

Cara kerja terapi hormon untuk kanker payudara

Terapi hormon dilakukan untuk memperlambat atau memberhentikan produksi atau perkembangan hormon sensitif tumor dengan cara menghambat kemampuan tubuh untuk memproduksi hormon. 

Efek samping terapi hormon

Menggunakan konsumsi obat-obatan, efek samping bisa muncul saat dilakukan terapi hormon. Efek samping ini pun berbeda-beda, bergantung pada obat atau jenis pengobatannya.

Keputusan tentang terapi hormon maupun jenis obat-obatan yang digunakan hanya berdasarkan keputusan dokter. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter akan mempertimbangkan manfaat dan risiko efek samping yang mungkin terjadi.

Beberapa efek samping terapi hormon untuk pengobatan kanker payudara yang biasanya dirasakan antara lain:

  1. Vagina menjadi kering
  2. Nyeri pada persendian
  3. Penurunan gairah sex
  4. Gangguan siklus menstruasi
  5. Kelelahan
  6. Merasa sakit
  7. Mood mudah berubah

Nah, sebelum kamu melakukan terapi hormon, pastikan sudah berkonsultasi dengan dokter. Lakukan pemeriksaan yang memang dianjurkan supaya bisa memahami cara kerja dan efek sampingnya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Mayoclinic, Hormone therapy for breast cancer, diakses 14 Agustus 2020

https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/hormone-therapy-for-breast-cancer/about/pac-20384943

 

Healthline, Breast Cancer Hormone Therapy: How It Works, Side Effects, and More, diakses 14 Agustus 2020

https://www.healthline.com/health/breast-cancer-hormone-therapy-how-it-works-side-effects-more

 

Cancer.gov, Hormone Therapy for Breast Cancer Fact Sheet, diakses 14 Agustus 2020

https://www.cancer.gov/types/breast/breast-hormone-therapy-fact-sheet

 

Cancer.org, Hormone Therapy for Breast Cancer, diakses 14 Agustus 2020

http://www.cancer.org/cancer/breast-cancer/treatment/hormone-therapy-for-breast-cancer.html

 

Breastcancer.org, Hormonal Therapy for Treating Breast Cancer from, diakses 14 Agustus 2020 https://www.breastcancer.org/treatment/hormonal

 

Cancerresearchuk.org, Breast cancer treatment, diakses 14 Agustus 2020

https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/breast-cancer/treatment/hormone-therapy/drugs

 

    Berita Terkait
    register-docotr