Kanker Lain

6 Penyebab Leukemia yang Jarang Diketahui, Apa Saja?

March 15, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Leukemia adalah salah satu jenis kanker yang bisa menyebabkan kematian. Pada 2020, tak kurang dari 10 ribu orang Indonesia meninggal akibat penyakit ini, menurut The Global Cancer Observatory. Penting untuk mengetahui penyebab leukemia agar bisa cepat ditangani dengan tepat.

Lantas, apa sebenarnya leukemia itu? apa saja hal yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit tersebut? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Apa itu leukemia?

penyebab leukimia
Leukemia. Sumber foto: American Academy of Orthopaedic Surgeons.

Leukemia, atau yang juga sering disebut leukimia, adalah istilah lain dari kanker darah. Kondisi ini bermula dari tumbuhnya sel kanker di sumsum tulang, lalu masuk ke dalam darah. Sumsum tulang sendiri merupakan bagian tubuh yang bertugas memproduksi berbagai sel darah.

Ketika mengalami leukemia, sumsum tulang menghasilkan sel abnormal, biasanya terkandung pada sel darah putih atau leukosit. Dalam kondisi yang sama, sumsum tulang lebih sedikit memproduksi sel sehat. Sel abnormal lalu berkembang cepat hingga menimbulkan gejala, seperti:

  • Luka sulit sembuh
  • Rentan terkena infeksi
  • Penurunan sel darah merah
  • Demam
  • Keringat dingin
  • Sakit tulang
  • Mudah lelah
  • Penurunan berat badan ekstrem

Faktor dan penyebab leukemia

Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab leukemia, mulai dari kebiasaan merokok, efek dari prosedur medis tertentu, hingga paparan bahan kimia yang tidak disadari.

Berikut 6 penyebab leukemia yang perlu kamu tahu:

1. Kebiasaan merokok

Selain kanker paru-paru, kebiasaan merokok juga bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker darah. Menurut sebuah penelitian yang terbit di British Journal of Cancer, sekitar 20 persen kasus leukemia akut disebabkan oleh kandungan yang ada pada produk tembakau.

Setelah diisap, zat yang ada pada rokok bisa bertahan lebih lama di dalam tubuh. Kemudian, zat itu akan masuk ke dalam aliran darah dan memengaruhi banyak organ yang dilewatinya.

Berdasarkan studi yang diterbitkan oleh Litbang Kementerian Kesehatan, dalam sebatang rokok kretek, asap yang dihasilkan mengandung setidaknya empat ribu senyawa bersifat toksik (racun), karsinogenik (pemicu kanker), dan mutagenik (pemicu perubahan kromosom).

Baca juga: Kena Diagnosis Kanker Paru Padahal Tidak Merokok, Kok Bisa?

2. Efek radiasi

Penyebab leukemia yang jarang disadari adalah efek dari radiasi. Dikutip dari Verywell Health, radiasi di sini bermakna luas, bisa berasal dari ledakan bom dan nuklir, efek kosmik saat naik pesawat luar angkasa, hingga paparan bahan radioaktif seperti uranium.

Namun, radiasi yang sering menjadi penyebab leukemia berasal dari perawatan medis dan terapi penyakit tertentu. Sinar-X pada alat CT scan misalnya, diketahui bisa memberi paparan radiasi yang memengaruhi darah.

Namun, kamu tak perlu khawatir. Para dokter sudah ahli dalam melakukan prosedur tersebut. Sehingga, risiko untuk terkena kanker darah akibat prosedur medis dapat diminimalkan.

3. Efek kemoterapi

Kemoterapi adalah perawatan populer untuk mengobati beberapa jenis kanker. Perawatan ini menggunakan obat berdosis tinggi dengan tujuan membunuh sel kanker yang ada di dalam tubuh.

Sel induk pada sumsum tulang bisa rusak oleh dosis tinggi dari obat yang digunakan dalam kemoterapi. Dalam beberapa kasus, perawatan kemoterapi bisa meningkatkan risiko sindrom mielodiplastik, kondisi yang dikenal sebagai praleukemia.

Baca juga: Kemoterapi: Ketahui Prosedur dan Efek Sampingnya

4. Paparan zat kimia dari produk

Penyebab leukemia berikutnya adalah paparan bahan kimia yang ada di lingkungan sekitar. Benzene misalnya, zat karsinogen yang bisa ditemukan pada produk cat, pelarut, plastik, dan deterjen tertentu.

Tak hanya itu, menurut sebuah riset pada 2010, produk pembasmi serangga yang kerap digunakan dalam rumah tangga juga tak bebas dari benzene. Efeknya bisa lebih serius jika anak-anak dan ibu hamil terpapar oleh zat tersebut.

5. Infeksi virus

Infeksi virus ternyata bisa menjadi penyebab leukemia, lho. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh American Society for Microbiology, risiko terkena leukemia bisa meningkat jika seseorang terinfeksi virus yang menyerang sistem kekebalan, salah satunya adalah retrovirus (sejenis HIV).

Virus yang menyerang kekebalan biasanya akan menginfeksi sel darah putih berjenis limfosit, lalu menimbulkan tumbuhnya sel abnormal prakanker.

6. Sistem kekebalan tubuh yang lemah

Sistem kekebalan bertugas melawan infeksi dan penyakit seperti kanker di dalam tubuh. Jika sistem imun lemah, maka perlawanan itu juga tidak akan berdampak banyak pada perkembangan sel abnormal.

Rendahnya sistem imun dapat dipicu oleh banyak hal, terutama penyakit serius yang menyerang kekebalan seperti HIV atau AIDS. Bahkan, menurut Cancer Research UK, seseorang dengan imun rendah berisiko tiga kali lebih tinggi untuk terkena leukemia.

Selain penyakit, penurunan sistem imun juga dapat disebabkan oleh konsumsi obat golongan imunosupresan yang bekerja menekan kekebalan.

Nah, itulah beberapa penyebab leukemia yang perlu kamu waspadai. Jika kamu mempunyai salah satu faktor risiko di atas, tak ada salahnya untuk periksa secara berkala untuk deteksi dini. Tetap jaga kesehatan, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Medical News Today, diakses 3 Maret 2021, What to know about leukemia.
  2. Cancer Research UK, diakses 3 Maret 2021, Leukemia Risks and Causes.
  3. Cancer Research UK, diakses 3 Maret 2021, How does smoking cause cancer?
  4. Verywell Health, diakses 3 Maret 2021, Causes and Risk Factors of Leukemia.
  5. Cancer Center, diakses 3 Maret 2021, Risk Factors for Leukemia.
  6. British Journal of Cancer, diakses 3 Maret 2021, Tobacco and the risk of acute leukaemia in adults.
  7. BMC Journal, diakses 3 Maret 2021, Exposure to benzene at work and the risk of leukemia: a systematic review and meta-analysis.
  8. American Society for Microbiology, diakses 3 Maret 2021, Epidemiology, Treatment, and Prevention of Human T-Cell Leukemia Virus Type 1-Associated Diseases.
  9. Kementerian Kesehatan, diakses 3 Maret 2021, Mengenal Lebih Jauh Rokok Kretek.
  10. The Global Cancer Observatory, diakses 3 Maret 2021, Indonesia Factsheet.

    register-docotr