Kamus Penyakit

Batuk Terus Menerus? Waspada, Bisa Jadi Itu Gejala Awal TB Paru

March 15, 2021 | Arianti Khairina | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Setiap orang pasti pernah mengalami sakit batuk. Namun jika kamu mengalami batuk secara terus-menerus, bisa jadi itu menjadi awal dari gejala TB paru. Sebelum batukmu semakin parah, yuk ketahui gejala TB paru yang lainnya. 

Baca Juga: Mengenal Penyakit Melanoma, Salah Satu Jenis Kanker Kulit Serius

Apa itu TB paru?

Dilansir dari Healthline, bakteri mycobacterium tuberculosis menyebabkan tuberkulosis atau biasa disingkat TB. Penyakit ini disebabkan karena terjadi infeksi yang menular melalui udara yang menghancurkan jaringan tubuh. 

TB paru terjadi ketika bakteri menyerang paru-paru. Perlu kamu ketahui bahwa penyakit ini dapat menular ke organ lain. Namun perlu kamu ketahui bahwa TB paru dapat disembuhkan dengan diagnosis dini dan pengobatan antibiotik.

TB paru, juga dikenal sebagai penyakit konsumsi, menyebar luas sebagai epidemi selama abad ke-18 dan 19 di Amerika Utara dan Eropa.

Setelah penemuan antibiotik seperti streptomisin dan terutama isoniazid, bersama dengan peningkatan standar hidup, dokter lebih mampu untuk mengobati dan mengendalikan penyebaran TB. Gejala TB paru pun bisa lebih cepat terdeteksi.

gejala tb paru
Kondisi paru-paru yang terinfeksi TBC. Foto: https://www.cmcmohali.com

Jenis TB paru

Dalam hal ini, dokter mengelompokkan jenis penyakit TB menjadi 2, yaitu TB laten dan TB aktif atau paru.

TB laten tidak menimbulkan gejala pada orang yang terinfeksi. Hal tersebut memang sangat berbeda dengan TB aktif yang justru menimbulkan gejala dan menular. TB laten bisa menjadi TB aktif ketika sistem imun kamu tidak mampu lagi untuk menahan bakteri di dalam tubuh.

Berbeda dengan TB laten, pada TB aktif kondisi ini membuat tubuh kamu terasa sakit dan dalam banyak kasus dapat menular ke orang lain. Ini dapat terjadi dalam beberapa minggu pertama setelah terinfeksi dengan bakteri TB. 

Tak hanya itu saja, beberapa orang bisa saja mengetahui sudah terinfeksi TB setelah bertahun-tahun kemudian, lho! 

Gejala TB paru

Dilansir dari Mayo Clinic, berikut ini beberapa tanda dan gejala TB aktif yang menyerang paru-paru:

1. Batuk tiga minggu secara terus-menerus

Gejala paling umum jika kamu terinfeksi TB paru yaitu mengalami batuk terus-menerus selama lebih dari 21 hari. Batuk darah merupakan kondisi yang paling parah dari munculnya penyakit ini.

2. Gejala TBC yang dirasakan di dada

Tak hanya batuk biasanya kamu merasakan nyeri di bagian paru-paru saat bernapas. Hal ini karena TB paru menginfeksi bagian paru-paru.

3. Penurunan berat badan

Pada umumnya para penderita TB paru mengalami penurunan berat badan karena sakit yang tidak tertahankan.

Hal tersebut tentu membuat nafsu makan menurun drastis. Hasilnya tubuh semakin kurus.

Penurunan berat badan ini menjadi satu gejala TBC yang umum. Hal ini senada dengan temuan penelitian yang diterbitkan International Journal of Infectious Disease yang mengkaji penderita TBC di Los Angeles, Amerika Serikat.

Dalam penelitian disebutkan 40 persen penderita TBC di sana mengalami penurunan nafsu makan dan lebih dari 44 persennya mengalami penurunan berat badan.

Gejala TBC ini harus ditindaklanjuti

Jika sudah mengalami gejala TB paru yang seperti itu, sebaiknya segera ditindaklanjuti. Pasalnya, hal ini akan berujung pada malnutrisi dan kerusakan di sistem imun. Kalau sudah begini, penderita TBC akan lebih berisiko menderita karena penyakit ini.

4. Cepat merasa lelah

Tak hanya berat badan yang turun, efek samping lainnya jika kamu menderita TB paru akan merasakan cepat lelah.

5. Demam mendadak

Para penderita TB paru akan mengalami demam secara mendadak.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Medical Journal, Armed Forces India menyebut demam terjadi pada 60-85 persen TB paru. Demam sendiri disebut dalam penelitian itu sebagai satu aktivitas penting yang muncul karena infeksi TBC.

Selain itu, demam pun bisa terjadi ketika kamu menjalani pengobatan kemoterapi. Kemunculan demam terjadi di minggu kedua saat pengobatan.

6. Berkeringat di malam hari

Gejala lain selain demam, ketika cuaca tidak dingin anehnya kamu akan merasa kedinginan hingga menggigil di malam hari.

Hal tersebut karena infeksi dari bakteri TB paru akan menyebabkan tubuh mengalami kedinginan dan menggigil di malam hari.

7. Gejala TB paru yakni warna urine berubah

Kamu akan mengalami perubahan warna urine pada tahap selanjutnya, jika TB tidak segera diobati.

Tuberkulosis juga dapat memengaruhi kesehatan bagian lain dari tubuh, termasuk ginjal, tulang belakang, hingga bagian otak. Ketika TB terjadi di luar paru-paru, tanda dan gejala bervariasi sesuai dengan organ yang terlibat. 

Sebagai contoh, TBC tulang belakang dapat membuat kamu sering merasakan sakit punggung, dan TBC di ginjal dapat menyebabkan darah dalam urine. Jika kamu mulai merasakan beberapa gejala TB paru di atas tak ada salahnya untuk segera periksa ke dokter. 

Baca juga: Kenali Penyebab TBC, Penyakit Menular yang Mematikan

Gejala TBC yang jarang terjadi

Terkadang, TB aktif akan menyebar ke luar paru-paru menuju berbagai organ. Ketika hal ini terjadi, maka kamu akan mengalami kondisi yang disebut dengan extrapulmonary tuberculosis.

Gejala TBC yang timbul sangat tergantung dari area yang terinfeksi. Di antaranya adalah:

Kelenjar getah bening

Kelenjar getah bening yang berada di saluran paru-paru bisa menjadi sangat besar lalu menekan tabung bronkial, sehingga kamu bisa jadi batuk-batuk dan mungkin paru-paru kolaps. 

Jika bakteri penyakit ini menyebar ke kelenjar getah bening yang berada di leher, sangat mungkin kelenjar ini muncul ke permukaan kulit dan mengeluarkan nanah.

Gejala TBC di Ginjal

Infeksi TB di ginjal dapat menyebabkan demam, nyeri punggung, dan terkadang urine yang mengandung darah. Umumnya infeksi menyebar ke buli-buli, menyebabkan nyeri dan dorongan buang air kecil yang sering.

Otak

Tuberculosis yang menyerang otak disebut dengan tuberculous meningitis. Penyakit ini sangat mematikan. 

Biasanya jenis TBC ini menyerang lansia atau mereka yang memiliki sistem imun yang lemah. Gejala yang timbul antara lain demam, sakit kepala yang terus-menerus, leher yang kaku, mual, dan kantuk yang bisa berujung koma.

Perikardium

Kondisi perikardium atau selaput kantung jantung yang terinfeksi TBC disebut tuberculous pericarditis. Saat terkena penyakit ini, perikardium akan menebal dan terkadang mengeluarkan cairan yang memenuhi ruang antara perikardium dengan jantung.

Kondisi ini akan membuat jantung menjadi lemah, menimbulkan pembengkakan pembuluh darah di leher dan kesulitan bernapas.

Organ kelamin

Tuberculosis juga bisa menyebar ke organ kelamin, lho! Gejala TBC yang menyerang kelamin pria biasanya berupa pembengkakan skrotum. 

Sementara pada wanita, TBC akan menyebabkan nyeri di panggul dan menstruasi yang tidak teratur. Penyakit ini pun bisa meningkatkan risiko terjadinya kehamilan ektopik atau sel telur yang tidak menempel di dalam rahim.

Diagnosis gejala TB paru

Dilansir dari Medical News Today, TB dapat disembuhkan tetapi bisa mengancam jiwa jika seseorang tidak menerima pengobatan yang tepat. TB laten dapat berkembang menjadi TB aktif jika seseorang tidak menerima pengobatan pencegahan. 

Dokter dapat menentukan apakah seseorang terinfeksi bakteri TB menggunakan tes kulit atau darah. Tes kulit melibatkan penyedia layanan kesehatan untuk melakukan beberapa suntikan dalam sejumlah kecil cairan yang disebut tuberculin ke lengan bawah seseorang. 

Tes ini dinyatakan positif jika kulit mengalami benjolan atau bengkak dalam kurun waktu 48-72 jam setelah injeksi tersebut dilakukan. Tes darah untuk mengetahui TB melibatkan pengambilan sampel darah kecil dan menganalisanya untuk respons sistem kekebalan terhadap bakteri TB.

Bagaimana jika hasil tes positif?

Jika seseorang yang telah melakukan tes dan dinyatakan positif terinfeksi bakteri, pada umumnya dokter juga dapat melakukan rontgen dada atau tes dahak untuk menentukan apakah infeksi telah berkembang menjadi penyakit aktif atau tidak. 

Siapa pun yang mengalami gejala TB paru harus mengunjungi dokter untuk dilakukan uji tes kembali. Tak hanya itu saja, telah dijelaskan sebelumnya bahwa TB paru dapat menular ketika kita melakukan interaksi dengan orang yang sudah terinfeksi. 

Oleh sebab itu sangat dianjurkan, bagi kamu yang mungkin berhubungan dekat dengan orang yang memiliki TB aktif harus segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter. Hal ini penting untuk mendeteksi adanya gejala TB paru atau tidak.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Healthline.com (2018) diakses 6 Juli 2020. Pulmonary Tuberculosis
  2. Medicalnewstoday.com (2019) diakses 6 Juli 2020. What to know about pulmonary tuberculosis
  3. Mayoclinic.org (2019) diakses 6 Juli 2020. Tuberculosis
  4. National Library of Medicine, diakses 14 Maret 2021. PROLONGED FEVER DURING THE TREATMENT OF PULMONARY TUBERCULOSIS
  5. International Society for Infectious Disease, diakses 14 Maret 2021. Predictors and patterns of weight gain during treatment for tuberculosis in the United States of America
  6. National Library of Medicine, diakses 14 Maret 2021. Cough in pulmonary tuberculosis: Existing knowledge and general insights
  7. ScienceDirect, diakses 14 Maret 2021. A note on chest pain in pulmonary tuberculosis
  8. VeryWellHealth, diakses 15 Maret 2021. Symptoms of Tuberculosis (TB)
    Berita Terkait
    register-docotr