Kamus Penyakit

Ingat, Gejala Asma pada Orang Dewasa Bukan Sekadar Sesak Napas Biasa

August 17, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Asma merupakan penyakit yang tidak boleh dianggap remeh. Sebab, kondisi ini bisa menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan benar. Gejala asma pada orang dewasa juga beragam, bukan sekadar sesak napas biasa.

Di Indonesia sendiri, asma menjadi penyakit tidak menular yang paling banyak diidap masyarakat. Data Kementerian Kesehatan menyebutkan, penyakit ini diderita oleh sekitar 11 juta orang atau setara 4,5 persen dari total jumlah penduduk di Tanah Air.

Baca juga: Penting! Segala Sesuatu Tentang Asma yang Wajib Kamu Tahu

Sekilas tentang asma

Asma merupakan kondisi saat saluran udara di paru-paru mengalami penyempitan, pembengkakan, serta menghasilkan lendir berlebih. Hal tersebut menyebabkan proses pernapasan menjadi terganggu.

Bagi sebagian orang, asma adalah gangguan ringan. Tapi pada kelompok tertentu, keadaan ini bisa mengancam nyawa. Mengutip Mayo Clinic, asma tidak bisa disembuhkan, tapi gejalanya dapat dikontrol.

Asthma and Allergy Foundation of America menjelaskan, orang dewasa memiliki risiko kematian akibat asma empat kali lebih tinggi daripada anak-anak. Kondisi ini juga lebih rentan menyerang wanita ketimbang pria.

Asma bisa disebabkan oleh sejumlah faktor, di antaranya adalah paparan pemicu alergi (alergen) seperti debu, spora jamur, polusi asap, bulu hewan, serbuk sari, hingga partikel limbah. Selain itu, asma juga dapat dipengaruhi oleh cuaca dingin, stres, aktivitas fisik, hingga efek samping obat-obatan.

Gejala asma pada orang dewasa

Melihat risiko yang lebih tinggi untuk mengalami dampak kematian, ada baiknya kamu mengetahui apa saja gejala asma pada orang dewasa. Sehingga, penanganannya dapat dilakukan dengan tepat. Gejala-gejala itu di antaranya adalah:

1. Gejala berupa batuk

Gejala asma pada orang dewasa yang pertama adalah batuk yang tak kunjung sembuh. Mengutip Asthma UK, kondisi ini biasanya akan menjadi-jadi pada malam hari.

Saat saluran udara mengalami peradangan, oksigen akan lebih sulit untuk menuju paru-paru. Kondisi ini diperparah dengan mengencangnya otot tipis yang mengelilingi saluran tersebut. Akibatnya, tubuh memberikan reaksi berupa batuk.

Batuk yang tak kunjung mereda bisa juga menandakan bahwa produksi lendir di sekitar saluran udara mengalami peningkatan.

Baca juga: 7 Penyebab Batuk di Malam Hari yang Perlu Kamu Tahu

2. Suara mengi sebagai gejala asma pada orang dewasa

Gejala asma berikutnya adalah muncul suara mengi. Suara ini mirip dengan siulan , terdengar setelah membuang napas.

Menurut sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, suara mengi terjadi karena penyempitan saluran napas mulai dari laring hingga ke bronkus kecil. Suara itu diyakini muncul akibat getaran dinding saluran napas yang dilewati udara dengan kecepatan tinggi.

3. Sesak napas

Nebulizer, alat bantu napas untuk penderita asma. Sumber foto: www.purimedi.com

Gejala asma yang hampir selalu terjadi adalah sesak napas. Mengutip Healthline, saluran nafas yamng menyempit dan banyaknya lendir di rongga udara menjadi faktor utama dari sesak napas. Keadaan tersebut sangat berbahaya, karena dapat memperburuk penyempitan yang telah terjadi.

Tak heran jika kebanyakan orang yang punya asma memiliki alat bantu napas seperti asthma inhaler atau nebulizer. Alat ini bekerja dengan mengubah zat cair menjadi uap yang bisa dihirup. Fungsi utama dari uap tersebut adalah melegakan saluran pernapasan yang menyempit.

Baca juga: Asma Kambuh? Begini Cara Menghirup Obatnya dengan Nebulizer

4. Gejala asma pada orang dewasa yakni tegang di dada

Gejala asma yang terakhir adalah rasa tegang di dada. Keadaan ini biasanya muncul setelah batuk dan suara mengi. Saat saluran udara menyempit dan dipaksa untuk bernapas, otot di sekitar dada akan menegang.

Melansir Medical News Today, tegang di baian dada merujuk pada dua kondisi, yaitu pneumomediastinum dan pneumothorax.

  • Pneumomediastinum, yaitu kondisi saat rongga antara paru dan organ lain berisi udara, yang kemudian menimbulkan sensasi berat dan nyeri.
  • Pneumothorax, yaitu udara yang terjebak di luar paru-paru dan dinding dada memberikan tekanan berlebih pada paru-paru, sehingga menyebabkan sesak pada dada.

Nah, itulah empat gejala asma pada orang dewasa yang perlu kamu tahu. Jangan abaikan setiap gejala yang muncul, karena dapat meningkatkan risiko yang fatal seperti kematian. Tetap jaga kesehatan, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Mayo Clinic, diakses 11 Agustus 2020, Asthma.
  2. Asthma.org.uk, diakses 11 Agustus 2020, Symptoms of asthma.
  3. Healthline, diakses 11 Agustus 2020, Asthma Symptoms.
  4. Health Grades, diakses 11 Agustus 2020, Why Asthma Makes You Cough.
  5. Asthma and Allergy Foundation of America, diakses 11 Agustus 2020, Asthma Facts and Figures.
  6. Medical News Today, diakses 11 Agustus 2020,Is chest pain a symptom of asthma?
  7. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 11 Agustus 2020, Wheezing and Asthma.
  8. Kompas.com, diakses 11 Agustus 2020, Asma, Penyakit Tidak Menular yang Paling Banyak Diidap Orang Indonesia.

    register-docotr